ASAL TUBUH MANUSIA

Asal tubuh manusia terdiri dari empat dasar yaitu Tanah, Air, Angin dan ApiKesemuanya itu dari pada Nur Muhammad juga adanya :
Adapun asal kejadian diri terdiri dari tiga perkara :                                                                                     Bapak                              Ibu                         Tuhan

¨  Urat besar              –   Rambut                – Penglihatan

¨  Urat kecil                –     Kulit                  –  Pendengaran

¨   Tulang                    –    Daging                –  Pengrasan

¨    Otak                      –      Darah                –  Penciuman

                                                                     –  Nyawa

Jadi kesemuanya ini berjumlah 13 (tiga belas) perkara dan terhimpun dalam rukun shalat 13 (tiga belas) perkara.

Syari’at                             Thoriqat              Haqiqat                   Ma’rifat
–  Syari’at      Tubuh      –  Af’al Allah   (Diri Terperiksa      –  Syari’at Ilmul yakin)
–  Thariqat     Hati         –  Asma’ Allah (Diri Terperi           –  Thariqat Ainul yakin)
–  Haqaiqat    Ruh         –  Sifat Allah    (Diri Tajalli             –  Haqiqat Hakul yakin            –  Ma’rifat     Rahasia   –  Zat Allah       (Diri Tajalli            – Ma’rifat Kanalul yaqin

 

Adapun yang empat ini terhimpun didalam :

LA           Jasmani yakni Syari’at tubuh ( Syari’at itu perbuatanku-Jalal)

ILAHA    Ruhani  yakni Thariqat hati    (Thariqat itu kataku-Jamal)

ILLA       Haqiqat nyawa (Haqiqat itu kediamanku-Kahhar)

ALLAH  Ma’rifat atau Rahasia (Ma’rifat itu Rahasiaku-Kamal)

Apabila kita hendak mencari/mengenal “Diri” maka hendaklah terlebih dahulu kita ketahui/kita kenal akan “Rahasia Nur Muhammad”.

karena rahasia Nur Muhammad itulah sebenar-benarnya diri.

Adapun yang bernama diri itu terbagi dua bagian :

Pertama Diri yang Lahir : dan kedua Diri Bathin :

Adapun diri yang lahir itu berasal dari Anasir Adam yaitu :

Api          Angin                Air               Bumi

¨      Adapun “Api” itu terbit daripada yang bathin,berhuruf Alif bernama “Zat” menjadi rahasia hurufnya “Darah” pada kita.

¨      Adapun “Angin” itu terbit daripada yang bathin,berhuruf “Lam Awwal” “Sifat” menjadi nyawa hurufnya “Nafas” pada kita.

¨      Adapun “Air” itu terbit daripada yang bathin,berhuruf Lam Akhir bernama “ Asma’ “menjadi Hati hurufnya “Mani” pada kita.

¨      Adapun “Bumi” itu terbit daripada yang bathin ,berhuruf “Ha” bernama “Af-al” menjadi Kelakuan hurufnya”Tubuh” pada kita.

Jadi jika demikian diri kita yang lahir itu,terbit dari pada Bayang-bayang diri kita yang bathin juga berhuruf / berkalimah “Allah” danjanganlah kiranya syak dan waham lagi.

Kemudia,sesudah kta ketahui Diri yang lahir itu,hendaklah kita ketahui pula Diri kita yang bathin : siapa yang mana ?sebab diri yang bathin itulah yang bisa mengenal Tuhannya,seperti sabda Nabi Muhammad SAW :

Artinya : Barang siapa akan mengenal dirinya,maka akan dikenalnya Tuhannya.

Sebelum kita mengenal diri kita yang bathin,hendak lebih dahulu kita matikan/fanakandiri kita yang lahir yang berwujud nama Allah itu seperti disabdakan oleh Nabi SAW :

Artinya : Matikan dirimu sebelum kamu mati.

Jika sudah mati/fana diri kita yang lahir itu,barulah Nyata diri kia yang bathin yang disebut sebenar-benarnya diri.

Adapun cara mematikan diri yang lahir itu adalah dengan manafikan huruf-hurufnya : Alif  Lam  Lam  Ha.

Jadi jika diri kita yang lahir itu nyata sudah fana artinya sekali-kali tiada mempunyai ada lagi,berarti diri kita yang lahir ini Lebur/lenyap kepada diri yang bathin.

Artinya: Dari pada tiada menjadi tiada,dan dari pada ada kembali menjadi tiada.

Maksudnya,Diri yang lahir ini sehelai rambut-pun tiada menpunyai ada lagi dan tiada boleh dikatakan ada pada ilmunya hanya diri yang bathin yang bernama Muhammad seperti tersebut dalam hadits qudsi :

Artinya : Kujadikan engkau (ya Muhammad) karena aku,dan kujadikan sesuatu karena engkau.

Jadi jelaslah,bahwa yang bernama Muhammad itulah sebenarnya diri yang bathin.hendaknya janganlah kita syak dan atau waham lagi: karena Muhammad itulah yang ada mempunyai Tubuh,Hati,Nyawa,dan Rahasia.

¨      Adapun Tubuh Muhammad  itulah yang bernama Alam Insan  yakni syari’at.

¨      Adapun Hati Muhammad      itulah yang bernama Alam Jisin   yakni Thariqat.

¨      Adapun Nyawa Muhammad itulah yang bernama Alam Misal  yakni Haqiqat.

¨      Adapun Sir Muhammad        itulah yang bernama Alam Ruh    yakni Ma’rifat.

Sesudah demikian itu,hendaklah Muhammad itu pula yang mengenal Tuhannya.akan tetapi Muhammad belum bisa mengenal Tuhannya sbelum fana Tubuhnya,Hatinya,Nyawanya,dan Rahasianya.Zatnya,Sifatnya,Asma’nya,Af-alnya.

Firman Allah artinya: katakan olehmu (Muhammad) bahwasanya Allah ta’ala itu Esa : Esa pada Zatnya,Esa pada sifatnya,Esa pada Asma’nya,Esa pada Af-alnya.

Dan lagi Firman Allah artinya: Serahkan dirimu hai (Muhammad) pada Tuhan-mu yang hidup dan tiada mati.

Mengenai Muhammad menyerahkan dan mengesakan diri kepada allah seperti diuraikan dibawah ini : jangan syak dan waham lagi terhadap perkataan diri.

¨      Adapun Bathin Muhammad  adalah Zat kepada Allah,Rahasia kepada hamba.

¨      Adapun Awwal Muhammad adalah Sifat kepada Allah,Nyawa kepada hamba.

¨      Adapun Akhir Muhammad   adalah Asma’ kepada Allah,Hati kepada hamba.

¨      Adapun Zahir Muhammad   adalah Af-al kepada Allah,Tubuh kepada hamba.

¨      Adapun yang disebut hamba itu tiada lain dari pada Muhammad jua :dan jangan sekali-kali disangka hamba itu adalah kita,karena kita ini pada ilmunya sudah tidak ada lagi .

Jadi,Rahasia-Nyawa-Hati-Tubuh-Muhammad itupun tiada jua karena sudah fana kepada zat-nya-sifatnya-asma’nya-af-alnya yakni Allah Ta’ala jua adanya.seperti firman Allah didalam Al-qur’an.artinya :

Allah jua Tuhan yang awwal tiada baginya permulaan,dan ia jua yang akhir yang tiada baginya berkesudahan,dan ia jua yang Zahir,serta ia jua yang Bathin.

Jadi,kita ini atau tubuh kita yang kasar ini-pada haqiqatnya/ilmunya fana kepada Maqam Baqa’ (fana kepada allah jua adanya) yaitu fana fillah dan Maqam Billah.

¨      Segala perbuatan adalah perbuatan Allah ,sihamba sawa sekali tidak memiliki perbuatan.

¨      Segala asma’ pada hakekatnya adalah Asma’ Allah

¨      Nur Nabi kita Muhammad SAW.dari pada Nur Zat Allah Ta’ala sekian mahluk dan segala sesuatu dijadikan dari padanya.

¨      Segala sifat pada hakekatnya adalah sifat Tuhan yang ada pada hamba adalah makna wujudnya.

Itulah …….orang-orang yang sebenar-benarnya ma’rifat kepada Allah.

PENGIJAZAHAN KAJI SERAT TUBUH (IBU ALFATEHA)

bismillahhirrahmannirrahim,…..asyhaduanlaillah haillallah wasyhaduanna muhammadarrasullallah,memohon syafaat penghuluku nabi besar MUHAMMAD bin ABDULLAH rasullallah,aku tularkan kaji serat tubuh (IBU ALFATEHA) kepada kawan kawan sebangsa dan setanah air,dengan nawaitu dapat mengambil syarat dan manfaat dari energy dentuman alfateha yang mengandung berbagai aplikasi nyata dari rahim 7 lapis bumi,7 lapis langit yang dengan memahami sedikit kaji nya ini dapat di daya gunakan untuk berbagai solusi permasalahan hidup,tentu lah dan sangat pasti bahwa tetap jadikan kerja keras,usaha dan berpikir sebagai panglima dari mendapatkan solusi permasalahan hidup tersebut.ini hanya sebagai bentuk lain dari media tawakaltu dan sengaja saya tularkan ini agar terhindar dari rasa paraduga ( bida’ah lah,syiriklah,salah lah,tidak sepaham dengan agamis lah serta berbagai macam hal)sehingga terkadang membuat si pencari solusi menjadi semakin bingung,tumbang,linglung dan endingnya semakin terjerembab dalam permasalahan tampa terlihat mana ujung mana pangkal,harapan saya dengan kaji ini sesorang lebih nyaman mengamalkannya,lebih lega dalam ritualnya sehingga lebih menciptakan rasa menyelesaikan masalah tampa masalah.hehe.he.he..kayak slogan penggadaian..sebab alfateha sudah selalu kita baca seperti membaca koran,saking akrabnya dan sudah jelas kajinya bahwa ia di anjurkan oleh agama serta telah terlegalisir tiada satupun yang salah dalam kalimat alfateha tersebut,maka sesiapa yang mengatakan bahwa seorang mengamalkan kaji alfateha salah maka pastilah di ragukan ia beragama islam atau tidak,…

dengan memohon kesedian kawan kawan lain juga saya meminta maaf jika penggalan kaji alfateha saya ini dangkal mata airnya,itu di sebabkan qodo saya yang masih jauh kepahamannya dari kaji kawan kawan makrifat yang lain,karena di asia ini saya yakini teramat banyak kawan kawan yang memiliki dan memahami makrifat dari ibu alfateha jauh lebih dalam,jauh lebih berpaham dan jauh lebih tinggi dari saya,tiada lain maksud saya hanya sedikit berbagi untuk dapat berkecimpung menjadi bagian dari makrifat rasa BAHWA KITA SATU BANGSA SENASIB SEPENANGGUNGAN,mencoba memberikan sedikit media agar kesusahan kawan kawan lain dapat menemukan ujung dari permasalahan yang tengah di hadapi…amin.

versi dari kaji ini adalah tergolong kaji makrifat di mana ia mengkaji terlebih dahulu apa alfateha itu,bagaimana ia terjadi daan apa fenomena fenomena saat ia terjadi dan di mana ayat by ayat dari alfateha ini bersembunyi/berada,ia di sebut ibu karena memang darinya lah segala tuah,segala energy,segala tenaga mistis,segala kejadian bermula ( keyakinan saya dalam islam)bahkan bergerak kemana kita pada hari ini,berpikir apa kita ini,kenapa sipat sipat kita terbentuk itu juga sesungguhnya ada ikut campur dari serat alfateha.

namun walaupun begitu islami nya kaji ini menurut sepengalaman saya energy nya juga dapat di gunakan oleh kawan kawan non muslin bagi yang mau mencoba menggunakan nya saja,bagi yang anti ya di harapkan mencari media lain yang lebih di yakini,toh mencoba tidak ada salahnya.

sebelum saya buka kajinya ijinkan saya menceritakan dahulu dari mana saya mendapatkan pemahaman ini,agar jelas dan tidak terpeleset dalam menggunakan sert mengkaji tehnik dari sya ini,sekaligus jelas sanad serta riyadhohnya kelak jika kawan kawan mengamalkan nya.

saya mendapatkan kaji ini bermula di kampung dulu,saya memang di lahirkan sebuah desa jauh di pedalaman hutan sebuah kabupaten di riau,dengan culture yang sangat wajib taat pada petuah petuah/pitutur pitutur dari sesepuh sesepuh desa,saya biasa mengaji ( dari juz ama sampai khatam alquran) pada seorang guru mengaji bernama datuk MONTI ( monti adalah panggilan seorang penghulu kampung yang di yakini keturunan wali islam di sumatra,kebetulan beliau cucu kandungnya syech burhanudin wali 13 pulau sumatra).

dan sudah kebiasaan adat di kampung saya bersama anak anak muda yang lain,jika ia telah khatam alquran maka sang guru mengaji akan memberikan sebuah ayat alquran yang di pituahkan berguna untuk bertemu dengan nabi KHIDIR,sebab menurut keyakinan desa saya saat itu yang bisa dan syah mengatakan seorang itu khatam mengaji alquran adalah NABI KHIDIR,sedangkan guru hanya berkewajiban mengajar kan tajwid,salah benar nya dalam mengaji,kebetulan khatam alquran itu menurut adat saya sangatlah agung,hanya orang orang yang berniat lurus dan bertekad baja yang dapat melakukannya,sehingga timbul satu sapaan pada seseorang yang khatam alquran itu panggillan datuk walaupun ia berumur masih belasan tahun,nah seperti abang abang saya terdahulu,saat saya sudah khatam alquran saya juga mendapat amanah amalan bertemu nabi khidir tersebut beserta syarat dan pantang larangnya,dengan tekad lurus saya memulai melakukan tata cara seperti yang guru mengaji saya hanturkan,kebetulan kampung saya dekat dengan sungai yang memang salah satu syaratnya saya harus mengaji dan membaca amalan tersebut di tepi sungai ( guru saya juga memberikan ciri ciri pasti fisik nabi khaidir)singkat muqadimah,pada malam ke 3 saya bertemu dengan orang seperti yang guru mengaji saya katakan beserta ciri ciri fisiknya,( mungkin karena umur masih belia dan hati masih bersih tinggalpun di desa sehingga saya di ijinkan gusti ALLAH bertemu,itu pun saya memohon maaf kepada kawan kawan lain bahwa yang saya tulis di sini adalah versi pengalaman saya,benar atau tidaknya saya serahkan pada tuhan seru sekalian alam saja,jadi ingat saya tidak meng claim itu nabi khaidir asli seperti yang pernah kawan kawan lain temui..!!!).

lalu saya di suruh oleh beliau membaca 3 surat di alquran dengan khusuk dan benar seperti apa yang guru mengaji saya ajarkan,saya ikuti perintah beliau tampa rasa gemetar sedikitpun,ini di sebabkan karena sosok ini sudah menjadi icon/pamor bagi desa saya,ALHAMDULILLAH..setelah saya selesai mengaji tadi beliau tersenyum,menyalami saya dan berkata dengan jelas bahwa saya telah KHATAM,dan selama hidup sampai skratul maut jangan di lupakan membaca 3 surat tadi,saya sujud syukur dan segera ingin beranjak pulang menemui guru mengaji saya,tiba tiba beliau menahan tangan saya dan berkata dengan lembut,tunggu sejenak anaknda…aku akan berikan satu kaji yang penuh manfaat untuk engkau gunakan dan bawa dalam hidup mu ini, (beliau berbahasa melayu seperti bahasa kampung saya,tidak berbahasa ibrani,yunani,roma,arab atau bahasa lainnya).singkat cerita subuh itulah beliau membuka kan sedikit kaji ibu alfateha ini yang sebentar lagi akan saya tulis tentu dengan bahasa yang mudah kita mengerti saja………..

ALFATEHA dalam serat makrifat terjadi jauh seebelum malaikat,adam dan hawaa serta alam zahir ini di ciptakan,alfateha adalah kalimat lengkap serta awal dari ucapan makhluk semula awal kepada tuhannya sebagai rasa menghamba/mengakui bhwa ia hamba dan tuhan itu yang di hamba/ia yang menyembah dan tuhan yang di sembah,yaitu NUR yang bernama MUHAMMAD,ALFATEHA adalah reflexi mitologi dari ke absahan pengakuan makhluk paling awal saat ia mengakui bahwa yang makhluk itu ia (nur muhammad) dan yang bukn makhluk itu TUHAN ( ALLAH…sebelum bernama ALLAH tuhan bernama xxxx),nah setelah alfateha itu tercetus kalimatnya oleh nur muhammad namun masih belum teratur,masih zigzag karena mahkluk awal tadi masih terkejut dengan kejadiannya,setelah qalam qlamullah mulai menjadi seperti malaikat,ruh dan nabi adam maka mulailah alfateha ini menjadi penggerak utama dari bio modeling kejadian kejadian makhluk lain tadi,alfateha mulai terpikirkan oleh makhluk makhluk tersebut sebagai rangkaian ruh kalimat yang harus di rangkai,nah pada saat inilah alfateha mulai menjadi cikal bakal,sebab musabab dari bermulanya sipat sipat serta kejadian makhluk ALLAH tersebut,dengan maksud yang lebih standar adalah:

“SAAT ALFATEHA ITU DI SUSUN BERDASARKAN SUSUNAN RUH YANG INDAH BAIK DAN TEPAT DI SAAT ITU PULA MENJADILAH BEBERAPA BENTUK DARI ALAM SEMESTA INI,MAKSUD SAYA SAAT AYAT PERTAMA ALFATEHA DI BENTUK DENGAN DI SUSUPI RUH NYA MAKA TERBENTUKLAH SUSUNAN GEOMETRIS LANGIT PERTAMA DAN SUSUNAN BIO COLLECTIV SUSUNAN ZAHIR OTAK NABI ADAM DENGAN LENGKAP,PINTER BERAKAL DAN SEMPURNA.DENGAN BEGITU MAKA OTAK NABI ADAM tentu juga semua manusia adalah sedulur,selahir dengan ayat alfateha yang pertama,NAH JIKA KALIMAT AYAT INI TERGANGGU ATAU TIDAK TERBACA OLEH MANUSIA MAKA AKAN SANGAT BERPENGARUH KEPADA OTAK MANUSIA TERSEBUT.(ini kunci ilmu ibu alfateha tersebut)

“KAJI YANG KEDUA: ALFATEHA ITU SETELAH LENGKAP TERSUSUN DI ALAM MALAKUT IA DI SUMPAH BAHWA ENERGY NYA AKAN MENYELAMATKAN SIAPA SAJA YANG MEMBACANYA DENGAN PENUH LENGKAP DAN ISTIQOMAH,NAH JIKA ADA SEORANG ANAK CUCU NABI ADAM MEMBACA ALFATEHA LALU IA BELUM SEMPAT MELENGKAPI AYATNYA KARENA TERGANGGU OLEH PERKARA LAIN MAKA AKAN TERGANGGULAH SELURUH ROTASI PERPUTARAN MUKA BUMI INI,MAKA ALAM SEMESTA AKAN KACAU BALAU,MEMORI SELURUH MAKHLUK AKAN TERGANGGU.MAKA OLEH ITU SESIAPA YANG MEMBACA ALFATEHA MAKA IA AKAN DI SELAMATKAN DARI SEGALA KEJAHATAN SAMPAI IA SELESAI MEMBACA LENGKAP PENUH AYAT ALFATEHA TERSEBUT OLEH KHODAMUS SERTA ALAM SEKITARNYA.

“KAJI YANG KE TIGA”: SESUNGGUHNYA SESIAPA YANG SALAH SEDIKIT SAJA BUNYI TAJWID MEMBACA ALFATEHA MAKA SUSUNGGUHNYA IA TELAH MENGUNDANG 9 ANAK CUCU SYEITHON UNTUK HADIR DAN BEKERJA UNTUKNYA,SEBAB DI DALAM ALFATEHA ITU ADA NAMA 9 ANAK SYEITHON JIKA KITA TERSALAH BUNYI MEMBACANYA,SEPERTI ” IYYA KANAQ BUDHU WA IYYA KANASTAIN” JIKA TERSEBUT KANASSTAIM,MAKA TAIM ITU ADALAH ANAK SYEITHON DARI GOLONGAN JIN THAHIT.

CONTOH YANG KEDUA ADA PADA KALIMAT “IYYA KANAQ BUDHU” JIKA TERSEBUT BUNYI “IYA KANAQ BUHDU” IYYA MENJADI,IYA” MAKA ARTINYA BUKAN LAGI PADA ‘KEPADA MU YA ALLAH KAMI MENYEMBAH tetapi MENJADI KEPADA MU YA MATAHARI KAMI MENYEMBAH” ( dahulu jaman jaman lagi maraknya dukun santet,saya pernah bertemu seorang ahli santet yang ia menggunakan santet nya hanya dengan membaca alfateha tetapi alfateha nya di salah salahkan bunyinya,agar yang berbunyi memanggil nama anak anak syeithon)

“KAJI YNG KE EMPAT: 7 ayat alfateha itu sesungguhnya berada dan berbentuk dalam serat bagian tubuh manusia,ia menjadi qursani dan hamiyyah(besi semula jadi dan api tubuh manusia) ayat tersebut berada terpencar pencar di dalam 7 bagian tubuh manusia,jika ke 7 kalimat alfateha ini yang berada pada 7 bagian tubuh manusia tersebut dapat di connect kan maka ia akan menghasilkan dentuman energy nyata yang sngat besar,sesungguhnya TENAGA DALAM YANG MAMPU MEMENTALKAN BENDA MATI,TAMPA EMOSI,ORANG YANG MAMPU MENGELUARKAN SERANGAN API DARI TUBUHNYA,MAMPU MELAYANG DI UDARA ATAU BERLARI SECEPAT ANGIN,ATAU MENGGUNAKAN ILMU GAYUNG JANTUNG (ilmu gayung adalah ilmu pukulan jarak jauh yang mampu membuat lawan putus jantungnya seperti di gunting) itu semua adalah bentuk nyata dari qursani dan hamiyyah tubuh yang ter focus oleh 7 ayat alfateha yang telah connect/terhubung tadi….sayangnya sangat banyak orang kita muslim sekarang yang ke 7 ayat alfateha di batang tubuhnya ini masih berpencar/terputus putus satu dengan yang lainnya sehingga tidak dapat merasakan manfaat khasiat dari alfateha yang ia baca atau amalkan,saya terkejut saat 1 tahun lalu datang ke salah satu biara saholin temple di inggris miliknya Mr wong karena hendak mendalami THAI CHI COMBAT DAN CHI KUNG salah satu peserta di situ anak muda dari brebes jawa tengah mampu menghantam dan melontarkan meja besi jarak jauh tampa menyentuh tampa menggunakan olah pernapasan tenaga dalam,lalu ia sudi membeberkan sedikit rahasianya bahwa ia mengkaji dan belajar menggabungkan/meng connectkan 7 ayat dalam alfateha tersebut di tubuhnya dan stelah connect energy bio atom itu lah yang ia picu untuk di hantamkan ke benda mati tampa olah napas apapun (bertambah keimanan saya pada alfateha).

baiklah berikutnya akan saya ijzahkan tehnik serta tata cara menggabungkan ke 7 ayat alfateha yang terpencar pencar dalam batang tubuh kita tadi beserta tata cara menggunakan induk alfteha ini,tentu dengan struktur yang telah sya dapat dari fenomena saya khatam tadi

AYAT YANG PERTAMA TERSIMPAN PADA SERAT TUBUH TENGKORAK KEPALA MANUSIA,jika ayat ini di control dan di daya gunakan seperti di preteli dan di utak atik oleh orang lain maka akan ber efect mengganggu system syaraf serta mempengaruhi sipat serta kebiasaan organ bagian tubuh yang di jaga oleh tengkorak kepala tersebut,namun jika bio energy nya mampu di connect kan pada ayat tubuh yang lain maka reaksi sangat postive dapat si pengamal raih.

AYAT YANG KEDUA ALFATEHA TERSIMPAN PADA SERAT TUBUH BAGIAN JANTUNG jika ayat ini tidak tersambung/di utak atik atau di baca zigzag maka akan sangat berpengaruh pada seluruh reaksi jantung dan jiwa,orang yang tadi sangat bahagia bisa tiba tiba menangis merauang raung tampa sebab,jiwa yang sakit jika mampu di connectkan dengan ayat ini dengan 7 ayat lainnya maka akan mampu memproduksi energy ketenangan luar biasa nyata pada jiwa nya,dan jika ayat ini di utak atik maka organ jantung nya bisa terlepas dari untaian,ini jualah yang di lakukan oleh praktisi ilmu gayung bathin atau gayung api (membuat jantung lawan terputus).

AYAT YANG KETIGA tersimpan dalam serat tubuh bagian bahu sampai telapak tangan sebelah kanan

AYAT YANG KE EMPAT tersimpan di serat tubuh bagian bahu sampai telapak tangan kiri

AYAT ALFATEHA YANG KE LIMA tersimpan pada serat tubuh bagian kaki kanan

AYAT ALFATEHA YANG KE ENAM tersimpan pada serat tubuh bagian kaki kiri…dan

AYAT ALFATEHA YANG KE TUJUH tersimpan pada serat tubuh bagian zakar/kelamin ( jika ayat ke 7 ini mampu di connect kan dengan ayat yang lain sangat ampuh dan efective untuk media solusi bagi yang sudah berkelurga namun belum mendapatkan keturunan).

ketujuh ayat surat alfateha ini jika ia mampu mengalirkan energy dengan connecitas yang stabil maka seluruh inti sari serat ruh serta energy dari alfateha itu sangat berpungsi nyata untuk berbagai keperluan,ia menjdi tonggak tunggal dari media penyelesaian masalah dalam hidup ini.namun jika ia di putus maka terputus jualah sebab sebab dari kejadian yang bersamaan dengannnya tadi sehingga bagian tubuh yang tersimpan serat tersebut akan goncang dan tidak dapat lagi di pungsikan sesuai dengan kehendak si pemilik tubuh,ia akan bergerak dan bertindak di luar control tampa di sadari oleh si pemilik tubuh…

BERIKUT TATA CARA MENG CONNECT KAN KE TUJUH AYAT ALFATEHA YANG TERSIMPAN BERPENCAR DI BATANG TUBUH MANUSIA (menurut ijazah yang saya dapat bahwa jika ke tujuh ayat ini belum mampu connect/tergabung/menyambung satu dengan lainnya maka energy dari ibu alfateha ini sangat sulit untuk di aplikasikan pada berbagai keperluan zahir maupun bathin:

-ambillah air hujan/tampunglah air hujan biasa dengan menggunakan wadah dari plastic,air hujan yang saya maksud adalah air hujan yang pertama sekali hujan setelah minimal 3 hari tidak hujan,tampungnya jangan terkena bahan lain dalam artian air hujan yang jatuh tersebut jangan di tampung dari tetesan daun,pohon atau atap rumah,tampunglah air tersebut dengan tidak terkena bahan lain ( seperti membuat air battre/AKI ).

setelah di dapat air hujan murni dari zat lain tersebut,pada jam 11 malam (boleh hari apa saja) ambillah wudhuk lalu sholatlh 2 rakaat bagi yang tidak sholat silahkan langsung duduk berzikir saja,nah setelah selesai sholat letakkan air hujan tersebut dalam piring yang juga terbuat dari plastic,lalu lakukan zikir tehnik seperti ini:

DENGAN DI DAHULUI BISMILLAH DAN SYAHADAT BACALAH SURAT AL-FATH ayat terakhir sebnyak 7x lalu di lanjutkan ayat alfateha yang pertama sebanyak 1x dengan posisi tangan memegang tengkorak kepala maksud saya kedua telapak tangan tempelkan ke pada kedua telinga seperti saat kita azhan.(lihat surat AL-FATH ayat terakhir tersebut akan terdapat semua huruf dari ALIF sampai YA berada pada satu ayat tersebut,ini ayat yang sangat lengkap karena semua huruf alquran berada lengkap pada satu ayatnya).

LANJUTKAN DENGAN AYAT YANG KEDUA SAMPAI AYAT KE TUJUH SURAT ALFATEHA TERSEBUT DENGAN TEHNIK YANG SAMA SEPERTI DI ATAS,DENGAN POSISI DUDUK SEPERTI INI:

PADA AYAT KEDUA POSISI KEDUA TANGAN MEMEGANG/MENDEKAP JANTUNG

PADA AYAT KE TIGA POSISI TANGAN KANADAN MELINTANG MENEMPEL PADA PERUT DAN TANGAN KIRI LURUS BIASA SAJA

PADA AYAT KE EMPAT POSISI TANGAN KIRI MENDEKAP MELINTANG DI PERUT DAN TANGAN KANAN LURUS BIASA SAJA

PADA AYAT KE LIMA KAKI KANAN MELINTANG BERSILA DAN KAKI KIRI LURUS MEMBUJUR

PADA AYAT KE ENAM KAKI KIRI YANG MELINTANG BERSILA DAN KAKI KANAN LURUS MEMBUJUR

PADA AYAT KE TUJUH SAMPAI AMIN BAGIAN SELANGKANGAN/KELAMIN KENCANGKAN DENGAN MENAHAN NAPAS,ingat saya katakn kencangkan bukan tegangkan..ntr malah terkena pasal pidana pencabulan lagi,hehehe..jadi saat membaca tehnik yang saya tulis tersebut tahanlah napas bukan oleh napas.

setelah itu selesai hembuskan napas tujuh kali pada air hujan dalam piring plastic tadi,lalu simpan dulu air hujan tersebut,lakukan tehnik connecsitas tersebut selama 7 malam berturut turut dengan tehnik yang sama dan jam yang sama pula.nah saat nanti selesai tujuh malam maka gunakanlah air hujan tersebut untuk mandi pada sore hari (campur dengan air mandi biasa) sebelum mandi bacalah alfateha tujuh kali dengan membaca ber HARKAT,ada 7 harkat dalam alfateha tersebut jangan di baca seperti membaca koran.nah setelah itu selesai si pengamal ibu alfateha ini sudah dapat menggunakan energy inti sari dari ruh alfateha ini seperti contoh berikut:

TATA CARA MAKRIFAT PENGGUNAAN YANG PERTAMA:

bacalah bismillahhirrahmnnirrahim

syahadat 1x

alfateha sampai pada kalimat iyya kanaq budhu waiyya kanastain…! stop smpai pada kalimat ini lalu

sambung dengan niat (tidak akan tersambung alfateha ini sebelum si (nama terget) datang kepada ku membayar hutangnya)

NB: jangan di sambung alfateha yang tadi kita baca sebelum si penghutang datang membayar hutangnya (namun jika dalam sholat alfateha yang dibaca wajib harus penuh sampai amin,intinya alfateha yang telah kita niatkan untuk menghantam si penghutang tadi saja yang tidak akan kita sambung sebelum niat nya terkabul.

TATA CARA YANG KEDUA:

tata cara ini kalau merujuk pada bahasa sesepuh kwa di namakan BOSSTER keilmuan seperti contoh saya selalu melakukan tehnik seperti ini:

bismillahhirrahmannirrahim

syahadat 1x

alfateha dari awal sampai iyya kanaq budhu waiyya kanastain lalu saya sambung dengan kalimat” besi lah bebismillah,bismillah karena aku,aku karena ALLAH..dst,lalu baru saya tes tembak si orang yang tadi saya isikan sumpah serapah besi” setelah nyata tidak luka tubuhnya oleh pelor barulah saya sambung kembali alfateha tersebut,mulai dari baca awal sampai amin,dan ucapkan syukur pada gusti ALLAH bahwa doanya telah terkhabul.

TATA CARA KE TIGA:

` bismillahhirrahmannirrahim

syahadat 1x

alfateha dari awal sampai iyya kanaq budhu waiyya kanastain lalu tambah niat(tidak akan saya sambung alfateha ini sebelum saya selamat aman sampai di rumah kembali) dan berangkat lah keluar rumah untuk mencari rezeki di bumi ALLAH yang luas ini,selama alfateha itu belum tersambung tidak akan ada satu makhluk pun yang mampu mencelakai/menipu si pengamal,karena jika alfateha tidak tersambung di baca oleh anak cucu adam maka terputuslah sebab akibat,qodo dan qadar dari rotasi alam semesta ini,ayo mana lebih penting menyelamat kan qodo alam semesta dari pada satu niat dan kesempatan dari mahkluk lain yang berniat jahat.biasanya sepengalaman saya tidak ada satupun manusia yang mampu menahan gempuran penjaga alfateha ini,jika ia di baca setengah dengan niat karena sebab si (target belum membayar hutangnya atau yang lainnya)ingat sangatlah penting bagi penjaga khodamus surat alfateha menyelamatkan si pembaca alfateha yang baru setengah tadi alfateha terbaca utuh sehingga kekuatan ruh alfateha dan rotasi alam semesta dapat berlangsung seperti yang telah di qadar kan.

-untuk penggunaan lain silahkan tambahkan saja niat sesuai dengan kondisi masalah yang tengah kawan kawan hadapi,medianya boleh ilmu sendiri,boleh juga ranting kayu di jalanan jika ingin selamat dari serangan orang demo,senjata lawan juga mampu di tumpulkan dengan tehnik ibu alfateha ini,tenaga lawan pun yang menyerang dengan bringas juga akan tawar,lumpuh lemah jika di gunakan penawar dengan tehnik seperti di atas.

-sepengalaman saya menggunakan makrifat ibu alfateha ini hampir semua kegiatan zahir dan bathin serta economi yang mampu energy nya mediasi,tinggal kawan kawan saja memahami inti makrifatnya dan menggunakannya dengan sungguh sungguh.

SANGAT PENTING: setelah terkhabul niat serta ilmu nya dengan menggunakan tehnik ibu alfateha ini maka ingatlah jangan lewat dari 7 jam laftehanya harus segera di sambung karena jika terlewat akan sangat berisiko sangat tinggi bagi organ tubuh si pengamal..!!!!

NB: ada ratusan lagi kaji makrifat dari penggunaan serta pemahaman dari alfateha ini yang saya tidak dapat tuliskan di blog tercinta ini karena teramat panjangnya kaji sehingga tentu di luar batas standarisasi penulisan blogger,selain itu sesepuh yang lain juga sangat saya yakini dapat menularkan kaji makrifat alfateha yang jauh lebih tinggi dari yang saya tulis ini.

TATA CARA CONNECTION KE 7 AYAT ALFATEHA YANG TERPENCAR PENCAR TERSEBUT:

cara yang kedua ini dapat di lakukan langsung dengan bersalaman dengan NABI KHAIDIR atau saya,dengan cara ini jika saya yang menyalami?tehnik bersalaman maka kemungkinan akan saya ketahui bahwa ke tujuh ayat itu sudah terhubung satu sama lain atau belum karena biasanya jika sudah terhubung reaksi nya sangat nyata berupa sengatan listrik yang lumayan besar terasa mengalir di tangan saat bersalaman,listrik yang mengalir sangat nyata dan bukan karna sugesti atau aliran rasa rasa dan kira kira saja,selain itu biasanya alat alat electronik akan mati/off sendiri dalam beberapa menit setelah selesai akan hidup lagi(bukan rusak alat alatnya tetapi off sebentar saja) ini terjadi bukanlah karena khodam ataupun jin dari ayat tersebut tetapi radar konsleting frekwensi dari terhubungnya serat sari pati dari ruh ayat ayat alfateha tadi dalam tubuh manusia ( baca jg buku air electric penemuan prof TESLA saingannya thomas alva edison) bahkan cara seperti ini termasuk cara seperti di atas meng connect kan sendiri akan sngat efective membangunkan diri yang sebenar dirinya ( biasanya saat ke 7 ayat alfateha itu terhubung dalam serat organ tubuh manusia maka secara outomatic diri yang sebenar dirinya akan bangun sehingga ia akan merasakan satu fenomena kehidupan berpikir yang jauh lebih sehat,matang tenang dan dapat mengendalikan ke arah mana tujuan hidupnya harus ia tempuh.

namun cara yang kedua ini sangat lah sulit untuk di lakukan selain kita sama sama memiliki kerja dan kewajiban masing masing,yang mengikat kita akan waktu bertemu tentu juga bertemu nabi khaidir tadi memerlukan pikiran yang bersih,saya pun bertemu beliau kemungkinan besar hanya karena waktu itu saya masih muda belia dan tinggal di kampung,jaman sekarang kita kita yang sudah hidup di kota dan di penuhi oleh kontaminasi moderen terkadang membuat hati kita sdh di susupi tipu daya dan iri dengki,kemunkinan ini lah yang membuat kita rawan gagal bertemu beliau.

nah saya RAJA RYZAL KELAYANG.Ms.F.MH,dengan sadar sesadar sadarnya,rela ikhlas telah mengijazahkan apa yang saya tau kepada kawan kawan sebangsa dan setanah air,sehingga jika esok hari kawan kawan saya menurunkan kaji ini kepada anak cucu atau yang lainnya maka SYAH karna lillahi ta”ala mendapatkan kaji ini dari berguru kepada manusia yaitu saya,bukan di dapat dari buku buku mujarobat tepi jalan atau dari curi curi copy paste di internet.SYAH KHABUL MAGHBUL BARAKATI LILLAHI TA’ALA..amin.

TUHAN & MANUSIA

Ma’rifat Hamba Allah (Tauhid)

Allah berfirman,

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak
disembah) melainkan Dia (QS 2:163)”
“Tuhan kamu adalah Tuhan yang maha Esa (QS 16:22)”
“Katakanlah: Dialah Yang maha Esa (QS 112:1)”.
Itulah beberapa mutiara tauhid yang disebutkan oleh Allah di dalam Al Qur’an
sebagai pentauhidan akan ke-Esa-an Diri-Nya. Maka secara harfiah, tauhid
adalah Mengesakan Tuhan.
Al Ghazali dalam kitab
Raudhah Al-Thalibin Wa Umdah Al-Salikin (16)

mengartikan
tauhid sebagai menyucikan
Al-Qidam
dari sifat
al-huduts
(baru), menjauhkannya
dari segala sesuatu yang baru, sehingga seseorang tidak kuasa melihat dirinya
bernilai lebih terhadap yang lainnya. Artinya, dirinya menjadi tiada atau fana.
Sebab bila dia melihat kepada dirinya sendiri atau orang lain disaat dia berada
dalam kondisi mentauhidkan Al-Haqq


, maka akan terjadi dualisme, dan itu berarti
tidak mengesakan terhadap Dzat-Nya yang
qadim
, yang memiliki sifat Esa dan
Tunggal (disinilah Iblis tertipu sehingga menolak perintah Allah). Keesaan
sebagai Yang Tunggal sebagai makna tauhid pada hakikatnya berkaitan erat
dengan pengenalan yang baru (semua makhluk) terhadap yang
qidam
. Maka
dalam siklus
makrifatullah
tak pernah berhenti, tauhid merupakan ujung dari
makrifat dari yang menyaksikan, ia dikatakan rahasia dan ruh dari makrifat.
Namun, tauhid juga merupakan awal dari
makrifatullah
, karena di ujung
perjalanan makrifat si pencari (salik) akan mengalami penyaksiannya di awal
mula sebelum ia menjadi dirinya (sebelum ruhnya ditiupkan ke dalam jasad) (QS
7:172).

Dengan demikian menjadi jelas bahwa ketika seseorang mencapai suatu
totalitas tauhid yang benar berupa penyaksian akan Allah sebagai Tuhan Yang
Esa, tidak ada pengakuan bahwa dirinya telah sampai, karena pengakuan akan
menyebabkan suatu bencana baik bagi dirinya yang diliputi kesombongan diri,
atau hanya sekedar ilusi yang menipu dirinya sendiri. Dalam banyak aspek,
pengungkapan makrifat dimungkinkan apa adanya, seperti Nabi Muhammad
SAW menceritakan Isra & Mi’rajnya, sebagai suatu
dzauqi
atau citarasa ruhaniah
penyaksian hakiki sehingga darinya akan muncul berbagai pengungkapan
lahiriah berupa puisi, prosa, dan bentuk-bentuk pengungkapan lainnya. Ada yang
boleh disiarkan sebagai suatu berita kenikmatan yang memang harus ditebarkan
sebagai sebuah rahmat, ada juga yang harus disembunyikan karena bisa
menimbulkan fitnah baik bagi dirinya, para munafik dan ateis, maupun orang
yang mengikutinya dengan kebodohan dan tanpa ilmu sehingga yang muncul
dari pengikut yang bodoh adalah pengakuan-pengakuan palsu.
6.10.1 Pengertian Tauhid
Menurut Al-Qusyairy an-Naisabury, “Risalatul Qusyairiyah”
[10]


, Tauhid adalah


suatu hukum bahwa sesungguhnya Allah SWT Maha Esa, dan mengetahui
bahwa sesuatu itu satu bisa dikatakan tauhid juga. Sehingga, menauhidkan
sesuatu yang satu merupakan bagian dari keimanan terhadap yang satu itu.
Makna eksistensi Allah SWT sebagai Yang Esa adalah suatu penyifatan yang
didasarkan ilmu pengetahuan. Dikatakannya bahwa Allah SWT adalah
Ketunggalan Dzat, sehingga “
Dia Adalah Dzat Yang tidak dibenarkan untuk
disifati dengan penempatan dan penghilangan.


” Selanjutnya banyak ahli hakikat


yang mengatakan bahwa Allah SWT itu Esa adalah penafian segala
pembagian terhadap dzat; penafian terhadap penyerupaan tentang Hak dan
Sifat-sifat-Nya, serta penafian adanya teman yang menyertai-Nya dalam Kreasi
dan Cipta-Nya.
Hujwiri dalam “Kasyf al-Mahjub”

dan Al Qusyairy

dalam kitab Risalahnya,
membagi pengertian tauhid menjadi tiga kategori yaitu :



Tauhid Allah SWT oleh Allah SWT, yaitu ilmu dan pengetahuan-Nya
bahwa sesungguhnya Dia adalah Esa.

Tauhid Allah SWT oleh makhluk, yaitu ketentuan-Nya bahwa makhluk
adalah yang menauhidkan dan menjadi ciptaan-Nya, atau disebut
tauhidnya hamba dan penegasan tauhid ada dalam hatinya.

Tauhid Allah SWT oleh manusia yaitu pengetahuan hamba bahwa Allah
SWT Yang maha Perkasa dan Agung adalah Maha Esa.
Pada tauhid yang pertama, maka ketauhidan-Nya hanya dapat terpahami oleh
ilmu dan pengetahuan-Nya, dimana Yang Memahami ketauhidan Allah oleh Allah
adalah Allah sendiri atau penetapan-Nya pada makhluk pilihan-Nya Sendiri.
Dalam hal ini yang mendapat kemuliaan itu adalah Nabi Muhammad SAW
dimana beliau dapat memperoleh kekuatan dan memperlihatkan eksistensi Allah
dari luar non-eksistensinya pada saat peristiwa Mi’raj. Sehingga, Yang Ada
adalah Allah semata. Dalam pengertian demikian, makhluk yang mengetahui
berdasarkan pengetahuan-Nya hanya mampu sekedar berkata bahwa “
aku
mengenal Allah dengan Allah
” dengan tabir sebagai suatu sifat
ar-Rububiyyah
.
Hakikatnya, seperti yang sering diungkapkan oleh Rasulullah SAW dan para
sahabat tersebut adalah ujung dari
Ma’rifat al-Haqq
, dalam batas-batas yang
sangat dekat (
Qabaa Qausaini
atau lebih dekat lagi), tetapi bukan merupakan
Ma’rifat Dzat
Allah karena hanya Dialah yang dapat menauhidkan-Nya.
Meminjam istilah Ibnu Arabi, maka tauhid yang pertama bisa dikatakan sebagai
al-Hirah al-Ilahiyah
atau
Kebingungan Ilahiyah
yang dialami makhluk setelah
mencapai maqam tertinggi yaitu Mi’raj Nabi SAW. Dan hanya Nabi Muhammad
SAW lah yang berhak mengatakan dengan penyaksian utuh “
aku mengenal
Allah dengan Allah
”. Para sahabat, wali, dan kaum arifin sesudahnya berada di
bawah maqam nabi SAW tersebut, sehingga dalam sabdanya Nabi Muhammad
SAW berkata “
Saya bersama Allah dimana tidak seorangpun dari malaikat atau
nabi bisa berada bersama saya.
” Tauhid Allah oleh Allah karena itu dikatakan

Yang Ada hanyalah Dia
”. Dan bagi mereka yang mengikuti jejak Nabi

Muhammad SAW maka mereka mentauhidkan melalui dirinya karena tanpa “
Nur
Muhammad dan Muhammad SAW
” semua makhluk akan musnah. Secara
eksak, hal ini berarti bahwa tanpa “
Nur Muhammad dan Muhammad SAW

semua makhluk tidak pernah diciptakan oleh Allah SWT. Inilah makna awal dan
akhir dari esensi penciptaan melalui firman “Basmalah” dan “Kun” yang
dinisbahkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai “Yang Petama Kali”
diciptakan dan yang “Yang Paling Akhir” dimunculkan, yang “Lahir sebagai Nabi
Muhammad SAW hamba Allah” dan “Yang Batin sebagai Nur Muhammad”
(penyisipan kata sambung “dan” harus dipahami dengan logika kuantum yang
tidak terbedakan, Lihat juga QS al-Hadiiid ayat 3).
Pada tauhid yang kedua, maka Tauhid-Nya Allah oleh makhluk adalah suatu
penghambaan mutlak dari semua makhluk yang eksis setelah kehendak “
Kun Fa
Yakuun
”. Maka, pentauhidan yang muncul adalah suatu ketentuan baik yang
berupa penetapan-penetapan, sunnatullah yang pasti dan tidak pasti, puja-puji,
dan tasbih semua makhluk dari maujud yang paling elementer sampai maujud
yang nyata membangun relativitas dari yang baru (dari makhluk), dari
nanokosmos ke makrokosmos, dari
‘alam al-mulk
sampai
‘alam

al-jabarut
.
Penegasan tauhid yang terdapat dalam semua makhluk, karena itu adalah
penegasan dalam hati, sebagai suatu hakikat paling elementer dan halus bahwa
semua makhluk mengada semata-mata karena curahan rahmat dan kasih
sayang-Nya semata. Pada tauhid kedua ini, Abu Bakar As Shiddiq r.a.
mengatakan bahwa tauhid adalah perbuatan Ilahi dalam hati makhluk-Nya. Maka
dikatakan bahwa pentauhidan Allah SWT oleh makhluk adalah pentauhidan dari
ciptaan-Nya, atau yang diciptakan-Nya dengan kehendak firman “
kun fa yakuun
”.
Jadi tauhid kedua adalah tauhid semua alam semesta (al-Aalamin) beserta
semua isinya, yang memuja dan memuji hanya kepada Penciptanya, juga karena
Dialah Allah yang Maha Memelihara (QS 1:2), maka tiada Tuhan selain DiriNya.
Disini semua makhluk harus menauhidkan Allah SWT dengan secara total
menafikan eksistensi dirinya sendiri sebagai maujud, sehingga makhluk harus
mengatakan “
Tidak ada Tuhan Selain Allah (Laa ilaaha illaa Allaah)



Tauhid yang ketiga adalah Tauhid Allah oleh manusia melalui pengetahuan-Nya
yang dianugerahkan kepada manusia berupa akal pikiran dan kehendak bebas
untuk memilah dan memilih. Pentauhidan Allah SWT oleh manusia adalah
pentauhidan untuk makhluk yang menyaksikan pertamakali dan makhluk yang
disempurnakan sebagai Insan kamil. Maka, manusia yang menauhidkan Tuhan
sebagai Yang Esa adalah ia yang melakukan pencarian atau dianugerahi
makrifat pengenalan secara langsung. Pencarian adalah wasiat Allah yang
ditauhidkannya, maka ia yang mencari adalah ia yang akan berjalan dari awal
dan sampai ke awal kembali. Ia yang mampu memecahkan rahasia eksistensi
dirinya melalui dirinya sendiri untuk kemudian mengenal Dia yang
ditauhidkannya. Inilah tauhid yang identik dengan pengertian “
Man arofa
nafsahu, faqod arofa robbahu
”. Tauhid demikian adalah tauhidnya hamba Allah
yang mesti menegaskan ketauhidan Allah SWT melalui profil manusia yang
paling disempurnakan yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai hamba Allah dan
Kekasih Allah. Maka tauhid manusia seperti ini adalah “
Tidak ada Tuhan Selain
Allah, dan Muhammad SAW adalah Utusan Allah (Laa ilaaha illaa Allaah,
Muhammadurrasulullah)”
Dan dengan demikian, bagi manusia dan semua
makhluk-Nya maka tauhid ketiga adalah tauhid Yang Awal dan juga tauhid Yang
Akhir (QS 57:3), yang merupakan rahmat bagi seluruh alam. Tanpa melalui
penauhidan ketiga ini, maka tauhid manusia (dan jin) menjadi tidak sempurna.
Kendati seseorang dapat memulai dari ketauhidan kedua, yakni Tauhid Allah
oleh makhluk sebagai makhluk elementer, namun tauhid kedua adalah tauhid
bagi makhluk non sintesis yang berjalan dengan berjalannya sang waktu sebagai
suatu
qadā
. Maka ia yang tidak memulai dari tauhid ketiga hanya mendapat
sekedar pengampunan, karena Tauhid kedua adalah tauhidnya manusia pertama
yaitu Nabi Adam a.s. Dan pengampunan, seperti halnya ampunan yang
dianugerahkan kepada Adam dan Hawa sebagai suatu hidayah untuk mereka
dan anak cucunya, tidak lebih dari awal mula perjalanan makrifat manusia, yaitu
awal mula dari manusia pertama menyadari kesadaran diri yang teosentris
bahwa ada Tuhan Yang Esa. Rasululllah SAW bersabda :

“Ada seseorang dari generasi sebelum zaman kamu sekalian yang sama sekali
tidak pernah beramal baik kecuali bahwa ia bertauhid saja. Orang itu berwasiat
kepada keluarganya,’Bila aku mati, bakarlah aku dan hancurkan diriku,
kemudian taburkan separuh tubuhku di darat dan separuhnya di laut pada saat
angin kencang.’ Keluarganya pun melakukan wasiatnya itu. Kemudian Allah
SWT berfirman kepada angin,’Kemarikan apa yang kamu ambil.’ Tiba-tiba orang
tersebut sudah berada disisi-Nya. Kemudian Allah SWT bertanya kepada orang
tersebut,’Apa yang membebanimu sehingga kamu berbuat begitu?’ Dia
menjawab,’Karena malu pada-Mu.’ Kemudian Allah SWT mengampuninya.” (HR Bukhari)


Tauhid ketiga sebenarnya ekor yang memutar kearah kepala, jadi tauhid ketiga
yaitu Tauhid Allah oleh manusia adalah suatu kewajiban bagi semua manusia
dan jin, suatu lingkaran perjalanan yang menutup dimana awal dan akhir
bertemu, yaitu tauhid Allah oleh Allah dan tauhid Allah oleh manusia yang
menyambung tanpa kelim (tanpa kelihatan sambungannya, tetapi tahu bahwa
disitulah sambungannya, seperti pita mobius yang memelintir saling memunggungi),

atau katakanlah suatu sambungan yang saling memunggungi.
Maka menjadi jelas bahwa dalam tauhid ketiga, antara manusia yang
menauhidkan dan Allah yang ditauhidkan saling memunggungi, dan diantara
keduanya adalah alam semesta sebagai wadah pembelajaran bagi makhluk
yang disempurnakan yaitu manusia sebagai hamba Allah





“Kesejatian Diri” dua kata yang seringkali membuat orang kurang paham dengan kata-kata itu, siapa, mengapa dan bagaimana sesungguhnya dirinya. Dalam Proses pencarian siapa diri kita ini meski terlihat sederhana, ternya dibutuhkan bermacam perjuangan dan ujian sampai kita benar-benar tahu dan mengerti apa dan bagaimana diri kita sesungguhnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita dihadapkan pada sesuatu yang kurang nyaman menurut kita, oleh karena keterbatasan kuasa serta keterbatasan posisi kita, akhirnya kita menuruti apa yang sebenarnya ada penolakan pada diri kita. Mengikuti atau menuruti sesuatu hal yang bertentangan pada diri kita adalah suatu ujian yang berat, karena disini kita akan menjadi sosok yang bermuka dua.
Dari kejadian diatas, satu bisa kita tarik hikmahnya dan bisa sbagai perbendaharaan dalam tahap mencari Kesejatian diri, bahwa sebenarnya diri kita tidak seperti yang kita lakukan tadi. Dari berbagai macam aktivitas yang ada penolakan pada diri kita, itulah yang sesungguhnya dapat membangun dan menemukan siapa dan bagaimana diri kita. Berjalannya waktu, lambat laun proses pencarian “Kesejatian Diri” akan kita temukan…

ZIKIR

ZIKIR (1) part 1

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله



ZIKIR (1)

 

Sebagaimana yang pernah diterangkan pada uraian-uraian sebelumnya, bahwa setiap orang yang hendak menyucikan dirinya dengan Allah s.w.t, ber-ke-WAJIB-an meng-amal-kan segala petuah-petuah yang diberikan oleh gurunya di samping berzikir dengan Allah s.w.t. karena dengan berzikir saja-lah maka hakiki dari ke-kotor-an hati dapat disucikan, dan perlu diketahui bahwa tiada jalan lain untuk mengembalikan Diri Rahasia Allah s.w.t. kepada ZatulHaq melainkan dengan cara menyucikan hatinya.

Kesucian hati dapat diukur berdasarkan tahap kesucian gumpalan darah kotor yang ada di bagian bawah jantung seseorang, yang selama ini menyelebungi lampu Makrifat.


Dengan men-dapat-kan Nur Qalbu, maka manusia tersebut akan mem-dapat-kan hidayah dari Allah s.w.t. seperti sabda Rasulullah s.a.w.:

KALBU MUKMININ BAITULLAH

Artinya :

Sesungguhnya hati orang mukmin itu adalah istana Allah

Apakah Hakekat daripada ZIKIR?

Sesungguhnya ZIKIR pada pandangan SYAREAT adalah mengingati Allah s.w.t. dengan melafazkan Asma’ Allah s.w.t. yaitu apa yang ada dibibir sama dengan yang ada didalam hati.
Namun begitu didalam bab ini saya akan membawa saudara-saudara sekalian kepada penafsiran TASAUF.

Adapun penafsiran ZIKIR pada pandangan TASAUF boleh di-tafsir-kan bahwa : zikir adalah satu seruan kepada semua anggota zahir dengan tujuan untuk membersihkan hati dalam usaha-nya untuk mengembalikan Diri Rahasia kepada tuan Empunya Diri,


ini berlandaskan firman Allah s.w.t. di dalam Al Quran
Surah Ar Ra’du ayat 28

Illa bizikrullahi baianul qulub

Artinya :

Dengan ber-zikir  kepada Allah s.w.t.-Lah dapat membersihkan hati.


Adapun zikir yang biasa diamalkan orang-orang Hakekat dan Makrifat adalah zikir Af’al, zikir Asma’, zikir Sifat dan zikir Zat.

Ber-awal Zikir AF’AL adalah dengan me-lafaz-kan kalimat Syahadat Tauhid yaitu LAILLAHAILLALLAH, zikir ini merupakan zikir awal yang biasa diamalkan oleh orang-orang kumpulan SYAREAT,. Zikir ini juga sering disebut sebagai zikir nafi dan Isbab dimana si pengamal zikir ini akan me-nafi-kan segala hak pada dirinya dan segala Af’al pada dirinya dengan meng-isbab-kan segalanya kepada hak Allah s.w.t. semata, disamping dia juga menafikan ke-wujud-an dirinya kepada ke-wujud-an Allah s.w.t. semata-mata.

Sedangkan Zikir ASMA itu adalah dengan cara me-lafaz-kan zikir keluar nafas yaitu : ALLAH, zikir ini biasanya diamalkan oleh kumpulan TAREKAT. Dimana pengamal-pengamalnya terus menerus menafikan diri zahirnya dan terus mengisbabkan kepada diri batinnya semata-mata yaitu ALLAH.

Jika pada zikir SYAREAT yaitu LAILLAHAILLALLAH masih men-yata-kan Nafi dan Isbab dengan melafazkan kalimah           LAILLAHAILLALLAH dengan lidah dan hatinya secara berulang-ulang melafazkan kalimah penyaksian.

LAILLAHAILLALLAH
Tiada yang nyata hanya Allah s.w.t.


Tetapi pada zikir orang Tarekat adalah lebih ringkas lagi dengan hanya terus menyatakan ALLAH saja. yaitu diri batin yang mengandungi Diri Rahasia Allah s.w.t.

Zikir penyaksian diri batin ini dilakukan sambil si pengamalnya menilik diri bathinnya.

Disini dapat-lah diterangkan bahwa konsep yang disimpulkan pada zikir Asma’ ini adalah

LA MAUJUDU ILLALLAH

Artinya :

Tiada yang wujud pada zahir dan bathinnya hanya Allah s.w.t. semata-mata.


Kemudian Zikir SIFAT itu adalah zikir keluar masuk nafas atau zikir TANAFAS yaitu : ALLAH HU. Dimana lazimnya zikir ini diamalkan oleh kumpulan orang-orang HAKEKAT. Sesungguhnya zikir ini adalah, zikir dimana pengamal-pengamalnya telah memahami konsep pada penyaksian diri ZAHIR dan BATHIN dimana mereka telah mendapat petuah penyaksian diri daripada gurunya yang mursyid lagi makrifat.
Jadi bila seseorang itu berzikir dengan zikir SIFAT maka berarti dia menyatakan pada diri zahir dan bathin-nya tentang dua konsep pegangan diatas.
.

ALLAH HU
LAILLAHAILLALLAH MUHAMMADARRASULULLAH


Tiada yang nyata pada diriku hanya diri bathin dan Muhammad (diri zahir) adalah penanggung Diri Rahasia Allah s.w.t.

Adapun Zikir ZAT dengan me-lafaz-kan Zikir Rahasia NUFUS yaitu A HU, zikir ini juga dinamakan zikir pertemuan Makrifat antara ZAKAR dan FARAJ ketika berlangsungnya persetubuhan.
Zikir ini adalah zikir “NYATA MENYATA” di antara pemberi dan penerima yaitu ZAT dan SIFAT yang KAMIL MULKAMIL yang makrifat antara satu dengan lainnya.

Adapun yang dimaksud kamil-mulkamil di antara satu dengan lain itu adalah satu kesatuan antara diri zahir dan bathin ataupun antara Hakekat Diri Allah dan Hakekat Muhammad tidak boleh lagi bercerai berai diantara satu dengan lain pada konsep Makrifat.

Untuk keterangan lanjut dan lebih mendalam silahkan bertanya kepada orang yang mursyid lagi makrifat .

Syareat           = Zikir Af’al      = LAILLAHAILLALLAH
Tarekat           = Zikir Asma’ = ALLAH
Hakekat          = Zikir Sifat     = ALLAH HU
Makrifat          = Zikir Zat       = A HU


Pada peringkat awal bagi orang-orang MUFTADI (orang yang baru belajar), mereka biasanya diberi petuah oleh gurunya supaya mengamalkan dan berpegang dahulu dengan hakekat syahadat tauhid dan bagi orang-orang MUTTAWASID (orang-orang pertengahan) biasanya diberi petuah oleh gurunya mengamalkan Zikir Asma’ (ALLAH). Sedangkan bagi orang MUNTAHI (orang yang faham) biasanya mengamalkan Zikir Sifat (ALLAH HU) dan Zikir Zat (A HU).

by Ilmu Hakekat Usul Diri

 

ZIKIR (2)



Adapun zikir LAILLAHAILLALLAH adalah zikir Isbab, sedangkan yang dikatakan Nafi itu adalah dengan kita me-nafi-kan diri zahir kita ini tidak mempunyai hak atas sesuatu kecuali nyata hak Allah s.w.t. semata-mata.:

LA HAYYUN                                   : Hidup-ku bukan Hidup-ku
LA ILMUN                                        : Ilmu-ku bukan Ilmu-ku
LA SAMIUN                                     : Mendengar-ku bukan mendengar-ku
LA BASHIRUN                               : Melihat-ku bukan melihat-ku
LA KADIRUN                                  : Kuasa-ku bukan kuasa-ku
LA MURIDUN                                 : Kehendak-ku bukan kehendak-ku
LA MUTTAKALLIMUN           : Berkata-kata-ku bukan berkata-kata-ku
BILHAKKI ILLALLAH            : Kecuali semua-nya itu Hak Allah semata-mata.

Ber-awal LA itu adalah nafi bagi diri zahir dengan satu pegangan tubuh zahir ini bukan tubuh kita kecuali diisbabkan dengan ILLA   yaitu pada menyatakan dengan suatu pegangan penyaksian yang mutlak bahwa yang wujud pada diri zahir kita ini adalah pada yang mengisbabkan kepada ILLALLAH Jadi bila dikatakan ILLALLAH      berarti kita menyatakan dengan satu penyaksian yang mutlak bahwa diri batin kita itu adalah hanya Allah s.w.t. semata-mata. Dalam hal ini untuk pemahaman yang lebih mendalam silahkan baca kembali pada uraian yang membahas hakekat syahadat.

Adapun zikir ALLAH adalah zikir Asma’ dan sesungguhnya yang dikatakan zikir Asma’ itu adalah karena nama ALLAH yang ber-Sifat dan ber-Zat itu nyata meliputi pada seluruh alam Saghir dan alam Kabir yaitu pada diri manusia dan alam semesta.

Semuanya tiada teruang sedikitpun kecuali samad dengan Zat, Sifat, Asma, dan Af’al Allah s.w.t. semata-mata.

Seperti firman Allah s.w.t.

WALILLAHI MASYRIKU WAL MAGRIBU WA’AINAMA TUALLU FASYAMMA WAJHULLAH

Artinya :

Sesungguhnya milik Allah s.w.t. itu dari mashrik dan maghrib, dimana saja kamu menghadap disitulah kamu akan melihat wajah Allah s.w.t.


Oleh karena itu bila kita melafazkan ALLAH maka dengan secara otomatis pada hakikatnya kita men-yaksik-an bahwa semua yang wujud ini adalah Allah s.w.t. semata-mata, tiada yang lain hanya Allah s.w.t. yaitu.:

SYUHUDU WAHDAHU FI KASYRATIN

Artinya :

Saksilah pada yang satu itu kepada yang banyak.


Adapun zikir ALLAH HU adalah zikir SIFAT. Zikir ini adalah ber-konsep-kan :

SYUHUDU KASRATIN FI WAHDAH

Artinya :

Saksilah pada yang banyak kepada yang satu


Yaitu dengan memahami apa saja yang ada, apa juga yang berlaku, dan apa juga yang terjadi adalah daripada SUMBER yang satu yaitu Allah Ta’ala jua yang meliputi pada zat, sifat, asma, dan afaal.
Disini bila dilafazkan ALLAH HU maka berarti hilangnya segala yang zahir dan nyata-lah segala yang batin yaitu Allah Taala jua. Untuk memahaminya secara mendalam silahkan lihat kembali pada uraian-uraian yang lalu.
Adapun zikir A HU adalah zikir ZAT atau dinamakan juga Zikir Makrifat. Zikir ini ber-konsep-kan kepada :

SYUHUDU WAHDAHU FI WAHDAH.

Artinya :

Saksilah pada yang satu didalam yang satu.


Sesungguhnya maksud saksilah pada yang satu didalam yang satu adalah dengan cara berkonsepkan penyaksian yang satu dari yang satu yaitu semuanya dari pada Allah dan kembali kepada Allah.

INNA LILLAHI WAINNA ILLAIHI ROJIU’N

Artinya :

Semuanya dari Allah dan harus kembali kepada Allah

–       Zat itu dari pada Zat yang satu,
–       Sifat itu dari Sifat pada yang satu,
–       Asma, itu dari pada Asma yang satu
–       Af’al itu didalam Af’al yang satu

Jadi.. Zat Sifat, Asma, dan Af’al Allah Taala Semesta Alam jua,

Sesungguhya semua yang wujud dan zahir adalah dari pada yang satu dan sebenarnya memang satu dan tidak di-sekutu-kan dengan yang lain dari pada yang satu.

Bahwasanya Allah Taala menzahirkan SifatNya untuk menyatakan ZatNya dan menzahirkan Af’alNya untuk menguji SifatNya dan menzahirkan AsmaNya semata-mata untuk menyatakan  Sifat af’alNya dan ZatNya.


Tidak ada sebab lain Allah Taala menzahirkan segala-galanya melainkan untuk diriNya saja

Setelah kita menyentuh dan memahami tentang konsep tentang ZIKIR tersebut maka kita harus juga mem-bicara-kan tentang petuah-petuah dan adab-adab berzikir supaya zikir yang dilafazkan itu akan mencapai tujuan untuk membersihkan hati kita dengan Allah s.w.t.

Perlu untuk ditegaskan disini bahwa sesuatu zikir yang dikerjakan tanpa mengikuti adab dan petuah-petuah berzikir niscaya zikir tersebut akan menjadi sia-sia karena tidak mencapai matlumat zikir yang sebenarnya.

Banyak orang berzikir mengikuti selera masing –masing, terasa hendak berzikir dengan nyaring lantas dinyaringkan suaranya, terlintas dihatinya hendak dilagukan zikir tersebut, lantas dilagukanya, terasa hendak dilenggak-lenggokan tubuhnya, lantas dilenggak-lenggokkan tubuhnya, pendek kata berzikir bagi mereka adalah dengan cara melafazkan zikir mengikuti sekehendak hati tanpa mendapat petuah yang mutlak untuk mencapai matmulat zikir yang dikerjakannya..

ASAL USUL DIRI KITA

                                             

 USUL DIRI

by Ilmu Hakekat Usul Diri

sebelum kita mengenal agama ada baiknya kita mengenal tuhan pencipta semesta alam ini..!!

** HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH **

Pada alam Gaibul Gaib,  dalam  keadaan belum ada apa-apa, belum ada Awal dan belum Akhir, belum ada Bintang, belum ada Bulan, belum ada Matahari, belum ada Bumi ini, belum ada sesuatu apapun, bahkan belum ada Tuhan yang bernama ALLAH, saat itu yang ada hanya ZAT semata-mata maka dalam keadaan ini diri yang punya ZAT tersebut telah mentajalikan dirinya untuk memuji dirinya.
Maka ditajalinya Nur Allah kemudian ditajalinya pula Nur Muhammad (Insan Kamil) pada peringkat ini disebut martabat : Anta Ana – Ana Anta ( aku engkau engkau aku ) maka dalam keadaan ini si empunya ZAT telah bertanya kepada Nur Muhammad  dan sekalian Roh untuk menentukan kedudukan yaitu taraf ketuhanan dan taraf hamba, lalu ditanyakannya kepada Nur Muhammad “  ini Tuhanmu? “ maka dijawablah oleh Nur Muhammad yang mewakili seluruh Roh “ Ya.., Engkaulah Tuhanku “.
Hadist….( cari )

Firman… (cari)
Hadist qudsi : aku suka mengenal diriku, lalu aku jadikan mahluk ini dan aku perkenalkan diriku kepada mereka lalu mereka juga mengenalkan diriku.
Apa yang dimaksud dengan mahluk ini ialah Nur Muhammad sebab seluruh kejadian alam semesta ini dijadikan dari pada Nur Muhammad maka sesudah Roh-roh itu bersumpah  jadilah alam Kabir ini atau alam Semesta ini.
Sebelumnya diri yang empunya ZAT (Zattul Haq) dalam rangka untuk memperkenalkan dirinya, DIA menyerahkan rahasia dirinya kepada Nur Muhammad (Manusia) tetapi di dalam hal ini sebelum manusia sanggup menerimanya tidak ada satupun mahluk di alam
semesta ini yang sanggup memikul suatu rahasia besar  yaitu rahasia diri ALLAH s.w.t.
Pernah ditawarkan rahasia itu kepada langit, bumi, gunung-gunung tetapi semuanya tidak sanggup untuk menerimanya.
Tujuan empunya ZAT mentajalikan Nur Muhammad itu adalah untuk memperkenalkan dirinya sendiri dengan diri rahasianya, maka diri rahasianya itu ditanggung dan diamanahkan kepada yang bernama INSAN yaitu yang bertubuhkan diri batin yang bernama ALLAH (Rohani).

Hadist qudsi : al insanu sirrih wa anna sirruh   ( Manusia itu rahasia aku dan aku rahasianya )

Firman… (cari )
Maka, terimalah manusia diri rahasia Allah itu dan menjadi tanggung jawab manusia menjaga amanah tuhannya itu dengan cara mengenal dirinya serta memuji dan memuja rahasia dirinya sejak ia dilahirkan ke alam dunia sampai ia kembali kehadirat Tuhan pemilik rahasia.
Disamping itu manusia juga diamanahkan untuk menjadi pemerintah diantara semua mahluk yang ada di alam kabir (alam semesta) yang terbentang luas ini.
Firman allah surah al-baqarah ayat 30
Firman allah surah an-nur ayat 55
Ini berarti dua amanah penting yang harus dipikul dan menjadi tanggung jawab manusia :

Pertama : menjaga, mengenal, memuji dan mengembalikan amanah rahasia itu kepada yang punya rahasia yang dikandung oleh alam sagir yaitu batang tubuh manusia itu sendiri
Kedua : menjaga amanah pemerintahan di alam semesta ini.

Dengan lain perkataan tugas manusia adalah menjaga dan mengawal hubungannya dengan tuan empunya diri rahasia dan juga dengan mahluk lain.
Oleh karena diri rahasia telah diterima maka menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan sumpahnya dahulu, dan untuk tujuan ini maka Adam dizahirkan untuk meperbanyak diri-diri penanggung rahasia dan berkembang dari satu dekade ke satu dekade, dari satu generasi ke generasi yang lain, sampailah alam kabir ini mengalami kiamat dan rahasia dikumpulkan kembali.
Adapun yang dinamakan manusia itu adalah karena dirinya mengandung rahasia, dengan lain perkataan manusia artinya dirimu mengandung rahasia.
Oleh karena diri manusia menanggung rahasia maka manusia haruslah berusaha mengenal dirinya karena dengan mengenal dirinya saja manusia tersebut akan dapat mengenal tuhannya dan kembali menyerahkan dirinya kepada empunya diri dikala berpisah roh dan jasad.
Firman surah An-nisaa ayat  58
Perlu ditegaskan sekali lagi tujuan utama Allah menyerahkan amanah dirinya kepada manusia adalah untuk memperkenalkan dirinya dan memuji dirinya dengan diri rahasianya yaitu allah memuji dirinya dengan dirinya sendiri

Hadist qudsi ; Man arafah nafsahu fakad arafah rabbahu ( barang siapa engenal dirinya maka dia akan mengenal tuhannya )

Firman : wama halaqnal Jinnah wal insa illah liat budu ( tidaklah aku jadikan jin danmanusia kecuali untuk menyembah )
Dalam menjalankan tugas harian dalam konteks “ Hubungan manusia dengan Tuhannya “ agar janji dapat tertunaikan dan sumpah dapat di pelihara maka Iblis di tugaskan bersama-sama dengan kelompoknya Syaitan untuk membuat ujian dan godaan terhadap keteguhan sumpah janji.
Iblis dan konco-konconya akan berusaha sedaya upaya agar bisa menepis kesetiaan sumpah janji manusia terhadap Allah.
Manusia-manusia yang tidak berpedoman dan hampa akan terbang mengikuti arus angin ujian, maka rugilah manusia tersebut dan jadilah dia seperti    “ Binatang yang pandai Bicara “  tetapi bagi manusia yang teguh dan berprinsip dan mengerti serta mengetahui tugas sumpah janjinya maka dia akan mampu melewati ini semua dan  duduk disisi Allah, mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Firman Allah Surah Yasin ayat 60
Firman Allah Surah Al-Balad ayat 4
Adapun manusia pada awalnya sebelum di zahirkan kealam Kabir dan diwaktu bayi adalah bersih disisi Allah swt, tetapi setelah bergelut dengan pengaruh lumpur-lumpur kehidupan masyarakat dan hanyut dengan arus ujian iblis dan konco-konconya serta lalai terhadap tugas utamanya maka manusia menjadi kotor, kalau sudah begini maka tertutuplah pintu hubungan diantara Tuhan dan hambanya.

Hadist ; Sesungguhnya kelahiran seseorang anak itu bersih tetapi ibu bapaknya yang menjadikan dia yahudi, nasrani atau majusi.

Bila kotoran yang melanda manusia ini dibiarkan terus maka akan terbentuk darah kotor yang mengkristal di bagian bawah jantung ini berarti manusia tersebut tidak mempunyai hati nurani dan manusia  yang sudah kehilangan hati nurani ini semakin lama semakin jauhlah jarak hubungan antara Tuhan dengan dirinya yang kotor itu, manusia yang berperangai begini akan terus hanyut di dalam lumpur-lumpur kehidupanya didalam dunia ini, mereka ini akan lupa akan Tuhannya dan juga diri sendiri, hidupnya berpura-pura menjadi manusia tetapi sebenarnya lebih hina dari pada binatang,
Manusia seperti ini mempunyai mata tetapi buta, mempunyai telinga tetapi tuli, mempunyai hati tetapi tidak dapat memperhatikan.. Seluruh kemudahan rejeki yang mereka peroleh digunakan untuk tujuan mengabaikan dan menjauhkan hubungan dirinya dengan Allah swt.
Mereka ini hanya pandai menyumbat perut bodohnya dengan makanan, menyuci tubuh mayatnya dengan sabun ini – sabun itu namun mereka merelakan Rahasia Allah yang ada pada tubuhnya kurus kering kerontang dan kotor bagai bangkai yang busuk.

imanya manusia ini jeleknya lebih dari segala-galanya

Firman allah Surah Al-Araaf ayat 179
Lantaran itu manusia seperti ini akan menghadapi penyakit “ kotor hati yang kronis“ yang menyebabkan manusia tersebut merana didalam kegelapan tersesat untuk kembali kepangkuan Tuhannya. Dan selama hidupnya di dunia ini akan terputus hubungannya dengan Allah s.w.t
Firman Allah surat Al-Baqarah ayat 7 ( hatamallahu ala kulubihim…. )
Firman Allah lagi………….
Mereka ini sanggup menipu Tuhannya, menipu orang lain dan bahkan sanggup menipu dirinya sendiri
Firman Allah surah Al-Baqarah ayat 9
Sesungguhnya dengan menyadari hidup kita di dunia adalah semata-mata kembali kepada Allah serta menyadari pula bahwa kita hidup di dunia ini terus diuji akan kesetiaan dan keteguhan kita dengan sumpah janji yang pernah kita ucapkan maka kita haruslah menyucikan Hati kita, menyucikan seluruh anggota Zahir dan Batin kita supaya hubungan kita dengan Allah di dunia dan akhirat tidak terputus walau sesaatpun dan kita menjadi  manusia yang diridhoi oleh Allah dan dapat duduk disisinya di Akhirat nanti….. amin!
Adapun cara mendekatkan hubungan antara hamba dengan Tuhannya itu telah di bagi oleh para Ulama menjadi 4 bagian ;

Secara Syareat, Secara Tarikat, Secara Hahekat dan Secara Makrifat

Dengan kita mengetahui cara-cara untuk mendekatkan hubungan dengan Allah maka kita akan menjadi manusia yang baik antara kita dengan Allah dan hubungan kita dengan sesama mahluk dan alam sekitar  yang pada akhirnya kita akan di karuniakan keridhoannya dan dapat berada disisi Tuhannya.
Cara Syariat :
Adapun yang dimaksud dengan cara syariat adalah suatu cara zahir  yang membentuk suatu peraturan antara manusia dengan Allah, manusia dengan sesama manusia dan dengan mahluk-mahluk lain.
Peraturan–peraturan syariat ini telah di gariskan oleh Allah didalam Al-Quran dan juga di gariskan oleh Rasullullah melalui perbuatan dan ucapan yang diberinama  Hadist.,
Jika manusia benar-benar mengikuti peraturan–peraturan syariat ini maka manusia itu tidak mungkin tersesat dalam hidupnya di dunia ini dan selamatlah di akhirat nanti, sebagaimana sabda Rasullullah :

Artinya : Kamu tidak akan sesat selama-lamanya jika kamu berpegangan kepada kedua-duanya yaitu Al-Quran dan sunnah Rasul.

Didalam peraturan-peraturan ini Allah telah menggariskan hubungan diriNYA  dengan manusia dan hukum-hukum hidup secara individu maupun secara bermasyarakat.
Di dalam syariat dibahas  soal-soal Akidah, soal Ibadat, soal Muamalat, soal Munakahat, dan lain-lain peraturan untuk kebahagian manusia dunia dan akhirat.
Ditentukan juga garis-garis panduan hidup, tentang mana yang wajib, haram, sunnah dan makruh, dosa pahala, surga, neraka dengan kata lain Syariat mengariskan dasar pokok “ Kerjakan apa yang diperintahkan dan jauhi apa yang dilarang “
Adapun peringkat cara syariat adalah suatu peringkat peraturan pengabdian hamba terhadap Tuhannya dengan mengikuti garis panduan dan peraturan-peraturan yang sudah ditentukan maka dengan mengikuti ini semua, seseorang manusia itu menjadi taraf hamba yang paling baik.
Suatu hal yang perlu di ingatkan pada peringkat Syariat ini adalah pengamal-pengamalnya benar-benar mengharapkan balasan atau upah dari setiap apa yang mereka kerjakan
Dan dengan upah-upah kerja yang dilakukannya itulah mereka yakin akan menentukan apakah mereka akan di masukan ke Surga atau Neraka
Jadi dapat disimpulkan disini bahwa  mereka mengerjakan apa yang diperintahkan karena mengharapkan surga dan tidak melakukan apa yang dilarang karena takut akan siksa neraka, perinsip mereka adalah “ Buat baik di balas baik – Buat jahat dibalas jahat “
Firman Allah Surah Az-zalzalah ayat 8
Firman Allah surah Mu’minun ayat 102-103

Disamping mereka berusaha untuk melakukan suatu pekerjaan yang diperintahkan secara IKHLAS untuk Allah semata-mata, dibalik itu mereka juga benar-benar mengharapkan satu balasan yang setimpal dengan apa yang dilakukanya

Ini bermakna mereka mengabdi kepada Tuhannya dengan ada maksud-maksud tertentu ibaratnya “ ada udang di balik batu “ pekerjaan mereka bolelah kita sebut sebagai  : “ Pengabdian separuh hamba “
Lantas jika mereka benar-benar bersifat hamba yang tulen maka sudah tentu apapun pekerjaan yang dilakukan oleh mereka sudah tentu mereka tidak mengharapkan balasan apapun dari Tuhannya karena setiap balasan bukanlah sesuatu yang boleh untuk diminta-minta tetapi itu adalah satu karunia daripada Tuhannya
Firman Allah surah Al-Jin ayat 13

Apakah pantas seseorang yang mengaku dirinya hamba menagih janji dari Tuhannya? Dan apakah mereka sangsi akan janji Tuhannya?

Seharusnya bagi mereka yang mengaku dirinya hamba sudah tentu tidak mengharapkan sesuatu balasan apapun dari Tuhannya
Sesungguhnya bagi mereka yang mengikuti cara syariat ini akan mencapai martabat : BERIMAN DAN SOLEH  dan dengan mematuhi segala peraturan-peraturan maka mereka akan di karuniakan surga di akhirat nanti.
Firman Allah Surah Al-Kahfi ayat 107
Perlu di ingatkan masuknya surga bagi orang-orang syariat ini bukan sekali-kali karena pahalanya tetapi sekedar balas IHSAN daripada Allah karena kepatuhannya dengan Allah
Walaupun seberapa banyak pahala yang mereka peroleh maka sudah barang tentu tidak bisa untuk membeli surga karena surga bukanlah suatu yang murah yang menjadi barang dagangan yang bisa untuk  dibeli sebaliknya orang-orang syariat haruslah berikhtiar sedaya upaya agar menjadikan diri mereka seorang Mukmin supaya Allah sendiri membeli dirinya dan hartanya dengan Surga atas dasar perjuangan mereka menegakkan peraturan-peraturan Allah di dalam hidupnya.
Firman Allah (cari)
Maka berbahagialah bagi mereka-mereka yang mengamalkan cara syariat yang menduduki taraf  martabat dirinya sebagai seorang hamba yang Mukmin dan mereka memang dijamin oleh Allah Surga dan kekallah mereka selama-lamanya.
Firman Allah surah Ash-Syafaat ayat 111
Adalah perlu ditegaskan disini bahwasanya hasil akhir pengajian syariat adalah untuk mendapatkan suatu yang bernama SURGA, dan menjauhkan diri dari neraka, berusaha mendapatkan banyak pahala, mengurangi dosa, mengerjakan apa yang diperintahkan, tinggalkan apa yang di larang.
Cara Tarekat :

Adapun jalan Tarekat ini adalah jalan yang pernah dilalui oleh para wali-wali Allah dengan tujuan untuk mendekatkan dirinya dengan Allah, ini merupakan suatu jalan bagaimana hendak menyucikan diri dan hati agar terbentuk satu hubungan antara dirinya dengan Allah.

Suatu jalan tarekat yang sebenarnya adalah merupakan satu cara mensucikan diri untuk menuju kehadirat Allah Taala dan jalan ini hendaklah mempunyai sambungan ke Rasullullah S.A.W.
Jalan tarekat yang mendapat restu dari junjungan agung Rasullullah itu kemudian diwarisi oleh para sahabat Baginda dan seterusnya bersambung menjadi mata rantai dan diwarisi pula oleh para wali Allah yang agung dan sampailah kepada seseorang guru awal kemudian diajarkan sampai dengan guru akhir sampai kini dan seterusnya.
Oleh sebab itu barang siapa yang mengikuti pengajian Tarekat maka menjadi tanggung jawabnya untuk mengetahui asal pangkalnya dan pastikan berasal dari Rasullullah dan para sahabatnya.
Jalan tarekat adalah suatu cara memuja dan memuji Allah dan melatih diri agar tidak melupai Allah pada setiap detik dan memberi segala keagungan dan mebesaran hanya kepada Allah semat-mata.
Cara untuk mensucikan diri dan hati adalah melalui proses mengenal nafsu-nafsu yang yang kita miliki. Agar kita tidak lalai dan lupa dirinya dan tuhannya,
Firman Allah dalam Alquran : 1,2 dan 3
Adapunafsu yang dimiliki oleh manusia seperti yang tercatat didalam ’an ada 7 yaitu :

Nafsu Amarah,Nafsu Malhamah, Nafsu Lawamah, Nafsu Mutmainnah, Nafsu Radhiah, Nafsu Mardhiah, Nafsu Kamalia

Dengan mengenal nafsu-nafsu tersebut maka orang-orang tarekat akan mencapai martabat ditaraf nafsu-nafsu tersebut yang mempunyai kelebihan yang berbeda diantara martabat yang satu dengan yang lainnya.
Untuk mengenal dan mencapai martabat nafsu-nafsu itu seseorang itu hendaknya menuntut dan mengamalkan jalur ilmu tarekat dari guru-gurunya yang mursyid dan dapat pula mencapai martabat nafsu-nafsu tersebut,
Disamping mereka harus mengikuti petuah-petuah yang dianjurkan oleh guru mereka dari satu peringkat ke peringkat yang lain sehingga menjadi manusia sempurna (insan kamil) dan diridhoi Allah di dunia dan Akhirat.
Mereka hendaklah menjalani tarekat mereka dengan tekun dan penuh usaha agar tercapai martabat yang tertinggi.
Apapun pekerjaan dan amalan orang-orang tarekat tidaklah lagi mengharapkan pahala, artinya apa yang diamalkannya hanya untuk mendekatkan dirinya dengan Allah setiap saat, mereka tidak mengharapkan pahala atau surga tetapi semata-mata untuk mengenali tuhannya dengan berusaha untuk mengenali dirinya sendiri, tujuan mereka hanya Allah semata-mata tanpa embel-embel, sebagaiana mana kata yang masyhur ini : “ Padaku tiada pahala, tiada surga yang ku idam-idamkan adalah kekasihku Allah jua “
Perlu ditegaskan disini bahwa tujuan akhir pengajian Tarekat adalah untuk mengenal diri dan mengenal Allah, mensucikan nafsu dirinya ke suatu derajat nafsu yang tertinggi, kemuliaan dengan Allah s.w.t, mereka akan terus berusaha untuk mendekatkan dirinya dengan Allah selama masa hidupnya di alam fana ini, dalam setiap waktu dan setiap saat.
Cara Hakekat :

Cara ketiga adalah cara hakekat, adapun jalan ilmu hakekat ini adalah dengan cara menyelami dan mengenali diri sendiri yang merupakan satu-satunya jalan kearah Makrifat diri denga Allah dan ini adalah jalan yang dilalui oleh wali-wali Allah, Arifinbillah dan para Aulia.

Mereka-mereka yang menjalani pengajian ilmu Hakekat ini akan beriktiar dengan tekun dan tabah untuk mendekatkan dirinya dengan Allah dengan cara membongkar, menyelidiki dan menyaksikan rahasia diri sendiri yaitu rahasia Allah yang ditanggung oleh dirinya dan berusaha membentuk dirinya menjadi manusia  Kamil Mulkamil.
Bagi mereka yang hendak menuju kehadirat Allah dengan jalan Hakiki ini maka hendaklah mereka terlebih dahulu menjalani cara tarekat dan telah mampu membersihkan dirinya dari segala bentuk syirik kepada Allah taala.
Mereka hendaklah menjalani pengajian ini dengan guru-guru hakiki dan makrifat serta mursyid yang mempunyai pengetahuan yang luas serta mencapai ketahap martbatnya, disamping itu orang-orang hakiki haruslah mendapat didikan secara terperinci dari guru-guru gaib yang terdiri daripada wali-wali Allah yang teragung, nabi-nabi dan rasul-rasul.

Guru-guru Gaib ini akan mengajarkan mereka di samping guru zahir yang mursyid yang melatih mereka menjalani alam ilmu hakiki.

Guru-guru gaib akan mengajarkan mereka ilmu hakiki melalui LADUNI. ( untuk pengetahuan lebih jelas silahkan bertanya kepada guru-guru hakiki, makrifat lagi mursyid )
Dengan menjalani jalan hakiki maka manusia tersebut akan mencapai kesuatu tahap tertinggi disisi Allah dan sesungguhnya berbahagialah orang-orang hakiki yang mencapai martabatnya dan dapatlah mereka duduk disisi Allah di dunia dan akhirat.
Orang-orang hakiki yang sampai martabanya bukan saja mulia disisi Allah tetapi mereka juga mendapat kemuliaan dikalangan masyarakat dan dipuja oleh masyarakat sepanjang hayatnya.
Perlu ditegaskan disini bahwa tujuan akhir pengajian hakekat adalah untuk menjadi Allah pada zahir dan bathin yakni pada diri zahir dan diri bathin pada martabat kemuliaan Insan kamil mulkamil, Tiada sesuatupun pada dirinya kecuali Allah semata-mata.
Cara Makrifat :

Sementara jalan Makrifat ini adalah suatu jalan yang pernah dilalui dan dialami oleh para wali-wali Allah yang Agung, para Arifinbillah dan para Aulia, Nabi dan Rasul.

Seseorang yang ingin menuju kejalan makrifat kepada Allah haruslah terlebih dahulu menjalani latihan pada peringkat jalan hakekat karena jalan hakekat adalah sambungannya ke jalan Makrifat.
Orang-orang makrifat akan membongkar segala rahasia alam Kabir (alam semesta), rahasia alam Saghir ataupun atau alam gaib dan alam gaibul gaib.
Bagi mereka yang menjalani jalan makrifat, mereka diasuh bukan saja oleh guru zahir, hakiki lagi makrifat, guru-guru gaib yang terdiri dari wali-wali Allah, nabi-nabi dan para Rasullullah malahan bagi mereka yang sedang menuju ke jalan Makrifat ini akan di ajar sendiri oleh tuhannya melalui guru bathin yaitu diri rahasia Allah (diri rahasianya sendiri).
Bagi mereka yang mencapai ke peringkat makrifat ini, mereka adalah manusia yang luar biasa yang akan mendapat martabat, derajat dan kesaktian serta keridhoan yang paling tinggi disisi Tuhannya dan mereka duduk bersama tuhannya dan diberi kesempatan untuk menjelajahi tujuh lapis langit, tujuh lapis bumi, Arash dan Qursi, Surga dan Neraka semasa hidupnya di dunia ini.
Alangkah mulianya kita jika bisa mencapai martabat ini, kitalah orang tertinggi didalam segala hal dalam pandangan Allah s.w.t.
Orang-orang yan mencapai martabat ini akan mendapat sanjungan dari Allah s.w.t dan dari manusia sejagad, mereka akan dihormati sepanjang hayat mereka.
Matlumat terakhir dari pengajian Makrifat adalah untuk kembali semula menjadi Tuhan yaitu pada martabat diri kita di alam gaibul gaib yakni Ahdah. ( untuk pemahaman lebih mendalam silahkan bertanya kepada orang-orang Makrifat lagi mursid )
Semoga bermanfaat 

PENYAKIT NAFSU DAN PENAWARNYA

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Uyub Al-Nafsi wa Dawaa’uha Oleh Imam Abu Abdul Rahman Al-Sulamiy (325H-412H) Muqaddimah Saya telah diminta oleh beberapa orang syeikh r.m.h agar dapat menyusun satu kitab yang membicarakan perihal yang bersangkutan dengan jiwa dan nafsu manusia serta perkara-perkara yang tersirat berhubung dengannya. Saya cuba untuk menyumpurnakan permintaan ini. Lali saya susun satu buku yang berkaitan dengan ini. Saya memohon kepada Allah agar mengurniakan keberkatanNya. Semuanya saya tulis setelah mendapat jawapan yang positif daripada solat istikharah yang saya lakukan. Hanya Allah sahaja yang membalasnya dan Dia jugalah sebaik-baik Pelindung. Selawat dan salam kepada Nabi Muhammad s.a.w., keluarganya dan para sahabat. Firman Allah SWT yang bermaksud, “…. Sesungguhnya nafsu manusia itu sangat menyuruh kepada kejahatan ….” (Surah Yusof : 53) Firman Allah SWT yang bermaksud, “…. serta ia menahan dirinya dari menurut hawa nafsu.” (Surah al-Nazi’ah : 40) Firman Allah SWT yang bermaksud, “Dengan yang demikian bagaimana fikirannu(wahai Muhammad) terhadap orang yang menjadikan hawa nafsunya tuhan yang dipatuhinya ….” (Surah al-Jathiyah : 23) Banyak lagi ayat-ayat Al-Quran yang merakamkan tentang kejahatan nafsu serta sedikitnya kecenderungan nafsu kepada kebaikan. Hal ini dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w. dalam hadith baginda:1 Yang bermaksud, “Bala bencana, hawa nafsu dan syahwat telah diadun sebati dengan tubuh Adam.” 2 Penyakit Pertama Ia menyangka bahawa ia telah berjaya mengetuk pintu ketuhanan dengan berbagai-bagai zikir dan amal ketaatan. Pintu itu memang terbuka tetapi laluan untuk rujuk kepada Allah di dalam jiwa ditutupnya, disebabkan oleh banyaknya dosa-dosa yang telah dilakukan. Kata Ibn Masruq, pada suatu hari Rabia’ah al-Adawiyah3 telah lalu dimajlis Soleh al-Murra, lalu Soleh berkata, “Siapa yang berterusan mengetuk pintu ketuhanan Allah akhirnya ia akan dibuka,” lalu dijawab oleh Rabia’ah al-Adawiyah, ” Pintu itu terbuka tapi kamu lari daripadanya. Bagaimanakah kamu boleh sampai kepada matlamat perjalanan sekiranya kamu tersalah jalan sejak dari langkah yang pertama lagi? Bagaimanakah seseorang hamba itu dapat membebaskan dirinya daripada pengaruh jahat nafsunya sedangkan ia sentiasa dikuasai oleh syahwat? Atau bagaimanakah seseorang itu mampu membebaskan dirinya daripada kongkongan hawa nafsu sedangkan ia tidak menegah dirinya daripada melakukan dosa-dosa?” Kata al-Sulamiy, Ibn Abu Dunya4 berkata, para ahli hikmah berkata, “Janganlah kamu meletakkan harapan yang tinggi untuk mendapat kejayaan menuju Allah sedangkan dirimu diselaputi dosa.” Rawatannya ialah sepertimana kata Sarij al-Saqati,5″Hendaklah kamu sentiasa menurut jalan hidayah, mempastikan segala pemakanan bersumber daripada yang halal serta menyempurnakan ketakwaan kepada Allah.” Penyakit Kedua Apabila ia menangis maka hilanglah rasa dukacitanya dan ia berada di dalam keadaan senang hati. Rawatannya ialah dengan sentiasa melazimi perbuatan menangis berserta perasaan dukacita oleh kerana dosa yang ia lakukan sehingga ia tidak berhajat kepada keinginan untuk bersenang hati. Oleh itu apabila seseorang diuji oleh Allah dengan perasaan dukacita, ia tidak akan menangis dengan sebab dukacita itu, bahkan ia akan merasa senang hati dan bergembira jika tangisan itu lahir daripada rasa takut kepada Allah kerana dosa yang dilakukannya. Sesiapa yang menangis kerana dukacita maka tangisan itu akan menambahkan lagi beban dukacita yang ditanggungnya. Penyakit Ketiga Apabila ia ditimpa mudarat ia akan mengadukannya kepada kuasa yang tidak mampu merungkai mudharat tersebut. Bagitu juga, dia akan meletakkan pergantungan harapannya kepada sesuatu yang tidak akan mampu memenuhi harapannya. Ia juga berhempas pulas dan menumpukan perhatian sepenuhnya mencari rezeki sedangkan rezekinya telah dijamin oleh Allah. Rawatannya ialah dengan memperbetulkan keimanan dengan menyakini sepenuhnya firman Allah s.w.t. : Yang bermaksud, “Dan jika Allah mengenakan engkau dengan sesuatu yang membahayakan, maka tiada sesiapa pun yang akan dapat menghapuskannya melainkan Dia(Allah); dan jika Ia menghendaki engkau beroleh sesuatu kebaikan, maka tiada sesiapapun yang akan dapat menghalangi limpah kurniaNya. Allah melimpahkan kurniaNya itu kepada sesiapa yang dikendakiNya dari hamba-hambaNya, … Firman Allah s.w.t. lagi: Dan tiadalah sesuatupun dari makhluk-makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah jualah yang menanggung rezekinya … Hakikat yang telah dinyatakan oleh ayat-ayat tersebut adalah sangat jelas bahawa semua makhluk Allah itu bersifat lemah. Di suatu sudut yang lain, semua makhluk memerlukan bantuan daripada pihak lain untuk menyempurnakan kehidupannya. Bagaimanakah orang yang memerlukan bantuan untuk memenuhi kehidupannya mampu untuk mengisi keperluan hidup orang lain. Oleh itu apabila seseorang itu ternyata lemah serta tidak berkemampuan nescaya dia tidak akan dapat memperbaiki orang lain. Jadi dia perlu memperbetulkan salah faham ini dan hendaklah bergantung kepada Allah secara mutlak. Penyakit Keempat Dia telah mengabaikan hak-hak tertentu yang wajib ke atasnya, sedangkan sebelumnya dia telah melaksanakan hak-hak tersebut. Pengabaian ini lebih tercela apabila seseorang itu langsung tidak ambil peduli terhadap kecuaian dan kelalaian itu. Ia akan menjadi sangat tercela apabila seseorang itu tidak menyedari kelalaiannya. Keadaan ini akan menjadi lebih dahsyat apabila seseorang itu menyangka bahawa kehidupan agamanya sempurna walaupun keadaan dirinya penuh cuai. Hal ini berlaku kerana ketika ia melaksanakan hak-hak yang dituntut ke atas dirinya itu, sifat syukur yang ada di dalam dirinya kepada Allah sangat sedikit. Apabila semakin berkurangan sifat syukur di dalam dirinya, lalu kedudukan seseorang itu akan ditukar oleh Allah daripada menghayati dan menjunjung perintahNya kepada makam lalai dan cuai. Akhirnya seseorang itu akan terhijap daripada dapat melihat kelemahannya bahkan lebih dahsyat lagi, dia akan menganggap kejahatan dan dosa yang dilakukannya sebagai kebaikan. Hal inilah yang ditegaskan oleh Allah dalam firmanNya: Yang bermaksud, “Maka (fikirkanlah) adakah orang yang diperelokkan kepadanya amal buruknya (oleh Syaitan) lalu ia memandangnya dan mempercayainya baik,?” (Surah Fathir : 8) Rawatannya ialah sentiasa rujuk kepada Allah dalam segala hal serta melazimi zikir-zikir tertentu, membaca Al-Quran, berhati-hati dan teliti dalam sumber rezeki dan makanan dengan mempastikan yang halal, memelihara kehormatan dan maruah umat Islam, serta memohon doa daripada auli’a Allah agar melalui doanya itu Allah akan memeliharanya daripada kelemahan dan kesalahan yang telah disebutkan sebelum ini, disamping Allah akan membukakan hijab untuknya melaksanakan ketaatan kepada Allah. Penyakit Kelima Dia mentaati perintah Allah tetapi tidak dapat mencapai kemanisan di dalam melaksanakan perintah itu. Hal ini berlaku kerana amal ketaatannya itu telah bercampur baur dengan unsur-unsur riya’ dan tidak disertai dengan keikhlasan serta tidak menurut sunnah di dalam amalan. Rawatannya ialah dengan melatih jiwa supaya ikhlas di dalam amalan, menuruti sunnah di dalam setiap perbuatan dan amalan serta memperbetulkan seluruh asas kehidupan supaya kesudahannya menepati kehendak kebenaran. Penyakit Keenam Dia mengharapkan dirinya mendapat balasan kebaikan setelah mendapati tanda kebaikan itu wujud pada dirinya. Sekiranya ia dapat mencapai kebaikan itu nescaya orang yang jiwanya hampir kepada Allah akan bermasam muka dan merasa malang dengan kehadirannya. Hal ini pemah disebutkan kepada sebahagian daripada para salaf, “Apakah pendapatmu terhadap (Seseorang yang bertahan makamnya di dalam dunia kesufian di antara dua makam)?” Lalu dijawab, “Aku pernah menyaksikan pelbagai golongan seperti itu. Kalaulah bukan kerana aku pernah menjadi seperti mereka, nescaya aku akan memohonkan keampunan daripada Allah untuk mereka. Beginilah bentuk perjalanan (jiwa yang hidup). Rawatannya ialah hendaklah diketahui sekiranya Allah mengampunkan dosa-dosa mereka sedangkan Allah menyaksikan dan mengetahui bahawa keampunan yang dianugerahkannya itu akan ditukar ganti oleh mereka itu dengan melakukan dosa dan maksiat. Oleh itu hendaklah kita merasa malu kepada Allah dan sentiasa sedar terhadap kejahatan diri sendiri. Hal ini dinyatakan oleh al-Fudail bin ‘Iyad6, “Alangkah kejinya perbuatan kamu itu walaupun kamu merasakan ianya sesuatu yang baik. Ini adalah kerana kamu telah mendahului ilmu Allah di dalam urusan tersebut.” Kata Al-Sulamiy, Yahya bin Muaz7 berkata, “Berlapar itu dianggap sebagai makanan kerana dengan berlapar itu Allah akan memperkuatkan tubuh badan para siddiqin.” Penyakit Ketujuh Jika kamu ingin membina dan menyuburkan kehidupan akhirat kamu, terlebih dahulu hendaklah kamu mematikan keinginan terhadap (keseronokan) kehidupan duniawi. Kamu tidak akan dapat berdampingan dengan Allah sehingga kamu mematikan keinginan nafsu kamu kepada perkara-­perkara yang keji.” Hal ini disebut oleh Yahya Bin Mu’az, katanya “Sesiapa yang menghampirkan diri kepada Allah dengan hati yang mendalam, Allah akan memelihara jiwanya daripada godaan nafsu. Cara menguasai hawa nafsu itu ialah melakukan perkara-perkara yang tidak disukainya, kerana nafsu itu selama-lamanya tidak akan tunduk kepada kebenaran.” Rawatannya ialah berjaga malam untuk beribadat, berpuasa, melaksanakan kewajipan yang tidak disukai oleh nafsu serta menghalang daripada pengaruh syahwat yang berbagai-­bagai. Penyakit Kedelapan Nafsu itu selama-lamanya tidak akan melahirkan kebenaran. Hal ini kerana amal ketaatan itu berlawanan dengan kehendak nafsu, bahkan akan lahirlah pula pertentangan yang lebih banyak apabila seseorang itu patuh mengikut kehendak hawa nafsu dan syahwat. Rawatannya ialah keluar daripada kongkongan nafsu itu secara keseluruhan kemudian kembali kepada Allah secara mutlak. Al-Sulamiy berkata, “Abul Qasim al-Basri berkata di Baghdad; Ibn Bazdan telah ditanya, “Atas dasar apakah seseorang itu keluar menuju kepada Allah?” Katanya,”Keluar di atas dasar dia tidak akan kembali semula ke tempat asalnya, serta dia akan memelihara dan menumpukan seluruh perhatiannya kepada Allah.” Abul Qasim al-Basri berkata, “Hal itu hanya melibatkan pencarian orang yang telah menemui hakikat ketuhanan Allah” “Bagaimana pula keadaan orang yang masih belum menemui hakikat itu?” Jawabnya, “Kemanisan iman yang lahir dipermulaan langkah menuju Allah itu akan menjadi penawar yang sangat mujarab untuk mengharungi segala kepahitan di dalam pencarian hakikat ketuhanan itu di hari-hari yang mendatang.” Enhanced by Zemanta Diposkan oleh alif braja di 02.38 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Reaksi: Tidak ada komentar: Poskan Komentar Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Selamat Datang Di Blog ALIF BRAJA Translate Diberdayakan oleh Terjemahan Arsip Blog ▼ 2012 (1471) ► Juni (375) ► Juli (475) ► Agustus (205) ▼ September (201) MENGENAL JASAD, JIWA, RUH DAN HATI ANDA MATIKAN DIRIMU SEBELUM MATI KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK : SYEIKH NAJMUDDIN KU… KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK BERKENAAN PERJALANAN … KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK BERKENAAN PRINSIP PER… KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK BERKENAAN ADAB-ADAB P… Syariat , Hakikat, Makrifat, itu berSATU PENYAKIT NAFSU DAN PENAWARNYA SEPULUH LATIFAH INSAN MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (1) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (2) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (3) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (4) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (5) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (6) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (7) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (8) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (9) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (10) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (11) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (12) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (13) MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (14) RISALATUL MURID 1 RISALATUL MURID 2 TINGKAT KETUHANAN MUJAHADAH : Pendapat Para Tokoh Sufi MUJAHADAH DARI KITAB “Risalatul Qusyairiyyah” Kejahatan Muslimin Yang Terbesar Awal Kiblat ke Arah Ka’bah Baik-Buruknya Jasad Seseorang Cobaan Di Alam Kubur Doa Cahaya Kalian akan melihat Tuhan pencipta kalian Sungguh Agama Islam Itu Mudah Tiga Hal Untuk Merasakan Lezatnya Iman Allah swt Mengharamkan Api Neraka Untuk Menyentuh … Raja Dari Semua Istighfar Lima Kelompok Golongan Syuhada Dahsyatnya Kekuatan Syaitan Untuk Mempengaruhi Ket… Sebaik-baik Ucapan dan Petunjuk Tentang Syafaat Perumpamaan Orang Yang Hidup dan Yang Mati Siapa Sebenarnya Yang Mengajarkan Kekerasan dan Ra… Artikel Penghinaan Pada Ulama Hadramaut Yaman PANDANGAN TASAWUF AL-MUHASIBI Sejarah Peradaban Islam Indonesia yang Terkubur Ma’rifatullah [Mengenal Allah] Nikmat Kubur Urgensi dan Kesalahan dalam Ma’rifatullah Waspada Sifat Munafik Tahukah Kamu, Di Manakah Allah? Ma’rifatullah Puncak Akidah Islam Menyorot Kekeliruan Ajaran MA’RIFATULLAH WA MA’RIF… Qolbun Salim Nasehat Salafush Shalih untuk Kaum Muslimin Ibnu Taimiyyah dan Maulid Nabi Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim Diceritakan Qur’an Konsep Peperangan Dalam Qur’an Kenapa Sholat dan Haji Harus berkiblat kearah Ka’b… empat silabus/ tingkatan/ maqom ilmu keagamaan men… TUBUH MANUSIA HAkIkAT TAKBIR TAUHID TINGKAT ILMU ISLAM IMAN 7 martabat nafsu TAKBIRATUL IHRAM SEMBAHYANG KIBLAT SAKRATUL MAUT WHUDLU’ SHALAT 5 WAKTU RUKUN SHALAT ADA 13 PERKARA SILSILAH Tashawuf Lombok Tengah NTB. Menanti Tanda-tanda Kekuasaan Allah Di Akhir Zaman… SYAREAT ,TAREKAT, HAKEKAT, MA’RIFAT SYAIR BAHR AN-NISA HAMZAH FANSURI MENEMBUS MAKRIFA… Tasawuf Moral dan Tasawuf Falsafi Rahasia Makrifat Mengenal Lathifah-lathifah Batin dalam Thariqat Su… Ibadah Haji Para Sufi Ikhtisar Dzikir yang Sempurna Berselubung dalam Cahaya Nama-Nama Allah” CARA MENGUCAPKAN SYAHADAH Jalan Tannazul Dzat ZIKIR (1) ZIKIR (1) part 1 ZIKIR (2) ILMU ALLAH DENGAN MANUSIA Mengenal Sifat Lahiriyah Bathiniyah Kelezatan Ma’rifat Iman Dalam Pandangan Tasawuf al-mulk.penghuni langit Ulasan Tentang Ahli Ma’rifat PUSARAN ALAM SEMESTA 7 LANGIT Tiga Derajat Ilmu peran seorang Mursyid Hakikat Muhammad Dalam Penyaksian Lillahi ta’ala Bentuk Ruh Nikmat melihat Rabb Nikmat melihat Rabb Muslim tingkatan Ihsan Penerima Bendera Salafiyah Sejarah Manusia Dalam Tafsir Huruf Hijaiyah maknawi Huruf dan Angka inti alif sesudah huruf ba. Istilah Dan tahapan Akhirat dalam Al-Quran Martabat Manusia setelah adanya dunia TASAWUF dalam PENDIDIKAN ISLAM SYARIAT DAN TASAWUF DALAM KEBERAGAMAAN AL-HALLAJ kedudukan Rasulullah Saw Dan sayyidina Ali As Ajaran Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Amalan Thariqat Tijaniyah JAMAAH DZIKIR DAN HUKUM JAHR Perbanyaklah dzikir sehingga orang-orang berkata, … MAQAMAT ROH Awaluddin MAKRIFATULLAH SYAHADAH BAB SHOLAT DZAT SHOLAT ILMU HAKIKAT & ROHANI serba empat DOWNLOAD Sahih Asy-Syifaa Bagian 1 DOWNLOAD Sahih Asy-Syifaa BAGIAN 2 tawakkal Al-Qur’an dalam Konsep Ketuhanan Cinta Sejati Manusia kepada Tuhan-Nya Pribadi Berilmu Pengetahuan asfala safilin Nabi Muhammad Menjadi Nabi Terakhir Agama-agama Besar Yang Ada Di Dunia Nabi Muhammad Disebutkan DI Gulungan Laut Mati Tafsir Al Quranul Adzim TAUBAT YANG DITERIMA OLEH ALLAH SWT ADZAN ( Sebagai panggilan shalat ) manhaj salaf, manhaj ahlus sunnah wal jama’ah 1 manhaj salaf, manhaj ahlus sunnah wal jama’ah 2 manhaj ahlus sunnah wal jama’ah 3 Maktabah Islamiyah digital free download wajah tanpa hijab Wanita Yang Beriman DAN Wanita yang durhaka JENIS HIJAB MEMBAWA RUH KE ARASY PALING SUCI DI JAGAD RAYA mendoakan kebaikan untuk sesama muslim tanpa sepen… Jangan Memutus Istiqomahmu Indahnya Bersyukur Terbitnya Cahaya HAKEKAT HAKIKAT BAI’AT ORANG PERTAMA YANG MENGETAHUI KEROSULAN NABI MUHAM… Dzikir LAA ILAAHA ILLALLOH Maqam syariat ALAM RUHANIAH PERUMPAMAAN YANG MENGANDUNG HAKIKAT LAUTAN HAKIKAT AL-QUR’AN TERUNGKAP NYA SEGALA RAHASIA Ber TUHAN kan Bayangan Renungan tentang ke-SEJATI-an PASAL AL-QUR’AN Batinnya Al-Qur’an Agama Untuk Manusia Atau Manusia Untuk Agama? Hakikat Tauhid Sejati Perjalanan Dalam Mencari Kebenaran Kitab Diri satu Kitab Diri dua KITAB Diri tiga KITAB Diri empat kesempurnaan Arti Mengenal Tuhan Rahasia dari Lam-Alif Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat Rijalul Ghaib PENJELASAN KITAB TAUHID Antara Syariat Syekh Siti Jenar & Wali Lainnya informasi tentang Ruh dari para Ulama Si Raja iblis Awal Agama Mengenal Allah-Naqsyabandiyah Rahasia Nama Nabi Ibrahim as Rahasia Cahaya Dalam Shalat Ashif al Barkhiya Ilmu Syathariyah RAHASIA Di Balik Fadhilah “AL-HAWQOLAH” Asma`ul Husna dan Sifat Allah Amalan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam MAKNA DAN HAKEKAT “LAA ILAHA ILLA ALLAH” DOWNLOAD KITAB-KITAB DAN EBOOK UTAMA PARA ULAMA Ruh yang Shalat Prinsip Thariqat Naqshbandi MENJAWAB TUDUHAN TENTANG DZAT ALLAH SUBHANAHU WA T… 4 Malaikat Yang Mendatangi Orang Sakit Empat Tingkatan Murshid Segi Tiga Gunung Terbalik Dalam Kitab Rifaiyah Kitab Rahasia Hu RAHASIA KEPENTINGAN-KEPENTINGAN SHOLAT TENTANG HAKIKAT AKAL DAN PEMBAGIANNYA Penjelasan Hakikat Akal Dan bagian-bagian Akal. Kitab Barencong ► Oktober (207) ► November (8) ► 2013 (44) KETUHANAN Hubungan MANUSIA & TUHAN Powered By Blogger Temukan kami di Google+ Add to Google Mengenai Saya Foto Saya alif braja Tidak ada yang nyata kecuali Allah, la hayyun, la samiun, la bashirun, la muridun, la kadirun, la mutakallimun, la ilmun, .. BILL HAQQI ILLALLAH. Lihat profil lengkapku Element By ALIF BRAJA Your browser does not support frame. Kirim SMS Gratis FeedBurner FeedCount My Headlines KETUHANAN Kemunculan Dajjal 2/5/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Beberapa tanda kiamat, dimulai dengan… Fitnah Sebelum Adanya Fitnah Dajjal 1/30/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Fitnah Sebelum Fitnah Dajjal عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ… Fitnah Dajjal 1/30/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Fitnah Dajjal Dari Anas bin Malik radhiallahu… KEADAAN MANUSIA SESUDAH MATI 1/30/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله BAGAIMANAKAH KEADAAN MANUSIA SESUDAH MATI? Dalam… Ruh manusia setelah kematian 1/30/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله SEBUAH PERTANYAAN: Apakah ruh manusia setelah… Al-kisah Pecinta Tuhan 1/30/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Tradisi Ahli Makrifat. Diriwayatkan oleh Abu Dzar… Bacaan Shalat Paling Dahsyat 1/30/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Al Fatihah, Bacaan Shalat Paling Dahsyat … SAKRATUL MAUT 1/13/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله CIRI-CIRI DATANGNYA SAKRATUL MAUT 1. Tubuh halus… KIBLAT 1/13/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله KIBLAT Pertama : Kiblat kearah tenggelamnya arah… TAKBIRATUL IHRAM 1/13/2013 أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله 1. Bahwa takbir engkau dengan syah lagi… Headlines by FeedBurner Halaman Beranda VIDEO Syiah Membuat Ka_bah Sendiri Di IRAK kajian AL HIKAM KITAB Afdhal Al Shalawat ala Sayyid Al Saadah KITAB Kaifiyyah Al Wushul li ru’yah Al Rasul KITAB Download Dalail Khayrat Hadist Sohih ALAM SEMESTA & KETUHANAN Makkah & Madinah Live TV Fish Shvoong Summaries and Short Reviews Hosting Gratis Feedjit Subscribe in a reader StatCounter – Free Web Tracker and Counter View My Stats “TANDA 100 HARI SEBELUM KEMATIAN” | (0 comments)BANTAHAN KEPADA PENGHANCUR TAUHID | (0 comments)DOWNLOAD Sahih Asy-Syifaa Bagian 1 | (0 comments)Istilah Dan tahapan Akhirat dalam Al-Quran | (0 comments)KITAB RISALAH TASAWWUF | (0 comments)KITAB USUL DIRI -ZIKIR 1 | (0 comments)KITAB USUL DIRI -ZIKIR 2 | (0 comments)Kebenaran Masjidil Aqsa | (0 comments)Mengenal Lathifah-lathifah Batin dalam Thariqat Sufi | (0 comments)PEMBAGIAN TAUHID | (0 comments)RAHASIA KEPENTINGAN-KEPENTINGAN SHOLAT | (0 comments)RISALAH AL SYEIKH WAN AHMAD BIN ZAIN MUSTAFA AL Fathoni | (0 comments)Rahasia segala hakikat | (0 comments)Tafsir Al Quranul Adzim | (0 comments)manhaj ahlus sunnah wal jama’ah 3 | (0 comments)manhaj salaf, manhaj ahlus sunnah wal jama’ah 1 | (0 comments)manhaj salaf, manhaj ahlus sunnah wal jama’ah 2 | (0 comments)” KASYF ” | (0 comments)”Al-Bahru Al-maurud” Kitab Tasawuf yang Langka | (0 comments)10 Sebab Turunnya Rahmat Allah Ta’ala | (0 comments)10 maksiat bathin | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 01 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 02 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 03 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 04 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 05 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 06 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 07 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 08 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 09 | (0 comments)101 Bukti Yesus Bukan Tuhan 10 | (0 comments)12 Imam Setelah Rasulullah Saaw Dalam Riwayat Ahlussunnah | (0 comments)20 KUNCI KEHIDUPAN | (0 comments)20 Pertanyaan Nabi Muhammad SAW kepada Iblis(Dialog Nabi Muhammad vs Iblis) | (1 comments)21 Perbedaan Malaikat dengan Jin / Setan | (0 comments)3 TINGKAT KEYAKINAN | (0 comments)3 TINGKAT KEYAKINAN BAGIAN 1 | (0 comments)36 KUMPULAN WALI YANG DIAKUI ALLAH | (0 comments)38 NASEHAT SEBAGAI BEKAL AKHIRAT DALAM HADIST QUDSI (Dari Imam Al Ghazali) | (0 comments)38 Titah dan 10 Perintah dalam Islam dan Kristen | (0 comments)4 Kaidah Untuk Membedakan antara Agama Islam dan Sekuler | (0 comments)4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDU DZAT (1) | (0 comments)4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL AF’AL (2) | (0 comments)4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL ASMA (3) | (0 comments)4 MAQAM MUSYAHADAH : TAUHIDUL SIFAT (4) | (0 comments)4 Malaikat Yang Mendatangi Orang Sakit | (0 comments)4 Nabi Yang Masih Hidup | (0 comments)40 Fakta Menarik Tentang Islam | (0 comments)41 Cara Menyambut Malaikat Maut | (0 comments)6 Perkara yang di Sembunyikan Allah | (0 comments)7 (tujuh versi) mengenai proses meninggalnya Syekh Siti Jenar | (0 comments)7 (tujuh) Lapis Energi | (0 comments)7 Ciri Manusia “Berwajah Buruk” Menurut Nabi | (0 comments)7 martabat nafsu | (0 comments)73 golongan islam akhir zaman | (0 comments)77 CABANG IMAN | (0 comments)8 Definisi Manusia Menurut al- Toumy al- Syaibani | (0 comments)82 Kata Cinta Menurut Para Ulama’ | (0 comments)9 Pedang Nabi Muhammad SAW | (0 comments)99 Santapan Jiwa | (0 comments)= YAA TARIM WA AHLAHA = | (0 comments)A Z A L I | (0 comments)AD-DAJJAL | (0 comments)AD-DAJJAL mengaku sebagai RABB tandingan ALLAH | (0 comments)ADZAN ( Sebagai panggilan shalat ) | (0 comments)AGAMA ISLAM | (0 comments)AHWAL PARA PENEMPUH JALAN | (0 comments)AJARAN DAN PEMIKIRAN SYEKH SITI JENAR | (0 comments)AJARAN FILSAFAT HIDUP BERDASARKAN HURUF AKSARA JAWA | (0 comments)AJARAN SUNAN KALIJAGA TENTANG CUPU MANIK ASTAGINA | (0 comments)AJARAN TENTANG PENERAPAN RUKUN IMAN, ISLAM DAN IHSAN | (0 comments)AKAL, WAHYU DAN JALAN MENGENAL TUHAN | (0 comments)AKAL; RASUL DAN HUJJAH TUHAN | (0 comments)AKHLAQ TASAWUF | (0 comments)AKU MERASA RIDHA DENGAN KETENTUAN TUHANKU | (0 comments)AL IHSAN AL ILLAHIYYAH | (0 comments)AL QUR’AN KITAB YANG MENDAHULUI JAMAN | (0 comments)AL-BIDAYAH FIL-IMAN wan NIHAAYAH FIL-IHSAN | (0 comments)AL-HIKAM ALHATIMIYAH (IMAM IBNU ARABI) | (0 comments)AL-QUR’AN DALAM DIRI MANUSIA | (0 comments)ALAM BERDAKWAH | (0 comments)ALAM MAKHLUK | (0 comments)ALAM RUHANIAH | (0 comments)ALAM SEMESTA ADALAH KITAB SUCI | (0 comments)ALAM SEMESTA DAN DIRI MANUSIA SEBAGAI AYAT-AYAT AL-QUR’AN | (0 comments)ALASAN IBLIS MENEMUI RASULULLAH MUHAMMAD SAW | (0 comments)ALLAH MAHA NYATA (AD-DZAHIR ) | (0 comments)ALLAH Maha GHOIB, kita wajib mengaji Rasa. | (0 comments)ALLAH, MUHAMMAD, ISLAM, ALQURAN DAN SHOLAT | (0 comments)ANTARA SUCI LAHIR & BATIN | (0 comments)ANTARA SYEKH SITI JENAR DAN AL-HALLAJ | (0 comments)APA HAKIKAT ALQURAN WA SUNNATURRASUL | (0 comments)AQIDAH ISLAMIYAH DAN KEISTIMEWAANNYA | (0 comments)ARGUMEN KENABIAN | (0 comments)ATOM PERTAMA DI ALAM RAYA | (0 comments)AUTOPSI KEMATIAN PEMIMPIN AGUNG | (0 comments)AYAT QURSY | (0 comments)Abu Yazid Al Busthami – Raja Para Mistik | (0 comments)Adab& Akhlak Penuntut Ilmu | (0 comments)Agama Filsafat Tuhan | (0 comments)Agama Itu Nasehat, Sampaikan Kebenaran Walaupun Itu Pahit | (0 comments)Agama Sebelum Rasulullah Diutus | (0 comments)Agama Untuk Manusia Atau Manusia Untuk Agama? | (0 comments)Agama dan filsafat | (0 comments)Agama itu Perkara Fitri | (0 comments)Agama-agama Besar Yang Ada Di Dunia | (0 comments)Ahlus Sunnah Wal Jamaah | (0 comments)Ajaran Kaum Sufi Tentang Keesaan Tuhan di jaman modern | (0 comments)Ajaran Makrifat Syaikh Siti Jenar | (0 comments)Ajaran Ma’rifat Syekh Siti Jenar | (0 comments)Ajaran Shalat Sunan Bonang … !? | (0 comments)Ajaran Syekh Abdul Qadir Jaelani | (0 comments)Ajaran Syekh Siti Jenar | (0 comments)Ajaran Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah | (0 comments)Akhir Kehidupan Khalifah Umar Al Khattab | (0 comments)Akibat Maksiat Suatu Negeri | (0 comments)Al Hallaj – Antara Drama Ilahi dan Tragedi Penyingkapan Rahasia | (0 comments)Al Hikam | (0 comments)Al Hilm, Al Anah dan Ar Rifq | (0 comments)Al Muntahi (bag. 10) | (0 comments)Al Muntahi (bag. 12) | (0 comments)Al Muntahi (bag. 13) | (0 comments)Al Muntahi (bag. 14) | (0 comments)Al Muntahi (bag. 8) | (0 comments)Al Muntahi (bag. 9) | (0 comments)Al Urwah Al Wutsqa | (0 comments)Al,muntahi (bag 11 ) | (0 comments)Al,muntahi (bag. 7 ) | (0 comments)Al,muntahi (bagian 1) | (0 comments)Al,muntahi (bagian 2) | (0 comments)Al,muntahi (bagian 3) | (0 comments)Al-Hikam | (0 comments)Al-Ittihad | (0 comments)Al-Munqidz min Adh-Dhalal | (0 comments)Al-Muntahi (Bag.4) | (0 comments)Al-Muntahi (bag. 5) | (0 comments)Al-Muntahi (bag.6) | (0 comments)Al-Qur’an dalam Konsep Ketuhanan | (0 comments)Al-Qur’an menjelaskan Tentang shalat | (0 comments)Al-Qur’an Dalam Pandangan Hakekat | (0 comments)Al-kisah Pecinta Tuhan | (0 comments)Al-qur’an 30 Juz plus MP3 | (0 comments)Alala Tanalul ‘Ilma | (0 comments)Alam Jabarut | (0 comments)Alam Mitsal | (0 comments)Alam Pada Zahirnya Dan Batinnya | (0 comments)Alam Sufistik | (0 comments)Alasan Nabi Isa di angkat ke Langit | (0 comments)Allah Memberi Kebebasan kepada Manusia : Iman atau Kafir! | (0 comments)Allah Muhammad Adam | (0 comments)Allah berseru pada hamba-Nya, | (0 comments)Allah melampaui segala… | (0 comments)Allah swt Mengharamkan Api Neraka Untuk Menyentuh Anggota Sujud | (0 comments)Allah, Tauhid dan Manunggaling Kawula Gusti | (0 comments)Almuntahi ( Bag. 15 selesai ) | (0 comments)Amalan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam | (0 comments)Amalan Thariqat Tijaniyah | (0 comments)Analisa Keabsahan Tulisan Wafaq | (0 comments)Antara Fushush al-Hikam dan al-Hikam | (0 comments)Antara Ruh Dan Jasad. | (0 comments)Antara Shadr, Qalb, Fu’ad dan Lubb | (0 comments)Antara Syariat Syekh Siti Jenar & Wali Lainnya | (0 comments)Antara Syariat Syekh Siti Jenar & Wali Lainnya | (0 comments)Antara Tasawuf dan Syari’at | (0 comments)Apa Itu Huwa La Huwa? | (0 comments)Apakah Ma’ul-Hayat Itu? | (0 comments)Apakah Seorang Wali Dapat Mengetahui Kewalian Dirinya | (0 comments)Aqidah Imam Syafi’i | (0 comments)Arasy Bukan Tempat Bagi Dzat Allah SWT | (0 comments)Arti Mengenal Tuhan | (0 comments)Arti kata Shalat | (0 comments)Artikel Penghinaan Pada Ulama Hadramaut Yaman | (0 comments)Asal Muasal Munculnya Tasawuf | (0 comments)Asal-Usul Syekh Siti Jenar | (0 comments)Asal-usul tasawuf | (0 comments)Asas Tareqat 2 (Mursyid) | (0 comments)Asas Tareqat 3 (Wajah Ulama) | (0 comments)Asas Tareqat 4( Mereka Yang Bertawassul) | (0 comments)Asas Tareqat 5 (Pengertian Tawassul) | (0 comments)Asas Tareqat 6(Pengertian) | (0 comments)Asas Tareqat 6(Usuluddin) | (0 comments)Asas Tasawuf | (0 comments)Asas tareqat 1 | (0 comments)Ashif al Barkhiya | (0 comments)Asma`ul Husna dan Sifat Allah | (0 comments)At Thawasin Al Azal | (0 comments)Awal Agama Mengenal Allah-Naqsyabandiyah | (0 comments)Awal Kiblat ke Arah Ka’bah | (0 comments)Awaluddin MAKRIFATULLAH | (0 comments)BAB SHOLAT | (0 comments)BABAD TANAH JAWA,Syekh Subakir | (0 comments)BAJU “ALLAH” DARI DZAT YANG MAHA AGUNG | (0 comments)BERDIRINYA MATARAM & HUBUNGAN MISTIS DENGAN RATU KIDUL | (0 comments)BERTAUHID | (0 comments)BERTAUHID 1 | (0 comments)BILA AKU CERITAKAN NISCAYA HALAL DARAHKU | (0 comments)BISMILLAHIRROHMANIRROHIM ( CONTOH JAUHAR ILMU) | (0 comments)BUKAN SEKEDAR MA’RIFAT | (0 comments)BUKTI PENINGGALAN NABI DAUD | (0 comments)BURHAN SHIDDIQIEN | (0 comments)Bacaan Shalat Paling Dahsyat | (0 comments)Badai Fitnah Ancaman Dosa Riddah | (0 comments)Bahaya Kemunafikan, Tasykik,Tasawuf, Sekulerisme, & Pluralisme Menghancurkan Islam dari Dalam | (0 comments)Baik-Buruknya Jasad Seseorang | (0 comments)Baqa-bi-Allah | (0 comments)Batinnya Al-Qur’an | (0 comments)Batu Hajar-Aswad | (0 comments)Bay’at | (0 comments)Beberapa bukti mukzizat al qur’an | (0 comments)Bedah Tuntas Pemikiran Siti Jenar | (0 comments)Belajar Mengenal Diri Dari Serat Asmaralaya | (0 comments)Benarkah Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman??? | (0 comments)Benarkah Hawa Memujuk Adam Memakan Buah Khuldi ? | (0 comments)Benarkah Islam Akan Terbagi Menjadi 73 Aliran | (0 comments)Benda Peninggalan Nabi Muhammad SAW | (1 comments)Bentuk Ruh | (0 comments)Ber TUHAN kan Bayangan | (0 comments)Beranda Kejawen Tentang Detik Sejarah Sejarah Tarekat Sufi | (0 comments)Berselubung dalam Cahaya Nama-Nama Allah” | (0 comments)Bisikan & Ajakan | (0 comments)Bismi Alif | (0 comments)Bismillah dan hakikatnya | (0 comments)Bukhara: Kota Imam Para Ahli Hadis | (0 comments)CABANG IMAN | (0 comments)CAHAYA KESESATAN & CAHAYA KEBENARAN | (0 comments)CARA MENGUCAPKAN SYAHADAH | (0 comments)Cadar dalam Kitab-Kitab NU | (0 comments)Cahaya Ditengah Kegelapan | (0 comments)Cahaya di atas Cahaya | (1 comments)Cara dan Kaedah Mendapatkan Ilmu | (0 comments)Cinta Sejati Manusia kepada Tuhan-Nya | (0 comments)Ciri Waliyulloh dan Tawassul Menembus Dimensi Kewalian | (0 comments)Ciri-ciri Dan Doktrin Munafik | (0 comments)Ciri-ciri Fisik Nabi Muhammad SAW | (0 comments)Cobaan Di Alam Kubur | (0 comments)Conversation with God | (0 comments)DAERAH IMKAN, ALAM AMAR, ALAM KHALAQ | (0 comments)DAHSYATNYA PADANG MAHSYAR | (0 comments)DALAM JASAD ADAM ADA S, F, L, S | (0 comments)DASAR ISLAMI TASAWUF | (0 comments)DASAR ISLAMI TASAWUF | (0 comments)DASAR-DASAR FALSAFI AHWAL DAN MAQAMAT | (0 comments)DEFINISI ” اللَّهُ ” (ALLAH) | (0 comments)DIA yang tidak dikenal sebagaimana mestinya | (0 comments)DIMANAKAH ALLAH SEBELUM TERCIPTA SEGALA SESUATU | (0 comments)DIMANAKAH ALLAH? by Empat mazhab | (0 comments)DIMENSI MISTIS Kebangkitan asyura (2) | (0 comments)DIRI YANG TERHIJAB, ALLAH S.W.T TIDAK DIHIJAB | (0 comments)DOWNLOAD KITAB-KITAB DAN EBOOK UTAMA PARA ULAMA | (0 comments)DOWNLOAD Sahih Asy-Syifaa BAGIAN 2 | (0 comments)DUA TUBUH SAHABAT NABI MASIH UTUH WALAU SUDAH DIMAKAMKAN 13 ABAD YANG LALU | (0 comments)DZAT SHOLAT | (0 comments)DZIKIR TAUHID TOTALITAS DZIKIR | (0 comments)DZIKIRNYA ALAM SEMESTA | (0 comments)Dahsyatnya Kekuatan Syaitan Untuk Mempengaruhi Keturunan Adam | (0 comments)Dahulukan La Ilaha ill-Allah Bukan Moralisme | (0 comments)Dan Siapakah Yang Melihat Ketika Kamu Melihat..? | (0 comments)Dewa Ruci: Perjalanan Sufi | (0 comments)Di Manakah ALLAH ? | (3 comments)Di Manakah Allah (2) | (0 comments)Di Manakah Allah (3) | (0 comments)Di Manakah Allah (4) | (0 comments)Di Manakah Allah (5) | (0 comments)Di Manakah Allah (6) | (0 comments)Di Manakah Allah (7) | (0 comments)Di Manakah Allah (8) | (0 comments)Di Manakah Allah (9) | (0 comments)Di Manakah Allah? | (0 comments)Di manakah Allah (1) | (0 comments)Dialog Ibn Athaillah dan Ibn Taymiyah (Malay) | (0 comments)Dialog Ihwal Keberadaan Tuhan | (0 comments)Dialog Ihwal Nabi dan al-Qur’an | (0 comments)Dialog Ihwal Pembuktian Wujud Tuhan | (0 comments)Dialog Ihwal Wujud Tuhan | (0 comments)Dibalik Ajaran Ma’rifat Al-Iman Syaikh Siti jenar | (0 comments)Dimana Allah Tinggal Sebelum Bersemayam di Atas Arasy? | (0 comments)Dimanakah tahap sembahyang kita? | (0 comments)Dimensi Mistis KEBANGKITAN ASYURA 1 | (0 comments)Dinasti Prabu Siliwangi | (0 comments)Dinasti-Dinasti Islam di Negeri Hindustan | (0 comments)Doa Cahaya | (0 comments)Download KITAB KUNING & Kitab Arab Gratis | (0 comments)Dua Kalimat Shadat / Syahadatain | (0 comments)Dua Orang Penyebab Kehancuran Umat | (0 comments)Dugaan Perahu Nabi Nuh AS | (0 comments)Durun Nafis 1 | (0 comments)Durun Nafis 2 | (0 comments)Durun Nafis 3 | (0 comments)Durun Nafis 4 | (0 comments)Durun Nafis 5 | (0 comments)Durun Nafis 6 | (0 comments)Dzikir LAA ILAAHA ILLALLOH | (0 comments)Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat | (0 comments)Dzikir syariat-thoriqoh-haqiqat-makrifat | (0 comments)EKSISTENSI SYAREAT DAN HAKEKAT DALAM SUFI | (0 comments)EMPAT GOLONGAN MANUSIA OLEH SYEIKH ABDUL QADIR AL JAILANI | (0 comments)EMPAT PENDEKAR GAIB SUNAN KALIJAGA | (0 comments)ENAM MACAM SAHADAT | (0 comments)ENAM MACAM SAHADAT | (0 comments)Empat Malaikat Yang Memiliki Tingkatan Tertinggi Disisi Allah | (0 comments)Empat Tahapan Mencapai Kesempurnaan ‘Nafs’ | (0 comments)Empat Tingkatan Murshid | (0 comments)Enam Pertanyaan Imam al-Ghazali | (0 comments)Ensiklopedi Hukum Islam | (0 comments)Exposing the Universe | (0 comments)FANA | (0 comments)FASAL AKHIR : FUTUHAT AN-NAJHAH | (0 comments)FASAL KEDUA FUTUHAT AN-NAJHAH: BISMI (ﺑِﺴْﻢِ) | (0 comments)FASAL KEEMPAT:FUTUHAT AN-NAJHAH: ALLAH (ٱلله) | (0 comments)FASAL KEENAM:FUTUHAT AN-NAJHAH: AR-RAHMAN AR-RAHIM (ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ ﺍﻟﺮﺣﻤٰﻦ) | (0 comments)FASAL KELIMA:FUTUHAT AN-NAJHAH: BISMILLAH (ﺑﺴﻢ ﷲ) | (0 comments)FASAL KETIGA:FUTUHAT AN-NAJHAH: AL-ISMU ( ﺍﻹِﺳْﻢُ ) | (0 comments)FASAL KETUJUH:FUTUHAT AN-NAJHAH: BISMILLAHIR-RAHMANIR-RAHIM (بسم الله الرحمن الرحيم) | (0 comments)FASAL PERTAMA: FUTUHAT AN-NAJHAH: BA (ﺏ) | (0 comments)FENOMENA PENGHANCURAN BANGSA | (0 comments)FILOSOFI KETUPAT IDUL FITRI | (0 comments)FIQH ZAKAT (Kitab Fathul Qarib Al-Mujib) | (0 comments)FITRAH; BUKTI KONKRET WUJUD TUHAN | (0 comments)FOTO – FOTO RUMAH BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW, SEBELUM DIRUNTUHKAN | (0 comments)FUTUHAT AN-NAJHAH | (0 comments)Facebook Platform | (0 comments)Faidah Tafsir Ihdinash Shirathal Mustaqim | (0 comments)Fakta Mukjizat Nabi Musa | (0 comments)Falsafah Ratu Syetan | (0 comments)Falsafi Al-Hallaj | (0 comments)Fathimah az-Zahra ; pintu rumah keluarga Nabi yang didobrak menimpa Bunda Fathimah—pintu itu mematahkan beberapa tulang iganya dan menggugurkan kandungannya ! | (0 comments)Fir’aun Manakah yang Tenggelam di Laut Merah? | (0 comments)Fitnah Dajjal | (0 comments)Fitnah Dajjal dan Negeri Syams | (0 comments)Fitnah Dunia | (0 comments)Fitnah Sebelum Adanya Fitnah Dajjal | (0 comments)Fitnah Sejarah tentang Syeikh Siti Jenar | (0 comments)Fitrah dan wahyu | (0 comments)Foto Mushaf dari Zaman ke Zaman | (0 comments)Foto Para Sholihin | (0 comments)GAMBARAN MAKRIFAT | (0 comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (1) | (0 comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (2) | (0 comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (3) | (0 comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (4) | (0 comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (5) | (0 comments)GURU MURSYID, HABAIB & ULAMA BESAR INDONESIA (6) | (0 comments)GURU SUCI TANAH JAWA | (0 comments)Gambar Dan Ucapan Terima Kasih untuk Tesis KITAB ISTIQAL Asli | (0 comments)Gambaran Makrifat | (0 comments)Glosarium KITAB ISTIQAL | (0 comments)Gua Ashhabul Kahfi | (0 comments)Gus Miek Bertemu KH. Mas’ud, Pagerwojo Sidoarjo | (0 comments)HADITS JIBRIL SEBAGAI PONDASI ISLAM DAN IMAN | (0 comments)HAKEKAT | (0 comments)HAKEKAT Sholat | (0 comments)HAKEKAT HARI RAYA | (0 comments)HAKEKAT KAROMAH | (0 comments)HAKEKAT SEMBAHYANG | (0 comments)HAKIKAT BAI’AT | (0 comments)HAKIKAT BISMILLAH DI TIAP HURUF | (0 comments)HAKIKAT DUA KALIMAH SYAHADAH | (0 comments)HAKIKAT DZAT (ALLAH) | (1 comments)HAKIKAT KEMATIAN: TANDA, KETIKA DAN SAAT-SAAT AKHIR KEMATIAN | (0 comments)HAKIKAT SOLAT | (0 comments)HAKIKAT SYAHADAT DAN HAKIKAT SOLAT | (0 comments)HAKIKAT YANG TERSEMBUNYI | (0 comments)HAL RAHASIA DIRI | (0 comments)HATI : PENGERTIAN DAN SIFAT-SIFATNYA | (0 comments)HATI SANUBARI DAN HATI NURANI | (0 comments)HAkIkAT TAKBIR | (0 comments)HIJAB (Tirai Penutup) | (0 comments)HIKMAH IBNU ATHO’ILLAH | (0 comments)HIKMAH Isra’ Mikraj | (0 comments)HUKUM RAJAM DALAM ISLAM | (0 comments)Hadis palsu dalam kitab kuning | (0 comments)Hadlirat Ilahi | (0 comments)Hadrat Ilahi | (0 comments)Hajar Aswad | (0 comments)Hakekat , Keadaan, Pengertian & Bersemayamnya Ruh | (0 comments)Hakekat Amalan Johiriyah dan Batiniyah | (0 comments)Hakekat Kalam terdalam 1 | (0 comments)Hakekat Ma’rifat Menurut Walisongo Dan Syekh Siti jenar | (0 comments)Hakekat Menyaksikan Nur Illahi | (0 comments)Hakekat Rukun Islam Menurut Syekh Siti Jenar | (0 comments)Hakekat Shalawat | (0 comments)Hakikat Manusia Dalam Matsnawi Rumi | (0 comments)Hakikat Muhammad Dalam Penyaksian | (0 comments)Hakikat Sastra Jendra Hayuningrat | (0 comments)Hakikat Tauhid Sejati | (0 comments)Hakikat tauhid dan nasehat seorang murid kepada gurunya | (0 comments)Hal-hal Yang MembatalkanTauhid | (0 comments)Haqiqat Fana | (0 comments)Hati | (0 comments)Hati | (0 comments)Hati Surat al-Fatehah | (0 comments)Hilangnya pusaka dan warisan Islam yang masih tersisa agar kaum Muslim terputus dari sejarah Islam | (0 comments)Home Perihal Pahala, musibah, penyakit, kegundahan hati sebagai penghapus dosa | (0 comments)Hubungan Hati, Mata Hati dan Nur Ilahi | (0 comments)Hubungan Leluhur & Kembalinya Kejayaan Nusantara | (0 comments)Hukum bertarekat | (0 comments)Huruf BA’ – Bahr Al Qudra | (0 comments)Huruf BA’ – Bahr Al Qudra | (0 comments)I S L A M | (0 comments)IBADAH 500 TAHUN Hanya Sebanding dengan Satu Kenikmatan | (0 comments)IBRAHIM-NABI YANG MENYATAKAN KEBENARAN DAN KEADILAN | (0 comments)IBU SEGALA ILMU | (0 comments)IKRAR MANUSIA BERTUHANKAN ALLAH DI ALAM ROH | (0 comments)ILMU ALLAH DENGAN MANUSIA | (0 comments)ILMU HAKIKAT & ROHANI | (0 comments)ILMU KALAM (USHULUDIN) | (0 comments)ILMU KALAM (USHULUDIN) | (0 comments)ILMU SEBELUM BERSYAHADAT | (0 comments)ILMU SEJATI, MEMBUKTIKAN SEJATINYA ILMU | (0 comments)ILMU TAUHID (AQAI’DUL IMAN) | (0 comments)ILMU TAUHID : MENYELAMI SIFAT 20 | (0 comments)ILMU TAUHID: AQAI’DUL IMAN | (0 comments)IMAN | (0 comments)IMAN | (0 comments)IMAN YANG BENAR? | (0 comments)INGAT ALLAH | (0 comments)INTI PADA THAREKAT | (0 comments)ISA-NABI YANG MEMIMPIN KAUM LEMAH | (0 comments)ISI KITAB KUNO LENGKAP & Download AL QURAN 30 JUZ MP3 | (0 comments)ISLAM | (0 comments)ISLAM DAN AKAL MANUSIA | (0 comments)ISTILAH-ISTILAH SUFI, TASAWWUF DAN TAREQAT NAQSYABANDIYAH | (0 comments)Ibadah Haji Para Sufi | (0 comments)Ibnu Araby Tentang Khatamul Auliya’ | (0 comments)Ibnu Taimiyyah dan Maulid Nabi | (0 comments)Ihwal Orang-orang Arif Dalam Menghadapi Persoalan Tadbir | (0 comments)Ikhlas | (0 comments)Ikhtisar Dzikir yang Sempurna | (0 comments)Ilmu Fiqih | (0 comments)Ilmu Hakekat | (0 comments)Ilmu Huduri | (0 comments)Ilmu Huruf dan Filsafat Ketuhanan (Mencari Tuhan di balik Huruf Miim dan Ain) | (0 comments)Ilmu Syathariyah | (0 comments)Ilmu Tafsir | (0 comments)Ilmu Ushuludin | (0 comments)Ilmu darjat & pangkat | (0 comments)Imam Mahdi as Dalam Al-Quran | (0 comments)Imam Syafi’i : Jadilah Faqih dan Sufi | (0 comments)Imam dan Benteng Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Abad 21 Al Hafidh Asy Syaikh Abdullah Al Harari Lebanon | (0 comments)Iman Dalam Pandangan Tasawuf | (0 comments)Iman dan Istiqomah | (0 comments)Indahnya Bersyukur | (0 comments)Injil Adalah Saksi Untuk Muhammad | (0 comments)Introspeksi Diri Lebih Baik | (0 comments)Islam Terpecah 73 Golongan | (0 comments)Islam manakah yang benar | (0 comments)Ismullahil A’zhom nama Allah ke 100 | (0 comments)Istana Nabi Sulaiman | (0 comments)Istilah Sufi | (0 comments)Isyarat Ahli Makrifat | (0 comments)JABAL QOF | (0 comments)JALAN ISTIQOMAH | (0 comments)JALAN MENUJU MA’RIFATULLAH | (0 comments)JAMAAH DZIKIR DAN HUKUM JAHR | (0 comments)JATI DIRI MANUSIA | (0 comments)JEJAK WAHDATUL WUJUD: DARI AL HALLAJ HINGGA SYEIKH SITI JENAR | (0 comments)JENIS HIJAB | (0 comments)JIHAD AN-NAFS | (0 comments)JIHAD PALING BESAR MELAWAN HAWA NAFSU | (0 comments)Jadilah “Generasi Syahadat”, Generasi Tahan Uji! | (0 comments)Jalan Mencapai Keikhlasan Sejati | (0 comments)Jalan Tannazul Dzat | (0 comments)Jangan Memperolok-olokkan Agama | (0 comments)Jangan Memutus Istiqomahmu | (0 comments)Jasadnya Dimakamkan oleh Malaikat | (0 comments)Jawaban atas penentang golongan sufi atau golongan makrifatullah | (0 comments)Jejak Ma’rifat 2 | (0 comments)Jenis Manusia | (0 comments)Jenis dan Tingkatan Jihad | (0 comments)Jihad Melawan Hawa Nafsu atau Jihad Karena Hawa Nafsu? | (0 comments)Joko Samudro | (0 comments)Jutaan mata manusia menangis melihat gambar ini | (0 comments)KAFIR KEPADA ALLAH | (0 comments)KAJIAN KITAB SIRRUL ASROR LENGKAP | (0 comments)KAJIAN Litab Sirrul Asrar LENGKAP | (0 comments)KAJIAN MA’RIFAT | (0 comments)KAJIAN TASSAWUF SULUK WUJIL | (0 comments)KAJIAN kitab Idharu Asrari Ulumil Muqarrabin | (0 comments)KASAMPURNAAN KANJHENG SUNAN KALIJAGA & KI LURAH SEMAR | (0 comments)KAYFIYAT HAKIKAT | (0 comments)KAYU YAQIN | (0 comments)KEADAAN MANUSIA KETIKA MASIH DIDALAM BUMI | (0 comments)KEADAAN MANUSIA SESUDAH MATI | (0 comments)KEAJAIBAN LAILATUL QODAR | (0 comments)KEBERADAAN DimanAkah Allh SWT,?? | (0 comments)KEDUDUKAN DAN MAKRIFAT AHLI ZUHUD | (0 comments)KEJADIAN ADAM | (0 comments)KEJADIAN ADAM | (0 comments)KEKUATAN DALAM DIRI MANUSIA | (0 comments)KELOMPOK-KELOMPOK YANG MASUK SURGA | (0 comments)KENAPA TUHANKU ALLAH | (0 comments)KESAKSIAN DALAM DIAM | (0 comments)KESYIRIKAN DIZAMAN KITA LEBIH PARAH. | (0 comments)KETAUHIDAN SYEKH SITI JENAR | (0 comments)KETERATURAN PADA SETIAP FENOMENA SEMESTA | (0 comments)KETUHANAN: Nur Al ILMU | (0 comments)KEUTAMAAN TAUHID | (0 comments)KEUTAMAAN TAUHID DAN BAHAYA SYIRIK | (0 comments)KH ABDUL WAHID HASYIM | (0 comments)KHALWAT | (0 comments)KIBLAT | (0 comments)KIBLAT | (0 comments)KIBLAT | (0 comments)KISAH KEROHANIAN SYEIKH ABU YAZID AL BUSTAMI | (0 comments)KISAH KOTA MANUSIA, RAJANYA ADALAH ROH | (0 comments)KITAB AL RISALATUL LIDUNIYYAH (1) | (0 comments)KITAB AL RISALATUL LIDUNIYYAH (2) | (0 comments)KITAB AL RISALATUL LIDUNIYYAH (3) | (0 comments)KITAB ARWAH TO ‘ KU PALOH | (0 comments)KITAB Diri empat | (0 comments)KITAB Diri tiga | (0 comments)KITAB FADHAIL AL-A’MAL | (0 comments)KITAB FUTUH AL-GHAIB | (0 comments)KITAB ILMU tahqiq MANHALU Shofi FI BAYAANI | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 5 BAGIAN 2 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 8 BAGIAN 2 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 8 BAGIAN 3 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 8 BAGIAN 4 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 9 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 9 BAGIAN 1 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 9 BAGIAN 2 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 9 BAGIAN 3 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 9 BAGIAN 4 | (0 comments)KITAB ISTIQAL BAB 9 BAGIAN 5 | (0 comments)KITAB KASHF AL MAHJUB (AL HUJWIRI) | (0 comments)KITAB PRIMBON SUNAN BONANG (HET BOEK VAN BONANG) | (0 comments)KITAB SIRRUL ASSRAR | (0 comments)KITAB SYAIKH AHMAD AL-KHUSYAIRI PALEMBANG | (0 comments)KITAB TA’LIMUL MUTA’ALIM PASAL 10 & PASAL 11 | (0 comments)KITAB TA’LIMUL MUTA’ALIM PASAL 8 & PASAL 9 | (0 comments)KITAB TERKENAL ”ANA AL HAQ” | (0 comments)KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK : SYEIKH NAJMUDDIN KUBRA ( SIRI 1) | (0 comments)KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK BERKENAAN ADAB-ADAB PERJALANAN : SYEIKH NAJMUDDIN KUBRA ( SIRI 4) | (0 comments)KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK BERKENAAN PERJALANAN RUHANIAH : SYEIKH NAJMUDDIN KUBRA ( SIRI 2) | (0 comments)KITAB TERSOHOR ADAB AS SULUK BERKENAAN PRINSIP PERJALANAN : SYEIKH NAJMUDDIN KUBRA ( SIRI 3) | (0 comments)KITAB TOK GURU peramu | (0 comments)KONTAK BATHINIYAH | (0 comments)KONTAK BATHINIYAH | (0 comments)KUNCI | (0 comments)KUPAS-TUNTAS Tarekat Naqsyabandiyah | (0 comments)Kahanan Sejati (Keadaan Sejati) / true condition | (0 comments)Kajian Islam | (0 comments)Kajian Kitab Al Ihya Ulumuddin | (0 comments)Kalam terdalam 2 s/d 4 | (0 comments)Kalam terdalam 5 s/d 8 | (0 comments)Kalian akan melihat Tuhan pencipta kalian | (0 comments)Kamus Bahasa Arab Indonesia v2.0 software | (0 comments)Kamus Tasawuf | (0 comments)Kasyful Asrar | (0 comments)Kaweruh Jawa | (0 comments)Ka’bah | (0 comments)Keagungan-Kekuasaan Allah Ta’ala | (0 comments)Keajaiban Dan Rahasia Angka 4 | (0 comments)Kebahagiaan Hanya dalam Iman dan Amal Shaleh | (0 comments)Kecerdasan Laduni (Laduni Quotient) | (0 comments)Kedudukan Al-Ghazali dalam tarekat | (0 comments)Kehidupan nabi Khidir dan Nabi Ilyas | (0 comments)Kejadian Bisikan Laknatullah | (0 comments)Kejadian malaikat & tugasnya | (0 comments)Kejahatan Muslimin Yang Terbesar | (0 comments)Kelezatan Ma’rifat | (0 comments)Kematian Pada Hari Kiamat Kubra | (0 comments)Kemunculan Dajjal | (0 comments)Kenal diri kenal ALLAH | (0 comments)Kenapa Sholat dan Haji Harus berkiblat kearah Ka’bah ? | (0 comments)Keris dan Piramid di dasar lautan Okinawa. | (0 comments)Kesadaran Ruh Ilahi | (0 comments)Kesalahan Makna Ayat Tentang Ruh (Ciptaan) | (0 comments)Kesalahan Sejarah tentang Syaikh Siti Jenar | (0 comments)Kesanggupan Thoriqoh Shiddiqiyyah | (0 comments)Kesejatian Sejati | (0 comments)Kesempurnaan MANUSIAWI | (0 comments)Kesempurnaan di Atas Kesempurnaan dalam Nama dan Sifat Allah | (0 comments)Kesempurnaan seorang wali Allah Swt. | (0 comments)Kesempurnaan seorang wali Allah Swt. | (0 comments)Ketika BASMALAH di turunkan | (0 comments)Ketika Rahasia Tetaplah Rahasia | (0 comments)Ketika Segala Rahasia Terungkap | (0 comments)Ketuhanan Dalam Nahjul Balaghah dan mazhab Ahlulbait | (0 comments)Keutamaan orang Islam yang Lemah dan Fakir | (0 comments)Kewujudan makhluk rohani | (0 comments)Khatamul Auliya’ | (0 comments)Khodam | (0 comments)Khutbah RasulullahSaw Tentang Dajjal | (0 comments)Kisah 4 Nabi Yang Masih Hidup Sampai Sekarang | (0 comments)Kisah Dari Keikhlasan Para Salaf | (0 comments)Kisah Kitab Kuning dari Kampung Arab | (0 comments)Kisah Nabi Khidir Dalam Kitab Ibnu Hajar Asqalaniy | (0 comments)Kisah Nabiyullah Yunus AS dalam Syiar Iman | (0 comments)Kisah Para Tokoh Purwa Jawa Sebelum Zaman Wali | (0 comments)Kisah Seorang Yahudi yang Mengislamkan Jutaan Orang | (0 comments)Kisah Takhayul Dibalik Munculnya Shalawat Nariyah | (0 comments)Kitab Akhir Zaman 1 | (0 comments)Kitab Akhir Zaman 2 | (0 comments)Kitab Akhir Zaman 3 | (0 comments)Kitab Akhir Zaman 4 | (0 comments)Kitab Akhir Zaman 5 | (0 comments)Kitab Al Ajnass Sayyid Asif Bin Barkhoya | (0 comments)Kitab Barencong | (0 comments)Kitab Diri dua | (0 comments)Kitab Diri satu | (0 comments)Kitab Futuhal Ghaib | (0 comments)Kitab Futuhal Ghaib, Syeikh Abdul Qadir Jailani | (0 comments)Kitab Ilmu & Makrifat ( Tok Guru Peramu ) | (0 comments)Kitab Iman | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 1 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 2 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 3 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 4 BAGIAN 2 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 4 BAGIAN 3 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 5 BAGIAN 1 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 5 BAGIAN 3 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 6 BAGIAN 1 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 6 BAGIAN 2 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 6 BAGIAN 3 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 7 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 7 BAGIAN 1 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 7 BAGIAN 2 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 7 BAGIAN 3 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 8 | (0 comments)Kitab Istiqal BAB 8 BAGIAN 1 | (0 comments)Kitab Istiqal Bab 4 BAGIAN 1 | (0 comments)Kitab Istiqal Tarekat Qadiriyyah-Naqhsabandiyyah | (0 comments)Kitab Kehidupan | (0 comments)Kitab Kimyatus-saadah : Imam Ghozaly RA | (0 comments)Kitab Kimyatus-saadah : Imam Ghozaly RA | (0 comments)Kitab Kimyatusy- Sya’adah – Imam Al-Ghazali | (0 comments)Kitab Kuno Yang Jadi Rebutan | (0 comments)Kitab Mafahim Yajibu An Tushohhah | (0 comments)Kitab Rahasia Hu | (0 comments)Kitab Risalah Tasawuf | (0 comments)Kitab Sairul Salikin | (0 comments)Kitab Sifat Dua Puluh : Telaah Filologis Naskah Melayu Islam Minangkabau | (0 comments)Kitab Sirrul Assrar-Syeikh Abdul Qadir Jailani | (0 comments)Kitab Sirrul-Asror : Syekh Abd.Qodir Jailany | (0 comments)Kitab Ta’limul Muta’alim PASAL 1 | (0 comments)Kitab Ta’limul Muta’alim PASAL 2 | (0 comments)Kitab Ta’limul Muta’alim PASAL 3 | (0 comments)Kitab Ta’limul Muta’alim PASAL 4 | (0 comments)Kitab Ta’limul Muta’alim PASAL 5 | (0 comments)Kitab Usul At-Tahqiq | (0 comments)Kitab Zuhud Dan Kelembutan Hati | (0 comments)Kitab “Kashf al-Ghaibiyyah | (0 comments)Konsep ALLAH Bangsa Arab Jahiliyah | (0 comments)Konsep Kebahagiaan Dalam Islam | (0 comments)Konsep Peperangan Dalam Qur’an | (0 comments)Konsep Syekh Siti Jenar Merasakan Kematian sebelum mati | (0 comments)Kontroversial kenaikan Nabi Isa A.S dalam perspektif Islam | (0 comments)Kota Tempat Dibakarnya Ibrahim a.s | (0 comments)Kriteria Ahlus sunnah Wal Jamaah | (0 comments)Kualitas Wali Itu Bertingkat-tingkat | (0 comments)Kuburan 70 Nabi di Masjid Khaif | (0 comments)Kunci makrifat | (0 comments)Kupas Tuntas Surah Al-fateha | (0 comments)Kyai Hamid Pasuruan | (0 comments)LA SAUTIN WALA HARFUN | (0 comments)LAILATUL KADAR | (0 comments)LANGIT, KURSI, ARASY | (0 comments)LANGKAH-LANGKAH MENUJU AGAMA | (0 comments)LAUTAN HAKIKAT AL-QUR’AN | (0 comments)LETAK PENYIMPANGAN AQIDAH DARI 72 ALIRAN ISLAM | (0 comments)LIMA BINTANG CAHAYA TAREQAT NAQSHBANDIYAH | (0 comments)LUBUK KITAB JILA ’AL-KHATIR SHAIKH ABD QADIR AL JILANI | (0 comments)Ladunni | (0 comments)Langit Kiblat Do’a | (0 comments)Lauhul Mahfuz | (0 comments)Lebih Mudah Mengenal Tuhan | (0 comments)Letak Kesalahan dalam Suatu Pemikiran Keagamaan | (0 comments)Lillahi ta’ala | (0 comments)Lima Kebutuhan Penting Yang Harus Dijaga Oleh Kaum Muslimin | (0 comments)Lima Kelompok Golongan Syuhada | (0 comments)MACAM-MACAM TAUHID DAN PENYIMPANGAN-PENYIMPANGANNYA | (0 comments)MAHABBATULLAH | (0 comments)MAKHLUK DAN KHALIK IBARAT FALSAFAH WAYANG | (0 comments)MAKNA BISMILLAH | (0 comments)MAKNA DAN HAKEKAT “LAA ILAHA ILLA ALLAH” | (0 comments)MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT | (0 comments)MAKNA HANACARAKA | (0 comments)MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAH | (0 comments)MAKNA TAUHID ULUHIYAH DAN TAUHID ADALAH INTI DAKWAH PARA RASUL | (0 comments)MAKRIFAT | (0 comments)MAKRIFAT | (0 comments)MAKRIFAT II | (0 comments)MAKRIFAT SUNAN KALIJAGA | (0 comments)MAKRIFAT SUNAN KALIJAGA | (0 comments)MAKRIFAT, HAKEKAT, TARIKAT, SYARIAT | (0 comments)MALAIKAT WAHYU, KETERJAGAAN & PENYINGKAPAN | (0 comments)MANHAJ SALAF | (0 comments)MANUSIA DALAM PANDANGAN HAKEKAT | (0 comments)MANUSIA ILAHI | (0 comments)MAQAM (MAKAM) DIRI | (0 comments)MAQAM DAN AHWAL(HAL) DALAM TASAWWUF | (0 comments)MAQAM DAN DERAJAT MANUSIA DI SISI ALLAH | (0 comments)MAQAM-MAQAM PARA SALIKIN | (0 comments)MAQAMAT | (0 comments)MAQAMAT ROH | (0 comments)MAQOM SEORANG HAMBA DI DUNIA | (0 comments)MARTIR PERTAMA DALAM TASAWWUF: AL HALLAJ | (0 comments)MASUK ISLAM KARENA MUMMY FIR’AUN | (0 comments)MATA ILAHI | (0 comments)MATIKAN DIRIMU SEBELUM MATI | (0 comments)MAULANA MALIK IBRAHIM WALI YG MASIH MISTERIUS RIWAYATNYA | (0 comments)MAULANA SYEIKH JUMADIL KUBRO | (0 comments)MA’RIFAT DALAM TASAWUF | (0 comments)MA’RIFATULLAH | (0 comments)MELIHAT WAJAH ULAMA’ DALAM BERTAREKAT | (0 comments)MEMAHAMI TAUHID | (0 comments)MEMBACA TANPA CAHAYA TAK KAN BERTEMU MAKNA | (0 comments)MEMBAWA RUH KE ARASY PALING SUCI DI JAGAD RAYA | (0 comments)MEMBEDAH SEJATINYA SABDO PALON | (0 comments)MEMBINCANG RELASI ANTARA IMAN DAN ILMU | (0 comments)MEMBUKA RAHASIA ILMU KASAMPURNAAN | (0 comments)MEMPERSEMBAHKAN TUJUH (7) MARTABAT ALAM | (0 comments)MENCARI PENCIPTA TUHAN | (0 comments)MENENGOK SEJARAH LAMA YANG DI RIWAYATKAN OLEH SYECH ABDUL KARIM AL JILLIY | (0 comments)MENGAGUNGKAN SUNNAH NABI Shalallahu ‘alaihi wa Sallam | (0 comments)MENGENAL 37 PANGKAT WALI ALLAH | (0 comments)MENGENAL JASAD, JIWA, RUH DAN HATI ANDA | (0 comments)MENGENAL MAKNA “MINAL AIDIN WAL FAIDZIN” DAN UCAPAN PADA HARI ‘IED | (0 comments)MENGENAL NAMA SYEKH SITI JENAR | (0 comments)MENGENAL RASA | (0 comments)MENGENAL SIFAT WAJIB ALLOH 20 DAN SIFAT MUSTAHILNYA 20 | (0 comments)MENGGUGAT “ORTODOKSI” ISLAM TERHADAP DISKURSUS WAHYU DAN AKAL, IMAN DAN KUFUR | (0 comments)MENGIKIS BERBAGAI KERAGUAN TERHADAP WUJUD TUHAN | (0 comments)MENJAWAB TUDUHAN TENTANG DZAT ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA | (0 comments)MENYINGKAP RAHASIA IMAN | (0 comments)MERAIH “MA’AN GHODAQO” | (0 comments)MERINDUKAN SYAHADAH | (0 comments)MIKRAJ SYEIKH ABU YAZID AL BUSTAMI | (0 comments)MINHAJUL A’BIDIN | (0 comments)MISTERI TABUT NABI MUSA | (0 comments)MISTERI TABUT NABI MUSA & Raja Fir’aun (Pharaoh) | (0 comments)MISTISISME SERAT SITI JENAR | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (1) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (10) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (11) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (12) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (13) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (14) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (2) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (3) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (4) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (5) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (6) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (7) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (8) | (0 comments)MISYAKAATUL ANWAR IMAM AL GHAZALI (9) | (0 comments)MISYKATUL ANWAR | (0 comments)MUHAMMAD-NABI REVOLUSIONER TERAKHIR | (0 comments)MUHASABAH | (0 comments)MUJAHADAH | (0 comments)MUJAHADAH : Pendapat Para Tokoh Sufi | (0 comments)MUJAHADAH DARI KITAB “Risalatul Qusyairiyyah” | (0 comments)MUKASYAFAH | (0 comments)MUKASYAFAH YANG DIALAMI WALI ALLAH | (0 comments)MUKASYAFAH YANG DIALAMI WALI ALLAH | (0 comments)MUSA-NABI YANG MEMBEBASKAN KAUM BUDAK | (0 comments)Macam-Macam Dzikir Dalam Tharekat | (0 comments)Macam-macam Ma’rifat | (0 comments)Mafahim Yajibu An Tushohhah 1 | (0 comments)Mafahim Yajibu An Tushohhah 2 | (0 comments)Mafahim Yajibu An Tushohhah 3 | (0 comments)Mafhum Tasawuf dan Tareqat | (0 comments)Makam Orang-Orang yang Di Cintai ALLAH SWT | (0 comments)Makam Para Nabi | (0 comments)Makam Penetapan | (0 comments)Makam Sunan Gunung Jati | (0 comments)Makam Syeikh Abdul Qadir Jailani | (0 comments)Makam WaliAllah di Jakarta,Indonesia | (0 comments)Makhluk Pencari Kesempurnaan | (0 comments)Makna Al-Qalam | (0 comments)Makna Dua Kalimat Syahadat & Shalawat | (0 comments)Makna Ihsan | (0 comments)Makna Khuluq atau Akhlaq | (0 comments)Makna Ma’rifatullah dr tembang Lir-Ilir… | (0 comments)Makna Nabi Muhammad saw. Sebagai Penutup Para Nabi | (0 comments)Makna Spiritual Isra’ Mikraj | (0 comments)Makna Wahyu | (0 comments)Makna di balik huruf Hijaiyah | (0 comments)Makrifat Shalat : Sujud | (0 comments)Makrifat, Sifat-sifat Dan Hakikatnya | (0 comments)Makrifatullah, Satu Penjelasan | (0 comments)Maktabah Islamiyah digital free download | (0 comments)Manshur al-Hallaj | (0 comments)Manusia Paling Dimanja Tuhan | (0 comments)Manusia diberi petujuk (Hidayah) oleh Alloh Swt. Karena manusia ada di kehidupan Sunnatullah. | (0 comments)Manusia yang dilaknat Allah SWT dan Nabi SAW | (0 comments)Maqam Orang Menangis | (0 comments)Maqam Wali Allah di Pakistan | (0 comments)Maqam syariat | (0 comments)Maqom 7 | (0 comments)Martabat Manusia setelah adanya dunia | (0 comments)Martabat tujuh | (0 comments)Masa yang ada…. | (0 comments)Matahari Pernah Berhenti Beredar | (0 comments)Mau Menghancurkan Kubah Masjid Nabawi, Disambar petir Hingga Mati ! | (0 comments)Ma’rifatullah Puncak Akidah Islam | (0 comments)Ma’rifatullah [Mengenal Allah] | (0 comments)Meluruskan Konsep Manunggaling Kawulo Gusti | (0 comments)Memahami Alam menurut Alqur’an | (0 comments)Memahami Nama ‘Hu’/’Huwa’ | (0 comments)Membongkar Ajaran Tasawuf : Ciri Ibadah & Agamanya | (0 comments)Membongkar Ajaran Tasawuf : Ibadah yang Benar | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi : Beraqidah Sesat | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi : Hakikatnya | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi : Hakikatnya | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi : Ilmu Laduni | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi : Lagi, Shalawat Bid’ah | (0 comments)Membongkar Kedok Sufi : Tasawuf & Wali | (0 comments)Membuka hijab yang membatasi diri dengan ALLAH | (0 comments)Mempelajari Tauhid harus dengan Al-Qur’an dan Hadist Tidak Dengan Kitab-Kitab Non Islam | (0 comments)Menanti Tanda-tanda Kekuasaan Allah Di Akhir Zaman | (0 comments)Menanti Tanda-tanda KekuasaanAllah di Akhir Zaman | (0 comments)Mencari Hakekat | (0 comments)Mencari Ma’ul Hayat (Air Kehidupan) | (0 comments)Mendamaikan diantara Manusia | (0 comments)Mengapa Surah At Taubah Tidak Diawali Dengan Basmalah? | (0 comments)Mengenai Akhir Zaman.. | (0 comments)Mengenai Malaikat Bersandarkan Sunnah | (0 comments)Mengenal Bid’ah (1) | (0 comments)Mengenal Bid’ah (10) | (0 comments)Mengenal Bid’ah (2) | (0 comments)Mengenal Bid’ah (3) | (0 comments)Mengenal Bid’ah (4) | (0 comments)Mengenal Bid’ah (5) | (0 comments)Mengenal Bid’ah (6) | (0 comments)Mengenal Bid’ah (7) | (0 comments)Mengenal Bid’ah (8) | (0 comments)Mengenal Bid’ah (9) | (0 comments)Mengenal Diri | (0 comments)Mengenal Diri’? ‘Suluk’? ‘Misi Hidup’? Apa itu? | (0 comments)Mengenal Jalan Hidup Golongan Yang Selamat (Manhaj Al-Firqah An-Najiyah) | (0 comments)Mengenal Jati Diri (lanjutan) | (0 comments)Mengenal Sifat Lahiriyah Bathiniyah | (0 comments)Mengenal Tingkatan Islam | (0 comments)Mengenal Tuhan | (0 comments)Mengenal dan Memahami Hakikat Kitab Marifatullah | (0 comments)Mengenal ‘Nafs’ Lebih Jauh | (0 comments)Mengenang sang sufi nusantara | (0 comments)Menghidupkan Hidup Melalui Kematian | (0 comments)Mengosongkan Sirr :Takhalliyyah As-Sirr | (0 comments)Menguak Rahasia Puasa Orang-orang Arif | (0 comments)Menimbang Tujuan Keberadaan Manusia | (0 comments)Menjawab Pertanyaan Atheis Tentang Tuhan | (0 comments)Menjawab tudingan orientalis Tasawwuf | (0 comments)Menyembunyikan Ibadah | (0 comments)Menyingkap Makrifat di Balik Syariat | (0 comments)Menyorot Kekeliruan Ajaran MA’RIFATULLAH WA MA’RIFATURRASUL dalam Kitabnya “Risalah Waliyullah Dan Wasiat Akhir” | (0 comments)Meraih 99 Rahmat Allah | (0 comments)Merebut Cinta Tuhan | (0 comments)Misteri Al Hallaj | (0 comments)Misteri Batu Hajar Aswad | (0 comments)Misteri Haikal Sulaiman | (0 comments)Misteri KUN | (0 comments)Misteri Lokasi Harta “Qorun” | (0 comments)Misteri Pengungkap Kerasulan Muhammad SAW | (0 comments)Misteri Ratu Pantai Selatan | (0 comments)Misteri Tentara ALLAH Berwujud Malaikat di Gaza | (0 comments)Misteri al-Jassasah | (0 comments)Monotheisme dalam Islam | (0 comments)Muhammad/HAMDA/HIMADA. seorang Nabi yang di janjikan oleh Injil Perjanjian Lama | (0 comments)Mujahidah | (0 comments)Mukjizat Al-Qur’an 1 | (0 comments)Mukjizat Al-Qur’an 2 | (0 comments)Mukjizat Al-Qur’an 3 | (0 comments)Mukjizat Al-Qur’an 4 | (0 comments)Mukjizat Al-Qur’an 5 | (0 comments)Munajat Para Sufi | (0 comments)Murid-Murid Syekh Siti Jenar | (0 comments)Murid-Murid Syekh Siti Jenar | (0 comments)Muroqobah Fokus pada Allah | (0 comments)Musa Dan Khidir | (0 comments)Muslim tingkatan Ihsan | (0 comments)Muthaba’ah 3 Wali pada Muhammad SAW | (0 comments)Mutiara Tauhid Bab Iman | (0 comments)Mutiara Tauhid Bab Ma’rifat | (0 comments)Mutiara Tauhid Bab ilmu | (0 comments)NABI IDRIS | (0 comments)NABI KHIDIR DAN NABI ILYAS HIDUP SAMPAI HARI KIAMAT | (0 comments)NAFSU (NAFS/JIWA/DIRI/EGO) | (0 comments)NASHOIHUL IBAD ( BAGIAN 2 ) | (0 comments)NASHOIHUL IBAD ( BAGIAN 3 ) | (0 comments)NASHOIHUL IBAD (1) | (0 comments)NASHOIHUL IBAD (4) | (0 comments)NASHOIHUL IBAD (5) | (0 comments)NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KONSEP MA’RIFATULLAH MENURUT AL-GHAZALI 2 | (0 comments)NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM KONSEP MA’RIFATULLAH MENURUT AL-GHAZALI. 2 | (0 comments)NUBUA’; PERINGATAN KELAHIRAN NABI AKHIR ZAMAN; MUHAMMAD DALAM PANDANGAN BERBAGAI KITAB | (0 comments)NUR ALLAH | (0 comments)NUR MUHAMMAD DALAM HAKEKAT USUL DIRI | (0 comments)NUR MUHAMMAD DAN MUHAMMAD SAW | (0 comments)Nabi Adam dan Hawa | (0 comments)Nabi Khidir Ajari Ilmu Abul Qosim al-Qusyairi | (0 comments)Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga Azmatkhan dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga | (0 comments)Nabi Khidir, Ajaran dan Jati dirinya | (0 comments)Nabi Muhammad Disebutkan DI Gulungan Laut Mati | (0 comments)Nabi Muhammad Menjadi Nabi Terakhir | (0 comments)Nabi Uzair AS dan Seekor Kaldai | (0 comments)Nafas Dan ILMU-NYA | (0 comments)Nafsu: Karakter dan Uraiannya | (0 comments)Nama Indah Rasulullah saw | (0 comments)Nama dan Bentuk Roh | (0 comments)Nama diri Rahasia Allah | (0 comments)Nama-nama Nabi Muhammad SAW | (0 comments)Nasehat Salafush Shalih untuk Kaum Muslimin | (0 comments)Nasehat-Nasehat Para Ulama Salaf | (0 comments)Nasihat Nabi Khidir A.S Kepada Syaikh Malaya atau Sunan Kalijaga | (0 comments)Negeri “Khurasan” Tempat Keluarnya Dajjal | (0 comments)Nikah Batin : Penyatuan jasad dan Roh. | (0 comments)Nikmat Kubur | (0 comments)Nikmat melihat Rabb | (0 comments)Nikmat melihat Rabb | (0 comments)Nikmatnya melihat Allah | (0 comments)Nur Al Haq | (0 comments)Nur Allah | (0 comments)Nur Muhammad | (0 comments)Nur Muhammad | (0 comments)Nur Muhammad & Tradisi Tasawuf | (0 comments)Nur Syu’a’ul Basirah Ainul Basirah ~ Haqqul Basirah | (0 comments)Nur Yang Membukakan Hakikat | (0 comments)Nuurun ‘Ala Nuurin dan 7 Lapis Kesadaran Manusia | (0 comments)Nyanyian Seorang Pencari Kesejatian. | (0 comments)ORANG PERTAMA YANG MENGETAHUI KEROSULAN NABI MUHAMMAD (SAW) | (0 comments)OooooH ……SITI JENAR | (0 comments)Orang yang Dapat mengkiamatkan Dunia | (0 comments)PANDANGAN DUNIA ISLAM TAUHID | (0 comments)PANDANGAN HATI DAN AKAL | (0 comments)PANDANGAN TASAWUF AL-MUHASIBI | (0 comments)PANGKAT MULIA DISISI ALLAH | (0 comments)PARA FILOSOF BERTUTUR TENTANG TUHAN LAGI [2] | (0 comments)PARA FILOSOF BERTUTUR TENTANG TUHAN [1] | (0 comments)PASAL AL-QUR’AN | (0 comments)PELURUSAN KISAH NABI IBRAHIM | (0 comments)PEMBERSIHAN HATI MENUJU MA’RIFAT TAUHID | (0 comments)PEMILIK “SAPI BETINA” DALAM SURAT AL-BAQOROH | (0 comments)PENAFSIRAN SUFI ATAS ‘AYAT CAHAYA | (0 comments)PENGERTIAN BER’TAJALLI DALAM PANDANGAN ILMU TAUHID | (0 comments)PENGERTIAN HAQIQAT NUR MUHAMMAD & ROSULLOH MUHMMAD SAW | (0 comments)PENGERTIAN Islam | (0 comments)PENGERTIAN tauhid | (0 comments)PENJELASAN KITAB TAUHID | (0 comments)PENJELASAN TENTANG QOWAA’IDUL ISLAM | (0 comments)PENYAKIT NAFSU DAN PENAWARNYA | (0 comments)PENYAKIT NAFSU DAN PENAWARNYA | (0 comments)PERANG SALIB 1 | (0 comments)PERANG SALIB 2 | (0 comments)PERANG SALIB 3 | (0 comments)PERANG SALIB 4 | (0 comments)PERANG SALIB 5 | (0 comments)PERANG SALIB 6 | (0 comments)PERANG SALIB 7 | (0 comments)PERBEDAAN AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DG SYIAH IMAMIYAH | (0 comments)PERBEDAAN AHLUSSUNNAH WALJAMAAH DG SYIAH IMAMIYAH | (0 comments)PERBEDAAN SYARIAT, THORIQOH, HAQIQAH DAN MA’RIFAT | (0 comments)PERISTIWA BESAR YANG TERJADI PADA BULAN RAMADHAN | (0 comments)PERISTIWA KETIKA MENGURUS JENAZAH RASULULLAH SAW | (0 comments)PERJANJIAN IBADAH | (0 comments)PERNYATAAN PARA IMAM YANG 4 | (0 comments)PERTEMUAN TOKOH SUFI DENGAN NABI KHIDIR | (0 comments)PERUMPAMAAN YANG MENGANDUNG HAKIKAT | (0 comments)PERWUJUDAN MAKHLUK ROHANI | (0 comments)PRINSIP THARIQAT NAQSHBANDIYAH | (1 comments)PUASA, LAPAR & CINTA | (0 comments)PUSAKA KALIMASADHA DAN CHUNDAMANI | (0 comments)PUSARAN ALAM SEMESTA 7 LANGIT | (0 comments)Pandangan Para Ulama’ Tentang Tawassul | (0 comments)Pandangan ilmuwan Nasrani Tentang ke-WAHYU-an | (0 comments)Para Pemilik Kalbu | (0 comments)Para Wali Melindungi dan Mengawasi Setiap Orang | (0 comments)Pemahaman Dzikir | (0 comments)Pemahaman Seputar Alkohol | (0 comments)Pemahaman Tempat Roh Di Dalam Badan | (0 comments)Pembagian Tauhid – Rububiyah, Uluhiyah, Asma wa Sifat | (0 comments)Pembahasan Nur Muhammad | (0 comments)Pembicaraan Siksa Kubur dalam Al Qur’an | (0 comments)Pemikiran Islam Soekarno Sang Prokamator | (0 comments)Penanggung Arasy | (0 comments)Pendapat Ki Cantula | (0 comments)Pendapat Para Ulama Salaf tentang Allah di Langit | (0 comments)Pendapat Syekh Siti Jenar | (0 comments)Pendapat Tentang Hakekat Ekstase | (0 comments)Penduduk langit | (0 comments)Penerima Bendera | (0 comments)Pengakuan Nabi Palsu Zaman Rasulullah SAW | (0 comments)Pengaruh Al Quran Terhadap Organ Tubuh | (0 comments)Pengertian Hidup menurut Al Qur’an | (0 comments)Pengetahuan tentang Akhirat | (0 comments)Pengetahuan tentang Tuhan | (0 comments)Pengubah Takdir Menanggulangi Mimpi Buruk & Nasib Buruk | (0 comments)Penjelasan Hakikat Akal Dan bagian-bagian Akal. | (0 comments)Penjelasan Wejangan Serat Wirid Hidayat Jati | (0 comments)Penjelasannya Lafadz-lafadz Shalawat | (0 comments)Penyembah Berhala Menurut Al-Qur’an | (0 comments)Penyempurnaan syahadat dengan makrifatullah | (0 comments)Peperangan Badr Al Kubro | (0 comments)Perbanyaklah dzikir sehingga orang-orang berkata, engkau gila | (0 comments)Perbedaan Antara Karamah Dan Istidraj | (0 comments)Perbedaan Ilmu dan Ma’rifah : Imam Al Gazali | (0 comments)Perbedaan Wali dan Nabi | (0 comments)Perbedaan antara Ilmu dan Ma’rifat Menurut Imam Al-Ghazali | (0 comments)Perbendaharaan Yang Tersembunyi | (0 comments)Perjalanan Dalam Mencari Kebenaran | (0 comments)Perjalanan Jiwa 1 | (0 comments)Perjalanan Mencari Yang Haq | (0 comments)Perjalanan Menuju Allah | (0 comments)Perjalanan Para Nabi | (0 comments)Perjalanan jiwa (2) | (0 comments)Perjalanan jiwa (3) | (0 comments)Perjalanan jiwa (4) | (0 comments)Perjalanan mencari yang haq | (0 comments)Perjalanan mencari yang haq | (0 comments)Perkara yang Manusia Tahu tapi Tidak Tahu Rahasianya | (0 comments)Perkara yang wajib dima’rifati (dikenal secara utuh) dari tentang Allo | (0 comments)Perkembangan Tasawuf | (0 comments)Permulaan Jasad Manusia | (0 comments)Permulaan alam…. | (0 comments)Permulaan ciptaan rohani | (0 comments)Persamaan dan Perbedaan Islam dan Kristen Ihwal Isa | (0 comments)Persediaan Menerima Kedatangan Jazbah | (0 comments)Persoalan Mengenai Kedatangan Roh | (0 comments)Pertarungan Hati dan Syahwat | (0 comments)Perumpamaan Orang Yang Hidup dan Yang Mati | (0 comments)Pesan Makrifat Nabi Khidir Kepada Nabi Musa | (0 comments)Pesan Makrifat Nabi Khidir Kepada Nabi Musa | (0 comments)Pesan Sang Guru | (0 comments)Petunjuk Al-Qur’an Tentang Makhluk Berakal di Luar Planet Bumi | (0 comments)Pilihan Allah Itulah jadi yang Terbaik | (0 comments)Pintu-Pintu Masuknya Syetan | (0 comments)Pledoi Sufi | (0 comments)Pohon Ma’rifat | (0 comments)Pokok Pokok Ilmu Laduni | (0 comments)Prabu Siliwangi | (0 comments)Prasasti yang Menyebut Nama Nabi Sebelum Kitab Suci Ada | (0 comments)Pribadi Berilmu Pengetahuan | (0 comments)Prinsip Dasar dan Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah | (0 comments)Prinsip Thariqat Naqshbandi | (0 comments)Prinsip dan Asas HUDUD | (0 comments)Prinsip-Prinsip & Tingkat Keimaman Tasawuf | (0 comments)Psikologi Lahirnya Agama | (0 comments)Puisi Sufi: Fana’ Hulul, Ka’bah Qolbu, Makrifa | (0 comments)Pulang ke Allah | (0 comments)Puncak tertinggi | (0 comments)Pusaka Kalimosodo | (0 comments)Pusaka Madinah | (0 comments)Qalbu Kaum Arifbillah | (0 comments)Qalbu adalah Singgasana Allah | (0 comments)Qimiya al-Sa’adah | (0 comments)Qolb, Aql, Ruh, Nafs | (0 comments)Qolbun Salim | (0 comments)Qurratul ‘Uyun : KAIFIYYATUL JIMA’ ( TATA KRAMA SENGGAMA ) | (0 comments)RAHASIA & MANFAAT | (0 comments)RAHASIA AL QURAN | (0 comments)RAHASIA Di Balik Fadhilah “AL-HAWQOLAH” | (0 comments)RAHASIA HALILINTAR | (0 comments)RAHASIA KALIMAT SAHADAT DAN HANACARAKA (CARAKAN) | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH (1) : KITAB KASYF AL-ASRAR | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH (1) : KITAB KASYF AL-ASRAR | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH (2) : KITAB LUBABUB TASAWWUF | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH (3): KITAB SIRRUL ASSRAR | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH (4) : KITAB AL MUNTAHI | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH (5) : KITAB ARWAH TO’KU PALOH | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH (6) : KITAB RISALAH TASAWWUF TUAN GURU SYEIKH DAUD BUKIT ABAL, KELANTAN | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH : KITAB LUBABUB TASAWWUF | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 10 : PETIKAN DARI KITAB ILMU TAHQIQ MANHALU SHOFI FI BAYAANI AHLI SHUFI | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 12 : KITAB 10 WASIAT IBN ARABI KEPADA PARA SALIK | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 13 : KITAB ILMU MAKRIFAT TO’GURU PERAMU | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 7 : KITAB HIKAM AL HADDAD ra | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 8 : Risalah Musamah bil Qawaid | (0 comments)RAHASIA MAKRIFATULLAH KE 9 : KITAB AL RISALATUL LIDUNIYYAH ILMU LADUNI – IMAM AL GHAZALI | (0 comments)RAHASIA MENGENAL DIRI | (0 comments)RAHASIA PLANET BULAN | (0 comments)RAHASIA PLANET MATAHARI | (0 comments)RAHASIA TENTANG TUBUH MANUSIA & NYAWA | (0 comments)RAHSIA MAKRIFATULLAH KE 11 : RISALAH TUAN GURU AL SYEIKH WAN AHMAD BIN ZAIN MUSTAFA AL FATHONI (Guru kepada Wali Allah Tersohor Tok Kenali, Kelantan) | (0 comments)RANGKAIAN TIRAI ILAHI | (0 comments)RATIB AL-AYDRUS | (0 comments)RATU ADIL (Jangka Jayabaya) | (0 comments)RATU AULIA SELAPARANG PEMIMPIN WALIYULLAH DALAM SIDANG KEWALIAN | (0 comments)RE :Dimana Allah??? | (0 comments)RENUNGKAN….HAKIKAT ALIFF IALAH | (0 comments)RISALATUL MURID 1 | (0 comments)RISALATUL MURID 2 | (0 comments)RIWAYAT EMPAT MADZHAB | (0 comments)RIWAYAT SUNAN KALIJAGA ( BABAD TANAH JAWA ) | (0 comments)RIYADUS SHOLIHIN : KITAB DOA-DOA | (0 comments)ROH MENUJU 7 TEMPAT. | (0 comments)RUANG KOSONG PADA ATOM | (0 comments)RUH | (0 comments)RUKUN ISLAM, IMAN DAN IHSAN | (0 comments)RUKUN SHALAT ADA 13 PERKARA | (0 comments)Rahasia Cahaya Dalam Shalat | (0 comments)Rahasia Makrifat | (0 comments)Rahasia Ma’rifat Hamba Allah (Tauhid) | (0 comments)Rahasia Menyucikan Diri | (0 comments)Rahasia Nama Nabi Ibrahim as | (0 comments)Rahasia Orang Jawa | (0 comments)Rahasia Penciptaan Sayidah Fatimah Az-Zahra | (0 comments)Rahasia Syahadat dan Huruf Hanacaraka .. | (0 comments)Rahasia Syukur, Sabar, dan Istighfar | (0 comments)Rahasia dari Lam-Alif | (0 comments)Rahasia diam | (0 comments)Rahasia-Rahasia Pengetahuan Kaum Sufi | (0 comments)Rahsia syariat…. | (0 comments)Raihlah makrifat | (0 comments)Raja Dari Semua Istighfar | (0 comments)Raja Namrudz / Nimrod | (0 comments)Rajah Sulaiman | (0 comments)Ramadhan Meraih Fitrah | (0 comments)Rasulullah SAW | (0 comments)Rendah Diri Kaum Wahhabi | (0 comments)Renungan tentang ke-SEJATI-an | (0 comments)Rijalul Ghaib | (0 comments)Ringkasan hadis dan Bukti Islam serta Kristian adalah Agama Ilahi | (0 comments)Ringkasan sejarah empat anasir Kejadian Manusia Tanah Air api Angin | (0 comments)Risalah Al Ghautsiyyah | (0 comments)Riwayat Penciptaan Nabi Adam as | (0 comments)Roh & Allah | (0 comments)Rongsokan Kereta Kuda Fir’aun | (0 comments)Ruh | (0 comments)Ruh Yang Tidak Binasa | (0 comments)Ruh dan Raga Beribadah Haji | (0 comments)Ruh manusia setelah kematian | (0 comments)Ruh yang Shalat | (0 comments)SAIDINA ABU BAKAR AS SIDDIQ: LIMPAHAN NUR KEROHANIAN RASULULLAH SAW | (0 comments)SAKRATUL MAUT | (0 comments)SAKRATUL MAUT | (0 comments)SALAH TAFSIR TERHADAP KITAB SUFI | (0 comments)SALOKA JATI | (0 comments)SARABA AMPAT DAN MAKNANYA | (0 comments)SARIPATI SHALAT | (0 comments)SEBAB NABI IDRIS MASUK SURGA | (0 comments)SEJARAH AYAT KURSI | (0 comments)SEJARAH INTELEKTUAL ISLAM DI NUSANTARA – SASTRA MELAYU ABAD KE-14 – 19 M | (0 comments)SEJARAH PEMBAWA THORIQOH AL-TIJANIYYAH KE-INDONESIA | (0 comments)SEJARAH PEMBERIAN NAMA THARIQAH | (0 comments)SEJARAH SURAM IKHWANUL MUSLIMIN | (0 comments)SEJATINYA GURU SEJATI | (0 comments)SEKEDAR MA’RIFAT | (0 comments)SEMBAHYANG | (0 comments)SEPULUH HEWAN YANG MASUK SURGA | (0 comments)SEPULUH LATIFAH INSAN | (0 comments)SEPULUH LATIFAH INSAN | (0 comments)SERI TAUHID MUFADDHAL [2] | (0 comments)SERI TAUHID MUFADDHAL [1] | (0 comments)SERI TAUHID MUFADDHAL [3] | (0 comments)SHALAT 5 WAKTU | (0 comments)SHIROOTHOL MUSTAQIIM | (0 comments)SIAPA SEBENARNYA IBU RATU KIDUL | (0 comments)SIAPA WALI SONGO | (0 comments)SIAPA YANG MENYELAMATKANMU??? | (0 comments)SIAPAKAH AHLUSSUNAH ? | (0 comments)SIAPAKAH KEKASIH ALLAH YANG SESUNGGUHNYA | (0 comments)SIFAT-SIFAT ALLAH : Analisa Akidah 50 versi Asy’ariah | (0 comments)SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP HARI RAYA ORANG-ORANG KAFIR | (0 comments)SILSILAH Tashawuf Lombok Tengah NTB. | (0 comments)SILSILAH ULAMA AHLU SUNNAH | (0 comments)SISI BATIN AL-QUR’AN | (0 comments)SKEMA WASILAH | (0 comments)SOLAT DAN KETERANGANNYA | (0 comments)SPIRITUAL TINGKAT TINGGI RAJA-RAJA MATARAM | (0 comments)STRUKTUR INSAN MENGENAI RUH, JASAD, JIWA DAN CAHAYA ALLOH | (0 comments)SUNAN AMPEL (RADEN RAHMAT) | (0 comments)SUNAN BONANG (MAKDUM IBRAHIM) | (4 comments)SUNAN DRAJAT (RADEN SYARIFUDIN) | (0 comments)SUNAN GIRI ( RADEN PAKU / AINUL YAKIN) | (0 comments)SUNAN KALIJAGA DALAM WARAWEDHA | (0 comments)SUNAN KUDUS (RADEN JA’FAR SODIQ) | (0 comments)SUNAN MURIA (RADEN UMAR SAID) | (0 comments)SYAFA‘AT | (0 comments)SYAHADAH | (0 comments)SYAHADAT | (0 comments)SYAHADAT | (0 comments)SYAHADAT | (0 comments)SYAIR BAHR AN-NISA HAMZAH FANSURI MENEMBUS MAKRIFAT | (0 comments)SYARAT MENDAPAT HIDAYAH | (0 comments)SYARAT-SYARAT & CARA MA’RIFAT | (0 comments)SYAREAT ,TAREKAT, HAKEKAT, MA’RIFAT | (0 comments)SYARIAT DAN TASAWUF DALAM KEBERAGAMAAN AL-HALLAJ | (0 comments)SYEH SITI JENAR LAN PARA WALI SAMYA MBABAR SESOTYO | (0 comments)SYEH SITI JENAR MEMBUKA JAUHAR ILMU | (0 comments)SYEIKH MAULANA ISHAQ | (0 comments)SYEKH SITI JENAR | (0 comments)SYIRIK MAHABBAH | (0 comments)SaStra Melayu Bercorak tasawuf. | (0 comments)Sadulur Papat Lima Pancer | (0 comments)Salafiyah | (0 comments)Salah Faham terhadap Dunia Sufi (1) | (0 comments)Salah Faham terhadap Dunia Sufi (2) | (0 comments)Sanad (Silsilah) Talqin Kaum Sufi | (0 comments)Sang Kebenaran Sejati | (0 comments)Sari Pati Ajaran Syekh Siti Jenar | (0 comments)Saudara Gaib { Sedulur alus } | (0 comments)Saudara Gaib { Sedulur alus } | (0 comments)Sayidah Fathimah, Wasilah Dzuriyah Nabi | (0 comments)Sebaik-baik Ucapan dan Petunjuk | (0 comments)Sebait Puisi Rumi Tentang Ana’l Haqq | (0 comments)Sebelas Ajaran Utama Syeh Siti Jenar | (0 comments)Sebuah Kehidupan Di Lingkungan yang Mati | (0 comments)Sedulur Papat Antara Kejawen dan Islam | (0 comments)Segi Tiga Gunung Terbalik Dalam Kitab Rifaiyah | (0 comments)Sejarah Sejarah Tarekat Sufi | (0 comments)Sejarah Kelam Dari Masa Ke Masa | (0 comments)Sejarah Madzhab | (0 comments)Sejarah Manusia Dalam Tafsir Huruf Hijaiyah | (0 comments)Sejarah Munculnya Syi’ah | (0 comments)Sejarah Mustika Merah Delima | (0 comments)Sejarah Peradaban Islam Indonesia yang Terkubur | (0 comments)Sejarah Shalat | (0 comments)Sejarah WALISONGO | (0 comments)Sejarah Wahabi | (0 comments)Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1433 H | (0 comments)Seluruh Jagat Raya Bertawaf kepada Allah SWT | (0 comments)Sembilan jenis roh manusia | (0 comments)Seorang Pemimpin dan Maksiat Rakyatnya | (0 comments)Seorang Wali Yang Dituduh Mencuri | (0 comments)Serat Kekiyasaning Pangracutan, karya Sultan Agung Hanyakrakusuma | (0 comments)Serat Kekiyasaning Pangracutan, karya Sultan Agung Hanyakrakusuma | (0 comments)Serat Pepali karya Ki Ageng Selo | (0 comments)Serat Sabdo Palon, Penguasa Ghaib Tanah Jawa (mistik dan klenik kejawen) | (0 comments)Seri Tauhid Mufaddhal [4] | (0 comments)Servanthood And What It Is | (0 comments)Shalat Menurut Syaikh Siti Jenar | (0 comments)Shalat lima waktu menurut Syekh Siti Jenar | (0 comments)Shalat: Guru Sejati Kita | (0 comments)Sholat dalam pandangan Ilmu Hakekat | (0 comments)Sholawat Badar | (0 comments)Si Raja iblis | (0 comments)Siapa IBLIS ? | (0 comments)Siapa Sebenarnya Yang Mengajarkan Kekerasan dan Radikalisme? | (0 comments)Sifat Dua Puluh (20) | (0 comments)Sifat Kaum Sufi dan Siapa Mereka? | (0 comments)Sifat Ruh | (0 comments)Sifat Ruh Sebagai “Nur” | (0 comments)Sifat Ruh Sebagai “Nur” | (0 comments)Sikap Muthahhari terhadap Sains Modern | (0 comments)Sinopsis Syeikh Abdul Qodir Jaelani | (0 comments)Siraman Air Hidup | (0 comments)Sisi Irfan Asyura | (0 comments)Siti Jenar Dalam Dongeng Wali Songo | (0 comments)Status tentang Nafas | (2 comments)Struktur Buah yang Penuh Misteri | (0 comments)Suhuf Musa AS. | (0 comments)Sukma Nurani dan Sukma Dzulmani | (0 comments)Suluk Padang Bulan | (0 comments)Suluk Sunan Bonang | (0 comments)Suluk Wujil Sunan Bonang | (0 comments)Sunan Bonang : Syahadat | (0 comments)Sunan Bungkul (Mbah Bungkul) SURABAYA | (0 comments)Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim ) | (0 comments)Sunan Kalijaga | (0 comments)Sungai Eufrat | (0 comments)Sungguh Agama Islam Itu Mudah | (0 comments)Surat-Surat Sufi | (0 comments)Surat-surat Rasulullah: Ajak Penguasa & Raja-raja Kafir Masuk Islam | (0 comments)Syahadat menurut Syekh siti jenar | (0 comments)Syahadat sejak Nabi pertama | (0 comments)Syair Abu Nawas | (0 comments)Syair dan Sastra SUFI | (0 comments)Syajarotut Thoyyibah | (0 comments)Syarah Usul Al-Tahqiq | (0 comments)Syariat , Hakikat, Makrifat, itu berSATU | (0 comments)Syech Yusuf Taj al-Makasari ( Rahasia segala hakikat ) | (0 comments)Syeh Siti Jenar (Manunggaling Kawula Gusti) | (0 comments)Syeh Siti Jenar Mengkritik Ulama dan Para Santrinya | (0 comments)Syeikh Siti Jenar Mati dan Pesannya Yang Jadi Kenyataan | (0 comments)Syekh Abdul Qadir Al Jailani | (0 comments)Syekh Siti Jenar | (0 comments)Syekh Siti jenar Versi Damar Shashangka | (0 comments)Syirik yang Sering Diucapkan | (0 comments)Syi’ir Tanpo Waton .. Gus Dur | (0 comments)TA’LIMUL MUTA’ALIM PASAL 12 | (0 comments)TA’LIMUL MUTA’ALIM PASAL 7 | (0 comments)TAFSIR MAQASHIDI : SEBUAH METODE PENAFSIRAN ALTERNATIF | (0 comments)TAFSIR SUFISTIK | (0 comments)TAHAPAN-TAHAPAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT (HAKEKAT) | (0 comments)TAHARI SUMBER ENERGI DAN KEHIDUPAN | (0 comments)TAJALLI | (0 comments)TAKBIRATUL IHRAM | (0 comments)TAKBIRATUL IHRAM | (0 comments)TAKHALLI – TAHALLI – TAJALLI | (0 comments)TALI ALLAH | (0 comments)TANDA-TANDA HARI QIAMAT | (0 comments)TANDA-TANDA PENCAPAIAN NENG, NING, NUNG, NANG | (0 comments)TAQSIMAN DAN TINGKATAN TAUHID | (0 comments)TARIQAT NAQSHBANDIYAH | (0 comments)TASAWUF DAN AQIDAH MANUNGGALING KAWULA GUSTI | (0 comments)TASAWUF DAN LADUNI | (0 comments)TASAWUF RASULULLAH SAW, PARA SAHABAT DAN AULIA ALLAH | (0 comments)TASAWUF WANITA | (0 comments)TASAWUF dalam PENDIDIKAN ISLAM | (0 comments)TAUBAT YANG DITERIMA OLEH ALLAH SWT | (0 comments)TAUHID | (0 comments)TAUHID : HAQ DAN BATHIL | (0 comments)TAUHID DALAM TINJAUAN FILSAFAT | (0 comments)TAUHID PADA DUNIA TUMBUHAN | (0 comments)TAUHID PADA WUJUD MANUSIA | (0 comments)TAUHID RUBUBIYAH MENGHARUSKAN ADANYA TAUHID ULUHIYAH | (0 comments)TAUHID SEJATI | (0 comments)TAWASSUL | (0 comments)TAWASUL DAN WASILAH | (0 comments)TEKA-TEKI Al-Ghazali | (0 comments)TEKA-TEKI MISTIK SYEKH SITI JENAR | (0 comments)TEMPAT DAN SUMBER TAUHID | (0 comments)TEMPAT ROH-ROH DALAM BADAN | (0 comments)TENTANG ALLAH, TAUHID DAN MANUNGGALING KAWULA GUSTI | (0 comments)TENTANG ALLAH, TAUHID DAN MANUNGGALING KAWULA GUSTI | (0 comments)TENTANG HAKIKAT AKAL DAN PEMBAGIANNYA | (0 comments)TERUNGKAP NYA SEGALA RAHASIA | (0 comments)TIADA KESEMPURNAAN TANPA IKHLAS | (0 comments)TIGA JARI | (0 comments)TIGA SUDUT PANDANG TASAWUF | (0 comments)TIGA TUBUH GURU SEJATI | (0 comments)TINGKAT ILMU | (0 comments)TINGKAT ILMU | (0 comments)TINGKAT KETUHANAN | (0 comments)TINGKATAN WALI ALLAH | (0 comments)TINGKATAN ZIKIR | (0 comments)TINGKATAN-TINGKATAN DALAM IBADAH | (0 comments)TINGKATAN-TINGKATAN ILMU | (0 comments)TITIK PERTEMUAN ANTARA TASAWUF DAN KEBATINAN | (0 comments)TRILOGI FILSAFAT: TUHAN, ALAM DAN MANUSIA | (0 comments)TUBUH MANUSIA | (0 comments)TUDUHAN KEPADA Nabi Musa As | (0 comments)TUHAN PENCIPTA SEMESTA | (0 comments)TUJUH ALAM CIPTAAN ALLAH. | (0 comments)TUJUH BUAH JALAN-TUJUH LAPIS LANGIT-TUJUH TINGKATAN NAFSU | (0 comments)TUJUH LATIFAH SIMPUL BATHIN DAN 7 TITIK BATHIN YANG KITA SEBUT DENGAN LATHIFAH (maqom) | (0 comments)TUJUH NUR | (0 comments)TUJUH TINGKATAN ZIKIR | (0 comments)TUNGGAL RASA KAWULA GUSTI | (0 comments)Tahapan Nafsu | (0 comments)Tahukah Kamu, Di Manakah Allah? | (0 comments)Tanda Kejahilan Ahli Hakekat | (0 comments)Tanya Jawab Tentang Thariqat | (0 comments)Tarekat Tasauf | (0 comments)Tarekat Ujian Bala Bencana | (0 comments)Tarekat dan Do’a-Do’a Gus Dur | (0 comments)Tareqat Naqsabandiyah | (0 comments)Tarian Rumi | (0 comments)Tarian Rumi & Rumi House in Konya | (0 comments)Tariqah Ijtiba’ dan Tariqah Hidayah | (0 comments)Tariqat Naqsybandia Sangat Ketat Menjaga Syariah | (0 comments)Tasauf dan Ma’rifat | (0 comments)Tasawuf | (0 comments)Tasawuf | (0 comments)Tasawuf | (0 comments)Tasawuf Moral dan Tasawuf Falsafi | (0 comments)Tasawuf Tanpa Tarekat | (0 comments)Tasawuf dan ilmu hikmah | (0 comments)Tashawuf Islam dan Maqam Shiddiqun | (0 comments)Tata cara mengerjakan shalat dalam Al-Qur’an | (0 comments)Tatacara Shalat di Dalam Al-Qur’an | (0 comments)Taubat: Pintu Keselamatan | (0 comments)Tauhid | (0 comments)Tauhid Uluhiyyah – Inti Ibadah | (0 comments)Tauhid dan Marifatullah | (0 comments)Tauhid penyaksian | (0 comments)Tawassul Dan Wasilah 1 | (0 comments)Tawassul Dan Wasilah 2 | (0 comments)Ta’limul Muta’alim PASAL 6 | (0 comments)Tembang dan Ajaran Sunan Kalijaga | (0 comments)Tempat Turunnya Nabi Isa AS dan Tujuh Ciri Kedatangannya | (0 comments)Tentang Allah s.w.t | (0 comments)Tentang Mufaddhal | (0 comments)Tentang Syafaat | (0 comments)Terbitnya Cahaya | (0 comments)Terjemahan Maulid Adl-Dliyaul Lami’ | (0 comments)Terjemahan bebas Uga Wangsit Siliwangi | (0 comments)Terkenal DiLangit Tak Terkenaldi Bumi | (0 comments)The Beutifull of Hadramaut | (0 comments)The Naqshbandi Eastern World Tour 2001 | (0 comments)Tiga Derajat Ilmu | (0 comments)Tiga Hal Untuk Merasakan Lezatnya Iman | (0 comments)Tiga Sudut Pandang Tasawuf | (0 comments)Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim Diceritakan Qur’an | (0 comments)Tingkat Ilmu Keagamaan Dalam ISLAM | (0 comments)Tingkat Keyakinan dalam menuju Allah | (0 comments)Tingkatan Alam Menurut para Sufi. | (0 comments)Tingkatan Dalam Islam | (0 comments)Tingkatan Dimensi Alam Semesta | (0 comments)Tingkatan Sabar Bagi Kaum Sufi | (0 comments)Tingkatan Wali menurut Kitab Salaf | (0 comments)Tokoh Sufi | (0 comments)Trend Pemikiran Semua Agama adalah Sama (?) | (0 comments)Tuhan Itu Ada | (0 comments)Tuhan dan Kemanusiaan | (0 comments)Tujuh Langit, Tujuh Malaikat Penjaga, dan Tujuh Amal Sang Hamba | (0 comments)Tujuh Maqom Kenaikan Rohani | (0 comments)Tujuh Tingkatan Nafs | (0 comments)Turunnnya Manusia ke Alam yang Paling Bawah | (0 comments)Turunnya Nabi Isa AS Di Akhir Zaman | (0 comments)ULAMA YANG MENYESATKAN ULAMA | (0 comments)Ubun-ubun | (0 comments)Ulama Ahlussunnah itu Kaum Sufi Sejati | (0 comments)Ulama Sodoqun dan Ulama Solihun | (0 comments)Ulasan Silsilah Genealogys Akbar Ke Berbagai Jalur Leluhur Dari Sunan Kalijaga & Para Pemimpin Awal Tuban | (0 comments)Ulasan Tentang Ahli Ma’rifat | (0 comments)Ummat Islam Di Akhir Zaman | (0 comments)Untuk Apa Kita Diciptakan Di Dunia Ini? | (0 comments)Urgensi dan Kesalahan dalam Ma’rifatullah | (0 comments)Uzlah Ikhlas padaNya | (0 comments)Versi Kematian Syekh Siti Jenar | (0 comments)WALI ALLAH MENURUT AT-TIRMIDZI | (0 comments)WALIYULLAH DAN CIRI-CIRINYA | (0 comments)WASIAT KAUM SUFI | (0 comments)WHUDLU’ | (0 comments)WILAYAT PENEMPUH SANG SUFI WAHDATUL WUJUD | (0 comments)WILAYYAH & QUTBANIYYAH | (0 comments)WIRA’I | (0 comments)WUJUD ALLAH | (0 comments)WUJUD ALLAH MENURUT SEMBILAN WALI | (0 comments)Wahdatul Wujud | (0 comments)Wahdatul Wujud | (0 comments)Wahyu dan Ilham | (0 comments)Waktu waktu “mengerjakan” shalat. | (0 comments)Wali Allah Menurut Hakim At-Tirmidzi | (0 comments)Wali Wanita | (0 comments)Wali dan Kewalian | (0 comments)Waliyullah memang Rahasia Allah | (0 comments)Wangsit (wasia) Silihwangi | (0 comments)Wanita Yang Beriman DAN Wanita yang durhaka | (0 comments)Warak | (0 comments)Warid Dan Nur Ilahi | (0 comments)Warisan Kabudayan Jawa | (0 comments)Wasiat Imam Ali bin Abi Thalib as kepada Imam Hasan as. | (0 comments)Wasiat Nabi Muhammad S.A.W | (0 comments)Wasiat SUNAN AMPEL | (0 comments)Waspada Sifat Munafik | (0 comments)Wihdatul Wujud dalam Pandangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah | (0 comments)Wihdatul Wujud dan Wihdatus Syuhud | (0 comments)Wilayah Nabi dan Rasul | (0 comments)Wujud | (0 comments)Wuquufu al Qolbi Hadlir ila Robby | (0 comments)Yang Paling Di Dunia Menurut Imam Ghozali | (0 comments)Yang Terlupa Dari Keikhlasan | (0 comments)ZAD AL-MA ‘AD KARYA KRITIS IBN QAYYIM AL-JAUZIYYAH | (0 comments)ZAKAR & FARAJ | (0 comments)ZIKIR (1) | (0 comments)ZIKIR (1) part 1 | (0 comments)ZIKIR (2) | (0 comments)ZUHUD YANG SEBENARNYA | (0 comments)Zikir Yang Paling Sempurna | (0 comments)Zuhud Imam Syafi’i | (0 comments)aku | (0 comments)al Busthomi Fana dan Penyatuan | (0 comments)al-mulk.penghuni langit | (0 comments)asal muasal diri alam marifat | (0 comments)asfala safilin | (0 comments)assab’ul-matsani dan empatwali qutub | (0 comments)empat silabus/ tingkatan/ maqom ilmu keagamaan menurut ahli tasawuf | (0 comments)hakekat IBLIS | (0 comments)hakikat tuhan dan manusia | (0 comments)hal rahasia diri | (0 comments)hijab yang paling besar | (0 comments)ikhlas sama sekali tidak mengharap surga dan takut pada neraka | (0 comments)ilmu sejati menurut Siti Jenar | (0 comments)informasi tentang Ruh dari para Ulama | (0 comments)inti alif sesudah huruf ba. | (0 comments)jalan lurus menuju ma,rifat tuloh | (0 comments)kedudukan Rasulullah Saw Dan sayyidina Ali As | (1 comments)keikhlasan | (0 comments)kelemahan tasawuf sunni | (0 comments)kemampuan dan kekuasaan setan dan jin, | (0 comments)kesatuan dari semua yang ada | (0 comments)kesempurnaan | (0 comments)kesempurnaan tuhan | (0 comments)keyakinan mazhab Wahabi | (0 comments)kisah tentang keengganan Iblis untuk sujud itu memang suatu fakta atau hanyalah cerita fiktif? | (0 comments)kitab Risalah Alladuniyah-Imam Ghazaly | (0 comments)kitab akhir zaman 6 | (0 comments)kitab akhir zaman 7 | (0 comments)kitab akhir zaman 8 | (0 comments)kitab akhir zaman 9 | (0 comments)kitab ‘Al-Mawaqif wal Mukhtabat’, karya syech Muhammad abdul jabbar Bin Husein An-Nifari | (0 comments)kitab-kitab tauhid & penjelasan lengkap | (0 comments)kuasa tuhan dengan sifatnya | (0 comments)kubur | (0 comments)liqâ’ullâh | (0 comments)makanan yang haram di dalam al Qur’an | (0 comments)maknawi Huruf dan Angka | (0 comments)makrifat | (0 comments)martabat alam insan | (0 comments)membuka tirai antara hamba dengan Allah | (0 comments)mendoakan kebaikan untuk sesama muslim tanpa sepengetahuannya | (0 comments)mengenal diri yang sebenarnya | (0 comments)nahwu lisan dan nahwu hati | (0 comments)pelbagai tingkatan dan stasiun sair-suluk | (0 comments)penciptaan adam | (0 comments)pendapat para ulama tentang nur muhammad | (0 comments)pengaruhnya DOSA terhadap ruh dan jiwa manusia? | (0 comments)peran seorang Mursyid | (0 comments)perang Jamal | (0 comments)sahabat Nabi SAW yang tergolong syi’ah ali | (0 comments)sejatining Ketuhanan | (0 comments)serba empat | (0 comments)tajali Allah | (0 comments)tanda-tanda kemunculan Imam Zaman | (0 comments)tawakkal | (0 comments)tembang Lir-Ilir | (0 comments)tentang Allah ada tanpa tempat lagi | (0 comments)tentang ruh | (0 comments)the future of information exist in al quran | (0 comments)titik yang berada dibawah huruf Ba’ | (0 comments)tongkatnya Nabi Musa a.s | (0 comments)ulil amri minkum sebenarnya | (0 comments)wajah tanpa hijab | (0 comments)“AKU “ : PANDANGAN AHLI SUFI (SIRI 1) | (0 comments) Selamat Datang ! Terima kasih Atas Kunjungan Anda Total Tayangan Halaman Sparkline 866,700 Get your free hit counter! Free web hostingWeb hosting BlogCatalog Alexa Certified Traffic Ranking for alifbraja.blogspot.com 1. islam 2. islam 3. islam 4. islam 5. islam 6. aswaja 7. agama islam 8. Aksara Firdaus Submit your link: Link Title: Email Address: (not displayed) URL: Accepted links may take a few minutes to appear. Get your own link widget at simply-linked.com Entri Populer BABAD TANAH JAWA,Syekh Subakir أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Syekh Subakir, Babad Tanah Jawa Syekh Subakir, sangat berjasa dalam menumbali… Misteri Ratu Pantai Selatan Misteri Ratu Pantai Selatan Kanjeng Ratu Kidul Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena kecantikannya,… Ajaran Syekh Abdul Qadir Jaelani Ajaran Syekh Abdul Qadir Jaelani Sam’ani berkata, ” Syeikh Abdul Qadir Al Jailani adalah penduduk kota Jailan. Ia seor… Shalat lima waktu menurut Syekh Siti Jenar أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله TIGA PULUH TUJUH �Shalat lima kali sehari, puji dan dzikir itu adalah kebijaksanaa… NABI KHIDIR DAN NABI ILYAS HIDUP SAMPAI HARI KIAMAT D i dalam kitab “Al-Asror Rabbaniyyah wal Fuyudhatur Rahmaniyyah” karya Syeikh Ahmad Shawi Al-Maliki halaman 5 diterangkan yang artinya… Sholat dalam pandangan Ilmu Hakekat أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله “ Sholat dalam pandangan Ilmu Hakekat “ . Pandangan Hakekat : Sholat buka… Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga Azmatkhan dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga kutipan ajaran Nabi Khidir kepada Sunan Kalijaga Azmatkhan dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga … KITAB PRIMBON SUNAN BONANG (HET BOEK VAN BONANG) da dua sumber yang layak dipercaya sebagai bahan rujukan tentang bagaimana ajaran, wejangan, madrasah, madzhab, serta aliran pemikiran a… Benda Peninggalan Nabi Muhammad SAW أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله Benda Peninggalan Nabi Muhammad SAW Bila kita berjauh jarak dengan sang terkasih Mu… MISTERI TABUT NABI MUSA & Raja Fir’aun (Pharaoh) أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله “ Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dal… widgeo.net RankWidget.com Google [7509] Ask Search [723] hakekat Sholat – Sea… [511] Yahoo [498] draft.blogger.com [319] isearch.babylon.com [301] Redirecting… [277] Web Search [271] SCM Music Player [201] sunan kalijaga dan n… [159] 10,769 http://www.e-referrer.com free counters KETUHANAN Headline Animator KETUHANAN ↑ Grab this Headline Animator TUHAN & MANUSIA nabi Khidir – Al Kahfi 65-82 – 14 Januari 2013 – alifbraja Pemahaman Kalimat Syahadat – 14 Januari 2013 – alifbraja Madlul Syahadah – 14 Januari 2013 – alifbraja Tajalli – 14 Januari 2013 – alifbraja MAQAM ROH – 11 Nopember 2012 – alifbraja Pengikut Ping your blog, website, or RSS feed for Free AlifBraja. Diberdayakan oleh Blogger. * A J A R B F I L A *

Read more at: http://alifbraja.blogspot.com/2012/09/penyakit-nafsu-dan-penawarnya.html